Magic

Magic
Ikhlas



Hubungan antara Davina dan Ardiaz telah disetujui oleh Usha maupun Ushi. Mereka menerima dengan tangan terbuka jalinan kasih diantara keduanya. Tak ada sesuatu yang buruk pada diri Ardiaz bagi Usha. Ardiaz dilihat dari sudut manapun sangat cocok dengan Davina. Selain menjadi kapten di team Utama, Ardiaz juga memiliki bisnis yang maju pesat. Ardiaz juga tidak memiliki catatan hitam maka dengan mudah Usha menerima Ardiaz sebagai calon suami putri satu-satunya.


Andai saja Usha tau kalau selama ini Ardiaz juga ikut merahasiakan tentang Aruna, apa kira-kira yang akan dilakukan oleh Usha?.


Karena orang tuanya sudah menyetujui hubungannya dengan Ardiaz, maka Davina pun ingin menyampaikan kabar ini pada saudara kembarnya.


Dari dulu hanya Arseniolah yang selalu menemaninya suka maupun duka. Apalagi saat status mereka masih ditutupi dari umum. Kini setelah semua terungkap hanya Davina saja yang tampil sebagai anak Usha dan Ushi, tapi Arsenio masih menjadi rakyat biasa yang susah payah mengais rejeki.


Bisa saja Arsenio menggunakan zanna yang dia miliki tapi dia ingin mandiri dan hidup atas hasil jerih payahnya sendiri. Dia tidak ingin menjadi orang yang manja dan hanya bergantung pada zanna. Apalagi sebentar lagi dia akan menjadi Ayah. Arsenio ingin menunjukkan pada anaknya kelak kalau hidup itu harus dilakukan dengan semangat dan penuh perjuangan.


"Sayang... kamu sudah siap?" tanya Arsenio pada Aruna yang masih sibuk di dapur.


"Iya tunggu sebentar sayang" sahut Aruna sedikit berteriak karena mereka terhalang tembok.


Arsenio kemudian menghampiri Aruna di dapur.


"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Arsenio sambil memeluk Aruna dari belakang. Tidak lupa dia mengusap-usap perut istrinya yang sudah semakin membuncit.


Aliran darah Arsenio rasanya mau berhenti mengalir kalau mendapat serangan mendadak dari istrinya. Kalau saja kiriman barang harus segera di packing agar bisa segera didistribusikan, Arsenio pasti sudah menuntun istrinya untuk bergumul mesra di ranjang panas mereka.


"Jangan mancing-mancing sayang, nanti ada yang bangun" ucap Arsenio sudah menahan hasrat yang tiba-tiba membakar.


"Hehehe..." Aruna hanya terkekeh saja. Dengan cepat dia memasukkan makanan ke kotak bekal kemudian menarik tangan suaminya untuk berangkat bekerja.


Arsenio merangkul pundak Aruna saat menaiki Ayglo sewaan mereka. Semoga saja tahun depan mereka bisa membeli Ayglo sendiri tanpa menyewa lagi. Banyak sekali angan-angan Arsenio yang ingin segera dia wujudkan. Tapi memang tidak semudah dulu namun Arsenio yakin bila dia barusaha semuanya pasti akan mudah.


10 menit saja mereka sudah sampai di ruko. Ternyata disana sudah ada Davina menunggu. Davina bahkan tidak sendiri, dia bersama pria yang duduk dibelakang pilar hingga Arsenio tidak melihat wajahnya. Ketika pria itu membalik tubuhnya, alangkah terkejutnya Arsenio karena melihat Ardiaz disana. Dia bahkan memakai seragam kapten semakin membuat Arsenio tercengang. Dulu Arsenio tidak memakai seragam karena dia memiliki misi untuk mencari pemilik zanna. Arsenio hanya memakai seragam saat hal-hal penting. Dan kini Ardiaz lah yang memakai seragam itu. Kini dia tau bahwa Usha sudah tidak memerlukan dia lagi.


Arsenio menjadi semakin ikhlas untuk melepas semuanya. Dia akan semakin yakin memulai semuanya bersama Aruna. Istrinya tercinta.


Bersambung...