Magic

Magic
Tak Diduga



Aruna dan Arsenio datang sangat terlambat ke ruko mereka. Bagaimana tidak? Mereka malah mencari keringat dulu sebelum berangkat alhasil hasrat keduanya tidak bisa dihentikan.


Jam 11 siang tepatnya mereka sampai. Tapi ada yang aneh di depan ruko, banyak sekali berjejer Ayglo dengan berbagai merek di depan ruko mereka. Ayglo keluaran terbaru yang bisa dipastikan tidak sembarangan orang yang memilikinya.


Ruko tempat mereka berjualan memang berderet dengan ruko-ruko lain yang cukup ramai. Tak heran bila banyak yang parkir disana. Tapi walau begitu tidak pernah seramai ini. Apalagi Ayglo yang terparkir memiliki harga yang sangat fantastis dan berbanding terbalik dengan Ayglo sewaan milik Arsenio.


Mereka turun dengan bergandengan tangan menuju ruko mereka. Banyak sekali orang-orang yang berdiri di depan rukonya dan Arsenio sangat tau siapa itu. Mereka adalah pengawal pribadi Usha, Ayah kandungnya sendiri.


“Kenapa mereka disini?” batin Arsenio.


“Selamat pagi tuan Arsen” ucap salah seorang pengawal sambil membungkuk hormat.


Aruna dan Arsenio pun saling berpandangan. Mereka merasa heran karena jumlah pengawal yang datang begitu banyak.


“Apa mereka mau menangkap kami?” batin Aruna cemas.


Arsenio tidak menjawab sapaan pengawal tersebut. Yang dia lakukan hanya merangkul tubuh istrinya dengan erat.


“Niat kami kesini adalah menjemput Tuan dan nona untuk datang ke kediaman Usha karena ada hal penting yang akan Usha katakan” jelas pengawal tersebut.


Deg.


Arsenio dan Aruna sama-sama terkejut. Sampai saat ini Usha memang belum memberikan hukuman pada Aruna, tapi apa Usha tidak mempunyai rasa kemanusiaan sedikitpun?


Padahal Aruna mengandung cucu nya sendiri.


“Mohon maaf tuan, tapi tolong jangan mempersulit kami. Kami berjanji tidak akan berbuat macam-macam pada nona “ ucap pengawal tersebut yang seolah paham dengan isi hati Arsenio. Apalagi tatapan Arsenio begitu tajam dan dia juga semakin memeluk erat tubuh istrinya.


Walau penuh ketakutan tapi Aruna mengangguk pada suaminya. Dia tidak ingin Usha semakin marah pada mereka. Apapun yang Usha inginkan akan Aruna usahakan asal itu tidak berpisah dengan suami dan calon anaknya.


Dengan terpaksa mereka pun naik ke salah satu Ayglo yang telah disediakan. Di dalam Ayglo Arsenio kembali membawa Aruna dalam pelukannya. Dia sangat paham apa yang Aruna pikirkan.


“Jangan takut, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu” ucap Arsenio berusaha menguatkan istrinya.


Aruna memaksakan tersenyum.


“Iya, asal ada kamu aku tidak akan takut” jawab Aruna kemudian memeluk erat tubuh Arsenio. Sekuat tenaga dia menahan air matanya supaya tidak turun.


Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di kediaman Usha. Suasana disana begitu ramai. Banyak orang yang menatap pada mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


Di ujung sana Usha sudah berdiri dengan wajah angkuhnya.


Deg. Aruna sangat ketakutan. Dia remas tangan Arsenio untuk mencari kekuatan disana. Sedangkan Arsenio dia tidak takut sama sekali, dia akan menghadang siapapun yang berani menyakiti istrinya.


“Angkat kepalamu. Jangan pernah takut karena ada kamu disampingmu. Aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi” ucap Arsenio lagi-lagi menguatkan istrinya.


Dag dig dug dag dig dug.


Begitulah suara debaran jantung Aruna saat ini. Dia begitu ketakutan melihat wajah Usha yang tidak bersahabat di depan sana. Rasanya jarak mereka begitu jauh karena langkahnya begitu berat melangkah.


Bersambung...