Magic

Magic
Tidak menemukan



Arsenio dan Aruna berjalan melewati Andrea begitu saja. Berkat zanna, Andrea tidak mengenali keberadaan mereka.


Andrea masih terdengar mengumpat dengan kekasihnya menenangkan disebelahnya.


"Aku tidak menyangka Andrea tega berbuat seperti itu pada Ardiaz, jadi kenapa dia tetap memaksakan berhubungan padahal dia dekat dengan pria lain?" Aruna bertanya dalam hati. Dia menjadi kasihan pada Ardiaz. Selama ini dia sudah banyak berkorban.


Arsenio dan Aruna kemudian mendatangi bagian informasi untuk mengetahui keberadaan Mario. Ada 3 orang yang bernama Mario. Tapi sayangnya Aruna tidak mengetahui wajah Mario itu seperti apa. Saat itu Aruna masih berusia 5 tahun jadi dia tidak bisa mengingat dengan jelas.


"Aku akan meminta bantuan pada Davina. Kalau dia memang dulu pernah bekerja di kediaman Usha. Datanya pasti ada dirumah" kata Arsenio


Dia pun munghubungi Davina untuk meminta data tentang Mario.


Dalam hitungan menit Davina sudah berhasil mendapatkan data tentang Mario dan mengirimkannya pada Aesenio saat itu juga.


Sayangnya ternyata ketiga orang yang ada di rumah sakit itu bukanlah Mario yang mereka cari. Dengan sedikit kekecewaan mereka keluar dari rumah sakit tersebut.


Saat diparkiran efek zanna telah menghilanh, Andrea yang ada diparkiran begitu terkejut melihat Aruna dan Arsenio keluar dari Rumah sakit jiwa.


Andrea segera memalingkan muka karena malu bertemu mereka. Kejadian beberapa hari lalu membuatnya mengutuk diri sendiri. Datang ke rumah orang dan mempermalukan dirinya sendiri.


"Aku masih tidak percaya kalau mereka sudah menikah?" batin Andrea.


Andrea segera masuk ke dalam Ayglo dan memperhatikan gerak gerika Aruna dan Arsenio.


Terlihat dari tempatnya,Arsenio mengelus-elus lengan Aruna sambil berjalan. Dia juga berbisik sesuatu pada Aruna.


"Ya, sepertinya memang mereka sudah menikah" ucap Andrea pelan.


"Siapa sayang?" tanya pacar Andrea yang bernama Carlos.


"Itu, yang memakai baju putih" tunjuk Andrea pada Aruna dan Arsenio yang memang sama-sama memakai baju putih.


"Oh.. Siapa mereka" tanya Carlos pula.


"Teman lamaku" jawab Andrea.


"Ishh malas" jawab Andrea berbohong. Tidak mungkin dia bilang kalau dia malu bertemu mereka.


Carlos tidak memperpanjang lagi. Dia pun menjalankan Ayglonya dan meninggalkan parkiran rumah sakit jiwa tersebut.


...


"Tadi aku sudah sekalian menanyakan tentang siapa wanita yang dijenguk Andrea" kata Arsenio saat sudah masuk ke Ayglo mereka.


"Awalnya mereka tidak mau memberitahukannya, saat aku memperlihatkan tanda pengenal kalau aku adalah kapten Usha, mereka akhirnya mau memberitahu. Dia adalah Ibu kandung Andrea." jelas Arsenio.


"Benarkah?" tanya Aruna sangat terkejut.


Karena dia tau Ibu Andrea dan wanita itu terlihat sangat menyayangi Andrea.


Arsenio pun mengangguk.


"Tapi aku tidak tau kenapa Ibu Andrea bisa disini" imbuh Arsenio.


Aruna pun mengangguk paham.


"Pantas kamu lama saat aku tinggal ke toilet. Kamu menanyakan itu juga?" tanya Aruna.


"Iya, karena Andrea sangat mencurigakan. Aku malah pernah berpikir dia terlibat dengan Mario" ucap Arsenio.


"Tidak mungkin kalau itu karena setauku keluarga Paman Mario bukan dari kalangan kelas atas. Nenek pernah bilang Paman Mario terbiasa hidup miskin makanya dia berambisi memiliki kekuatan zanna" jelas Aruna.


Arsenio pun mengangguk paham.


"Ayo kita cari lagi ke rumah sakit jiwa lainnya, semoga kita bisa segera bertemu dengannya" ucap Arsenio.


Mereka pun meninggalkan rumah sakit jiwa itu dan mencari Mario dirumah sakit jiw lainnya.


Bersambung...