Magic

Magic
Jelaskan padaku



Tiupan angin laut menjadi saksi tangisan pilu Aruna. Dia sedang dipeluk begitu erat oleh Arsenio. Aruna dan Arsenio duduk dipasir putih di kota Galen. Tinggal untuk sementara di rumah yang mereka sewa yang letaknya di pinggir pantai. Rumah sederhana yang hanya terdiri dari 1 kamar tidur, 1 dapur dan 1 kamar mandi. Mungkin ini kali pertama Arsenio tinggal dirumah seperti itu.


"Sudah jangan menangis, kita akan buktikan kalau kamu tidak bersalah" kata Arsenio menenangkan Aruna.


Aruna melerai pelukannya.


Dia pandangi wajah Arsenio yang begitu kelelahan. Sudah terlalu banyak zanna yang dia gunakan hingga tenaganya terkuras habis.


"Kenapa kamu tidak jujur padaku kalau kamu adalah anak dari Usha yang dirahasiakan selama ini?" tanya Aruna.


Arsenio nampak menghela nafas berkali-kali.


"Ayo kita bicara dirumah" ajak Arsenio. Aruna pun menurut dan mereka berjalan dengan perlahan menuju rumah yang baru saja mereka sewa itu.


Untung saja Arsenio sudah meminta tolong orang untuk membersihkab rumah itu kalau tidak akan seperti apa capeknya membersihkan rumah yang sudah lama tidak ditempati.


Aruna dan Arsenio kini duduk di teras rumah dengan Arsenio merangkul tubuh Aruna dari belakang.


"Saat kejadian itu Ibu sangat ketakutan. Dia sudah memikirkan yang tidak-tidak. Dengan pikiran pendeknya itu Ibu menitipkan ku pada keluarga pengasuh Ibu dulu yang ada di galen, sedangkan Davina tetap di ducan dengan dirawat pengawal dan asisten kepercayaan ayah. Ayah mengerahkan semua pasukan untuk mencari keberadaan Mario tapi bagai hilang ditelan bumi" jelas Arsenio sesingkat-singkatnya.


"Lalu kenapa kamu menikah denganku? Bukankah harusnya kamu tinggal melaporkan ku langsung pada ayahmu? Karena akulah yang kalian cari selama ini" tanya Aruna lagi.


Lama Arsenio terdiam. Dia bingung harus menjawab bagaimana.


Arsenio terlihat menghela nafas sebelum menjawab.


"Saat aku pertama kali tau kalau kamulah pemilik zanna itu. Aku marah , kecewa dan benci disaat bersamaan" ucap Arsenio terjeda.


Aruna masih menunggu kata-kata lanjutan yang akan keluar dari mulutnya tanpa berniat menyela sedikitpun.


"Karena aku harus hidup bertahun-tahun tanpa orang tua, tanpa kasih sayang mereka padahal mereka masih hidup. Tapi kamupun sama menderitanya. Karena Mario, kamu juga harus kehilangan kedua orang tuamu. Bahkan kamu tidak punya siapa-siapapun selain nenekmu. Kamu juga korban disini" lanjut Arsenio.


"Tapi kan kita tidak harus menikah" kata Aruna.


Dengam cepat Aruna menggeleng sebagai jawaban.


"Sebenarnya sudah sejak lama aku menyukaimu. Tapi melihat kedekatanmu dengan Davina, aku mencoba mengubur perasaanku padamu" aku Aruna. Dia menunduk ketika mengatakannya.


Arsenio yang mendengar itu menatap istrinya tidak percaya.


"Benarkah?" tanya Arsenio.


Aruna pun mengangguk.


"Lalu kenapa kamu menikah denganku? Apa kamu ingin balas dendam?" Aruna tidak ingin Arsenio mengalihkan pembicaraan atas pertanyaan itu. Aruna sangat ingin tau kenapa Arsenio memilih menikah dengan Aruna padahal dia sudah tau akan seperti ini jadinya.


Usha dan Ushi tidak merestui hubungan mereka.


...


Ditempat lain Davina pun mulai menceritakan tentang Aruna pada kedua orang tuanya.


Semua tentang Aruna yang dia tau dia ceritakan tanpa dia tambahkan bumbu-bumbu di dalamnya.


"Jadi kedua orang tuanya meninggal tanpa sebab yang pasti?" tanya Usha pada putrinya.


Davina pun mengangguk.


"Lalu kenapa Arsenio bisa menikah dengan gadis itu?" kini Ushi yang bertanya.


"Karena Nio mencintainya Bu, Mereka saling mencintai. Kalian akan segera memiliki cucu" Davina berusaha meyakinkan orang tuanya kalau Aruna bukanlah orang jahat. Bahkan orang tuanya pun meninggal tanpa sebab yang pasti.


Bersambung...