
Saat ini kandungan Keysha sudah berusia enam bulan. Perutnya juga sudah terlihat membesar, dan bayinya juga sudah mulai bergerak didalam sana.
Reynald mengangkat baju Keysha seatas dada, dia sangat suka mengusap dan merasakan pergerakan bayi mereka yang masih berada dalam perut Keysha.
" Aku bosan " Ucap Keysha yang merubah posisi berbaring nya menjadi menghadap Reynald.
" Bosan Kenapa? " Tanya Reynald yang menarik tangannya dari perut Keysha. Untuk memperbaiki anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.
" Aku ingin pergi ke mall, melihat baju bayi " Ucap Keysha.
" Nanti kamu malah kelelahan " Reynald sangat overprotektif kepada istri dan calon buah hatinya.
" Selalu saja, seperti itu. Bilang saja kalau kamu tidak ingin membiarkan ku keluar dari sini " Keysha sangat jarang keluar karena Reynald selalu melarangnya.
Bukannya ingin mengekang atau apa. Tapi Reynald benar-benar khawatir Keysha akan kelelahan.
" Kenapa bicara seperti itu, hm? Aku hanya terlalu menyayangi dan mencintai kalian " Jawab Reynald yang mengelus lembut kepala Keysha.
" Kalau begitu, izinkan aku pergi, ya ..., " Mohon Keysha
Reynald menyerah, kalau tidak di turuti pasti istrinya akan marah kepadanya.
" Baiklah ..., " Jawab Reynald dengan suara helaan nafasnya yang terdengar berat.
" Asikk! " Keysha begitu bersemangat. Keysha memberikan kecupan ringan di pipi kiri Reynald sebagai hadiah.
Keysha begitu semangat dia langsung bersiap-siap mengganti pakaiannya.
Keysha memakai dress ibu hamil yang sangat cocok ditubuhnya.
" Kenapa kamu semaki seksi " Bisik Reynald yang memeluk Keysha dari belakang.
Jujur saja, dimata Reynald. Istrinya semakin terlihat menarik dimatanya. ditambah dengan perut yang sudah membesar.
Reynald mengecup leher Keysha dengan tangan yang menahan rambut yang menutupi leher putih istrinya.
" Mhh ... " Keysha memejamkan matanya merasakan kecupan serta gigitan kecil yang dilakukan Reynald.
" Reyyh " Keysha mendorong wajah Reynald supaya menghentikan kegiatannya dari leher Keysha.
" Aku masih belum puas, Key " Manja Reynald yang berganti menjilat kecil daun telinga Keysha.
" Maafkan aku, aku lupa karena tergoda oleh tubuh seksi istriku " Goda Reynald yang membuat wajah Keysha bersemu malu.
<>
Mereka sudah sampai di salah satu mall yang begitu besar dan sekarang sedang berada di tempat yang menyediakan pakaian bayi.
" Wahhh ... Lucu sekali " Keysha selalu terkagum-kagum melihat banyaknya pakaian maupun peralatan bayi yang terlihat begitu lucu.
" Aku mau ke toilet sebentar " Pamit Reynald.
" Mm " Singkat Keysha.
Keysha berjalan melihat peralatan bayi yang lain. Keysha sangat suka sekali, dia menjadi tidak sabar menunggu bayinya lahir.
" Key! "
" Adit " Ucap Keysha saat melihat siapa yang memanggilnya.
" Kamu bersama siapa kesini " Tanya Adit yang sudah menghampiri Keysha.
Entah mengapa jantung Keysha tidak berdetak kencang seperti biasanya saat bertemu Adit.
" Aku bersama suami ku " Jawabnya.
Sepertinya Keysha sudah berhasil move on dari Adit. Buktinya dia tidak merasakan apa-apa lagi saat bertemu dengan cinta pertamanya dulu.
Mata Adit beralih menatap perut Keysha yang terlihat lebih besar dari biasanya.
" Kau hamil? " Tanya Adit dengan suara lirihnya.
" Iya " Jawab Keysha, dia merasa aneh dan sedikit canggung saat berbicara dengan Adit.
" Selamat " Ucap Adit dengan memaksakan senyuman pahit diwajahnya.
" Terima kasih " Kikuk Keysha. Rasanya sangat aneh berbicara seperti itu dengan Adit.
Adit agak terkejut melihat perut Keysha yang membesar. Sekali lihat saja dia sudah bisa menebak kalau wanita itu sedang mengandung.