Magic

Magic
Mencari tau



Keesokan harinya saat matahari belum bangun dari peraduannya. Arsenio bahkan sudah bersiap. Dia akan pergi ke Ducan untuk mencari tau tentang Mario di rumah ayahnya. Dia sekarang yakin kalau Mario pasti ditangan Ayahnya.


Arsenio pandangi wajah istrinya yang masih tidur terlelap itu. Dia elus-elus rambutnya dengan sayang.



Rasanya tidak tega dia membangunkan Aruna yang masih tertidur.Tapi tidak mungkin juga dia pergi tanpa berpamitan dengan istrinya.


Pelan-pelan Arsenio pun membangunkan Aruna.


"Sayang..." panggilnya pelan.


Dalam satu panggilan saja Aruna sudah langsung terbangun.


Aruna kucek-kucek matanya karena masih terasa buram.


Aruna langsung on fire saat menyadari penampilan Arsenio sudah rapi.


"Kamu mau kemana?" tanya Aruna kemudian. Pasalnya dia masih muka bantal sedangkan Arsenio sudah tampan.


"Aku ada urusan ke Ducan sebentar, kamu dirumah saja. Jangan kemana-mana ya" pinta Arsenio.


"Aku ikut" rengek Aruna seperti anak kecil.


"Dirumah saja, aku gak lama kok" pinta Arsenio. Dia tidak ingin Aruna kecapean karena harus bolak balik Ducan - Galen.


Wajah Aruna sudah berubah sendu. Entah kenapa dia mempunyai firasat buruk.


"Aku takut" ucap Aruna jujur. Dia memang takut ditinggal sendiri. Sejujurnya dia sangat trauma kalau harus kehilangan lagi.


"Gak akan terjadi apa-apa. Percaya sama aku ya. Kamu dirumah saja" ucap Arsenio tegas.


Mau tidak mau Aruna pun terpaksa setuju. Walau sejujurnya dia sangat berat melepas suaminya pergi sendiri.


"Ya Tuhan, lindungi suamiku" doa Aruna dalam hati.


...


Dengan menggunakan Ayglo miliknya, Arsenio terbang menuju kediaman Usha. Dia akan mencari tau tentang Mario. Dia harus membuktikan kalau pemikirannya selama ini benar. Mario pasti disembunyikan ayahnya.


Tepat jam 10 pagi dia sudah sampai di kediaman Usha. Arsenio tidak langsung masuk tapi dia menyelinap menjadi salah satu pengawal agar tidak dicurigai.


Dia berdoa semoga tidak bertemu Ayahnya, kalau sampai Usha melihat Arsenio, Beliau akan langsung mengenali karena Usha bisa membaca aura seseorang. Karena itulah rasanya mustahil bila sampai sekarang, Usha sampai belum bisa menemukan Mario.


Arsenio berjalan dengan percaya diri saat memasuki kediaman Usha. Saat melihat beberapa pengawal, dia pun mulai bergabung disana. Mencari tau siapa tau ada petunjuk tentang Mario.


"Kabarnya Usha sengaja tidak mencari tuan Nio. Padahal beliau tau dimana selama ini tuan Nio tinggal" ucap salah satu pengawal.


Rupanya selama dia pergi, Arseniolah yang menjadi pusat pembicaraan.


"Beliau pasti kecewa karena putra satu-satunya menutupi hal yang sangat penting dari Ayahnya sendiri" sahut yang lain.


"Rupanya tuan Nio dibutakan cinta" ucap mereka saling membalas.


Arsenio sebenarnya marah mendengar itu, tapi dia tahan agar mendapatkan informasi tentang Mario.


"Tapi kan yang aku dengar bukan gadis itu yang mencuri zanna? Dia hanya tanpa sengaja memilikinya" timpal yang lain.


"Iya, kan sudah diumumkan juga tentang ini. Pelakunya kan sebenarnya sudah di tahan sejak lama di ruangan khusus. Tapi pelakunya bilang kalau yang mencuri itu berniat jahat, makanya selama ini Usha masih menyembunyikan status kedua anaknya. Kamu kemana saat pengumuman itu?" tanya salah satu pengawal yang bernama Virza.


"Aku cuti baru kerja hari ini" sahut pengawal itu.


Arsenio mengepalkan tangannya. Ternyata benar Ayahnya sudah menahan Mario sejak lama.


Bersambung...