
Selain Arsenio, Aruna pun bertanya dalam hati tentang hubungan Davina dengan Ardiaz. Apalagi merek datang bersama tanpa mengabari.
"Hai...Davina dan Ardiaz. Ayo masuk" ucap Aruna mempersilahkan tamu yang datang walau tanpa diundang.
Mereka berempat pun masuk ke dalam ruko.
Tanpa basi basi disana Davina langsung mmperkenalkan Ardiaz sebagai calon suaminya.
Selama Ardiaz dan Davina disana Arsenio terlihat hanya diam saja bahkan hingga Davina harus kembali karena Ardiaz ada perkejaan.
...
Keesokan harinya Davina kembali datang seorang diri. Dia penasaran kenapa Arsenio dari kemarin hanya diam saja.
"Kamu kebapa Nio?" tanya Davina penuh tuntutan.
"Apa kamu tidak setuju dengan hubunganku bersama Ardiaz?"imbuhnya.
"Apa masih perlu dengan pendapatku?" jawab Arsenio dengan pertanyaan.
Davina menghela nafas berat.
"Kenapa? Apa kurangnya Ardiaz?" tanya Davina pula.
Walau Arsenio tidak menjawab tapi Davina bisa langsung tau kalau Arsenio tidak setuju.
"Dia tidak kurang sesuatu apapun. Hanya saja aku sangsi apakah dia benar mencintaimu? Padahal kita semua tau kalau dia dan istriku dulu saling mencintai. Bagaimana bisa aku rela adikku bersama dengan pria yang mencintai istrinya?" ucap Arsenio dengan menggebu.
Aruna yang mendengar itu langsunf mendekati suaminya.
"Sayang... Antara aku dan Ardiaz hanya masa lalu. Dan lagi apa kamu meragukan rasa cintaku padamu?" tanya Aruna dengan tatapan sedih.
"Bukan begitu, hanya saja aku belum bisa melihat adikku tiba-tiba bersama pria yang pernah kamu sukai" aku Arsenio.
Arsenio langsung menghela nafas berat.
"Sayang... Aku mencintaimu. Kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang aneh-aneh" jelas Aruna.
Arsenio membawa istrinya ke dalam pelukannya.
Bukan dia meragukan ucapan Aruna, hanya saja dia belum bisa ikhlas bila melihat Ardiaz in frame bersama mereka disediap kedigiatan. Walau Arsenio sadar diri , Usha tidak mungkin juga mengundangnya dalan acara keluarga.
"Kamu gak akan ngerti apa yang aku rasakan" ucap Arsenio pula.
"Makanya berbagi, kasi tau aku biar aku ngerti" ucap Aruna penuh tuntutan.
"Maaf bukan itu maksudku. Hanya aku canggung bila harus bersama" ucap Arsenio apa adanya.
"Aku paham, tapi kamu tidak bisa egois. Davina dan Ardiaz salinf mencintai. Jangan gara-gara egomu mereka harus berkorban. Restuilah mereka. Davina dan Ardiaz sudah jauh-jauh kesini untuk meminta izin" jelas Aruna.
Harusnya dari kata-kata Aruna ini, Arsenio bisa langsung menyadari kalau sudah tidak ada perasaan apapun untuk Ardiaz bagi Aruna. Rasa sayang dan cinta Aruna hanya untuk Arsenio seorang.
...
Di tepi pantai, Davina sudah duduk di atas pasir sambil menangis. Dia kecewa dengan sikap Arsenio. Dia masih tidak percaya kalau Arsenio tidak bisa menerima hubungan Davina bersama Ardiaz.
"Aku mencintai Ardiaz, begitu pula sebaliknya. Kenapa Nio tidak menyadari itu? Dia masih saja berkubang dengan masa lalu yang bahkan belum tentu sesuai dengan apa yang dia pikirkan?" ucap Davina dalam hati.
Tapi Davina tidak akan menyerah, dia akan berusaha membuat Arsenio merestui hubungan mereka.
Davina berusaha mengerti mungkin saja Arsenio masih syok dengan berita yang tiba-tiba ini. Apalagi dia menerima dua kabar sekaligus. Walau Arsenio berkata ikhlas melepas jabatannya tapi Davina tau bahwa menjadi kapten memang impian Arsenio sejak dulu.
Bersambung...