Magic

Magic
Pemilihan Kapten



Para pengawal telah dikumpulkan di Aula. Hari ini adalah pemilihan Kapten pengganti yang bertugas menggantikan tugas-tugas Arsenio selama ini. Tiga puluh orang sudah menanti dengan dada berdebar karena kesempatan menjadi kapten tentu diinginkan semua orang.


Ardiaz yang memang baru beberapa bulan bergabung tidak terlalu berharap lebih walau saat tes berlangsung dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Selain tes fisik juga dilakukan tes tertulis tentang ilmu pengetahuan dasar serta ketentuan-ketentuan yang berlaku di pulau Osmond.


Usha sudah berdiri di depan podium dengan selembar kertas hasil penilaiannya selama ini. Sama seperti saat dia memilih Arsenio, Usha tentu tidak sembarangan karena putra satu-satunya itu memang sangat layak mendapatkan posisi itu. Tapi apa daya, Arsenio melepas semuanya demi mengejar cintanya pada Aruna.


Usha membacakan hasil penilaiannya dengan lantang.


“Dari hasil test yang sudah kita jalankan maka dengan bangga saya memilih Ardiaz Fan Dominic sebagai Kapten Team Utama. Selamat untuk Ardiaz” ucap Usha sambil bertepuk tangan.


Davina yang juga ada di atas podium bersama Ibunya, menutup mulut tidak percaya. Kekasih hatinya dipilih sebagai Kapten Team Utama.


“Selamat sayang” guman Davina dalam hati. Matanya sudah berkaca-kaca dan bibirnya melengkungkan senyuman saat melihat Ardiaz naik ke atas podium.


Ardiaz mengucapkan kata terima kasih dan juga memohon kerjasama anggota team nya agar semuanya bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Setelah acara pengangkatan kapten selesai, Usha pun mengajak seluruh anggota keluarga untuk berfoto bersama Kapten baru team Utama. Kesempatan itu digunakan Davina untuk berdiri di sebelah Ardiaz.


“Selamat” ucap Davina tanpa mengeluarkan suara. Tapi dapat terlihat jelas apa yang dia ucapkan dari gerak bibirnya”


Ardiaz pun melakukan hal yang sama. Dia mengucapkan terima kasih tanpa mengeluarkan suara.


Davina tidak menyadari kalau Ushi dari tadi memperhatikan gerak-gerik putrinya. Insting seorang Ibu memang begitu kuat, sekali lihat dia langsung tau kalau antara Davina dan Ardiaz ada sesuatu.


Setelah acara foto-foto selesai, banyak anggota team utama yang memberi selamat pada Ardiaz. Walau baru bergabung tapi Ardiaz memang mempunyai kemampuan yang mumpuni. Selain itu dia juga pintar dan wawasannya luas.


Ardiaz menoleh ke arah Davina yang saat ini masih berdiri di atas podium. Dia melengkungkan senyum yang dibalas dengan senyuman juga oleh Davina.



“Kapten Ardiaz tampan ya?” tanya Ushi pada Davina. Saat ini Usha, Ushi dan Davina tengah duduk di ruang keluarga.


“Itu karena Dania mengatakan menyukai Ardiaz” ucap Ushi berbohong.


“Apa? Tidak boleh” ucap Davina tanpa sadar.


Usha yang ada disana pun heran mendengar anaknya sampai berteriak.


Ushi tersenyum usil.


“Kenapa tidak boleh? Ardiaz tampan dan Dania juga cantik. Mereka cocok kan sayang?” ucap Ushi meminta pendapat suaminya.


Usha pun mengangguk saja.


“Tidak boleh Ibu, Dania itu tidak cocok untuk Ardiaz” ucap Davina kesal. Dia masih belum sadar juga kalau sebenarnya itu adalah kalimat pancingan.


“Lalu siapa yang cocok?” goda Ushi pula.


“Aku” ucap Davina keceplosan lalu menutup mulutnya dengan cepat.


“Maksud ku kan Dania itu usianya jauh di atas kami Ibu” ucap Davina mencari alasan.


Ushi sudah tidak bisa menahan tawanya.


“Sayang, kamu cepatlah pinang Ardiaz untuk putrimu, sepertinya dia sangat jatuh cinta pada kapten team utama yang baru” goda Ushi yang seketika saja membuat wajah Davina memerah.


Bersambung...