
Disinilah mereka, Aruna dan Ardiaz duduk lesehan di tepi pantai. Pandangan mereka lurus ke depan. Dari jauh Arsenio mengawasi dengan mengepalkan tangannya. Hal itu tentu saja menjadi pusat perhatian Baron. Dia jadi sangat yakin kalau Arsenio memang mencintai Aruna.
"Aruna, lama tidak bertemu sekarang kita bertemu lagi dengan statusmu yang berbeda" ucap Ardiaz memulai pembicaraan. Dia tersenyum ketika mengatakannya tetapi matanya menyiratkan kesedihan. Ardiaz merasakan sakit yang tidak terkira melihat Aruna sudah menjadi istri temannya sendiri. Sedangkan antara dia dan Andrea tidak ada kejelasan sama sekali. Sampai saat ini Andrea belum juga memutuskan pertunangan mereka. Padahal mereka sangat jarang bertemu. Bahkan sekarang sudah hampir setahun mereka tidak bertemu. Tentu saja itu karena Ardiaz dengan sengaja mencari kesibukan dan beralasan macam-macam agar tidak bertemu Andrea. Andrea juga untungnya saat ini disibukkan dengan kegiatan modelingnya.
"Iya kamu benar Ardiaz. Maaf tidak memberitahu mu tentang pernikahan kami" ucap Aruna masih menatap lurus ke depan.
"Apa Arsenio tau kalau kamu mempunyai zanna?" tanya Ardiaz.
Aruna yang sudah menduga akan hal ini tentu saja tidak terkejut dengan pertanyaan Ardiaz. Dia bahkan sudah menyiapkan jawabannya.
Aruna menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Hanya kamu yang mengetahui tentang zanna yang aku miliki. Aku mohon kamu rahasiakan ini dulu. Kalau sudah ada moment yang pas baru aku akan beritahu suamiku tentang ini" jawab Aruna kemudian.
Ardiaz menghela nafas berkali-kali. Ternyata dugaannya tidak benar. Dia sudah berpikiran buruk tentang Arsenio.
Aruna melihat pada Ardiaz sambil tersenyum.
"Kamu jangan khawatir, Aku dan Arsenio memang saling mencintai. Terima kasih karena kamu begitu peduli padaku. Dari dulu kamu sudah begitu banyak berkorban untukku. Maaf karena sudah selalu menyusahkanmu" ucap Aruna masih tersenyum.
Mendengar kalimat saling mencintai dari mulut Aruna langsung membuat aliran darah Ardiaz rasanya berhenti mengalir, dadanya terasa sesak dan kesulitan bernapas.
"Ya Tuhan, kenapa sesakit ini rasanya?" batin Ardiaz sendu.
"Jangan bicara begitu Aruna. Kamu tidak pernah menyusahkanku" kata Ardiaz tidak terima dengan ucapan Aruna.
Kalau saja Aruna belum bersuami, pasti Ardiaz sudah membawa Aruna kepelukannya. Ardiaz pun menyadari kalau dari tempatnya berada Arsenio sudah memandangi mereka dengan tataon horor dan tangan terkepal.
...
Kini Arsenio dan Aruna sudah duduk bersandar di ranjang.
"Apa saja yang kalian bicarakan?" tanya Arsenio ketus. Dia bahkan melipat kedua tangan di depan dada.
"Dia menanyakan apakah kamu tau tentang zanna yang aku miliki" jawab Aruna secara singkat.
"Lalu kamu jawab apa?" tuntut Arsenio.
"Aku bilang kamu tidak tau. Dan kita menikah memang karena saling mencintai. Untung saja dia menerima alasan ity?" jawab Aruna.
Arsenio mengehela nafas kasar.
"Aku begitu kesal ketika dia meminta ijin berbicara berdua dengan mu. Rasanya tak habis pikir dengan tingkah orang seperti Ardiaz. Apa dia lupa kalau kamu sudah bersuami?" sungut Arsenio.
Daripada mendengar suaminya marah-marah tak jelas. Aruna kemudian menghadiahi ciuman lembut dibibir Arsenio. Dia ingin suaminya itu berhenti mengumpat.
Mendapat serangan mendadak dari Aruba membuat Arsenio sempat membeku sejenak, tapi ketika dia sudah sadar dia langsung membalas ciuman itu dengan begitu liar.
Bersambung ...