Magic

Magic
Tak Bisa Marah



Aruna tetap bersimpuh di tempatnya walau Baron berusaha membangunkannya.


“Maaf Baron, tapi aku ingin meminta maaf pada Harmony” Aruna mendongakkan wajahnya pada Baron. Tatapan matanya begitu memelas membuat Baron tidak tega. Baron pun kembali duduk di tempatnya membiarkan Aruna menyelesaikan masalahnya.


Harmony tetap torehkan wajahnya ke samping tidak mau menatap Aruna. Aruna sampai meraih tangan Harmony dan menggenggamnya.


“Maafkan aku” ulang Aruna.


Harmony sudah tidak tahan, diapun menumpahkan air matanya. Selama tiga bulan ini dia cemas luar biasa. Apalagi dia menyaksikan sendiri bagaimana Andrea menampar Aruna saat ini. Harmony benar-benar takut sesuatu yang buruk menimpa Aruna.


Langsung saja Aruna memeluk tubuh Harmony yang sedang menangis. Harmony pun membalas pelukan itu dan mereka menangis bersama. Cukup lama mereka melakukan itu. Ketiga teman lainnya membiarkan mereka mengungkapkan isi hati masing-masing.


“Maafkan aku Harmony” entah sudah yang keberapa kali dia meminta maaf pada Harmony.


Harmony menghapus air matanya.


“Inginnya aku tidak memaafkanmu, tapi aku tak bisa marah padamu” jawab Harmony yang masih terus menghapus air matanya yang lancang turun membasahi pipinya.



Harmony dan Aruna sedang tidur di kamar tamu milik Baron sambil menatap langit-langit kamar. Mereka semua memutuskan untuk menginap dan akan berjalan-jalan keesokan harinya.


“Sebenarnya ada yang aku rahasiakan dari mu” kata Harmony tanpa menoleh pada Aruna.


Aruna menatap Harmony menunggu lanjutan perkataan dari Harmony.


Harmony torehkan kepalanya pada Aruna.


Harmony terlihat menghela nafas berkali-kali.


“Sebenarnya Ardiaz terpaksa bertunangan dengan Andrea” kata Harmony. Walau sudah berjanji akan merahasiakannya dari Aruna tapi dia sudah tidak sanggup lagi.


Aruna yang sudah menduga akan hal itu tidak terkejut sama sekali. Melihat raut wajah Aruna yang biasa saja membuat Harmony sedikit keheranan.


“Kamu tidak terkejut?” tanya Harmony.


Aruna menggeleng pelan.


“Aku tau Ardiaz terpaksa bertunangan. Apalagi saat dia menampar Andrea. Aku semakin yakin akan hal itu. Maka dari itu aku tidak ingin menyusahkan Ardiaz lagi. Lebih baik aku menjauh dari mereka” jawab Aruna.


Ya, Aruna sangat paham kalau Ardiaz begitu terpaksa dan itu pasti karena keluarga Andrea mengancam Ardiaz. Tidak ingin terlalu menyusahkan Ardiaz, Aruna memilih meninggalkan cinta pertamanya itu.


“Dia juga yang meminta ku untuk menjagamu. Dia begitu sayang padamu Runa” jelas Harmony pula.


“Iya, dia sangat baik padaku” jawab Aruna sudah berkaca-kaca, “ Makanya aku tidak ingin menyusahkannya lagi. Dia berhak bahagia” imbuhnya.


“Apa kamu tidak berpikir kalau Ardiaz menyukaimu? Maka dia rela melakukan ini? Dia rela berkorban” kata Harmony mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.


Aruna menggeleng.


“Aku yakin sekali dia tidak mencintaiku. Dia hanya terlalu baik dan tidak ingin orang yang lemah seperti ku semakin merasakan penderitaan hidup. Dia sebaik itu. Dia hanya iba padaku” lagi-lagi jawaban Aruna membuat Harmony tercengang.


Kata-kata Aruna sama dengan Baron yang mengatakan kalau Ardiaz hanya merasa kasihan pada Aruna. Dia tidak pernah mencintai Aruna. Kalau cinta dia pasti akan perjuangkan bukannya pasrah.


“Lalu apa kamu menyukai Ardiaz?” inilah yang sangat ingin Harmony tanyakan dari dulu.


Aruna hanya tersenyum saja. Dia tidak menjawab iya ataupun tidak.


“Perasaanku tidak penting. Yang terpenting adalah sahabat baikku berhenti mengorbankan dirinya karena aku. Semoga dengan kepindahannya ke Laiz bisa mewujudkan mimpinya yang tertunda karena aku” jawab Aruna mengalihkan pembicaraan.


Harmony yang sadar Aruna mengalihkan pembicaraan kemudian memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh.


“Bagaimana kamu bisa bertemu dengan Arsen?” tanya Harmony yang sudah merubah topik pembicaraannya.


Wajah murung Aruna sudah kembali ceria, apalagi ketika dia menceritakan tentang Davina temannya di desa itu.


“Namanya Davina, Dia sangat cantik dan manis. Tutur bahasanya halus dan lemah lembut.” jawab Aruna.


“Wah, seperti apa orangnya ? Aku penasaran” kata Harmony yang tidak bisa menutupi rasa antusiasnya. Dia senang karena Arsenio ternyata mempunyai girlfriend.


“Aku ada mengambil foto mereka diam-diam saat kami pergi bersama. Saat itu aku di lantai 2 dan mereka sudah lebih dulu berjalan ke lantai 1, saking asyiknya mengobrol mereka sampai tidak sadar kalau aku masih di lantai 2” Aruna bercerita sambil cekikikan kemudian memperlihatkan foto yang berhasil dia ambil.



"Mesra sekali..." pekik Harmony tanpa sadar.


Dia kemudian tertawa membayangkan Aruna yang menjadi obat nyamuk saat Arsenio dan Davina sedang berkencan.


"Kenapa tertawa?" tanya Aruna heran.


"Aku kasihan saja padamu. Kalau aku jadi kamu pasti sudah ingin pergi ke planet lain. Menjadi obat nyamuk itu pasti tidak enak" jawab Harmony saat tawanya mulai reda.


Aruna tersenyum mengingat itu.


"Kamu benar Harmony , aku bahkan iri melihat kedekatan mereka" jawab Aruna sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Aku sangat malu" imbuhnya.


Harmony kembali tertawa.


"Apalagi saat ini" Aruna kemudian kembali memperlihatkan foto yang berhasil dia ambil secara diam-diam.



"Duh... Meleleh. Aku juga nanti ingin diperlakukan manis seperti ini oleh orang yang aku suka" sahut Harmony.


"Aku juga" aruna tidak mau kalah.


Mereka berdua pun tertawa bersama.


"Cantik ya Davina, pantas saja Arsenio cinta" kata Harmony kemudian.


"Tapi jangan menggodanya tentang Davina ya, Kamu tau sendiri bagaimana sikap Arsen. Aku tidak mau dia salah paham padaku" kata Aruna memperingati Harmony.


"Iya, kamu tenang saja. Aku pasti akan menjaga rahasi" jawab Harmony.


"Lihat tatapan mata mereka, aku saja yang melihat manjadi salah tingkah" Aruna kembali memperlihatkan foto Arsenio.


"Arsenio bisa tersenyum juga rupanya" guman Harmony pelan.


"Dengan Davina bahkan aku melihat Arsenio tertawa. Sangat jarang bukan?".


"Hu um" sahut Harmony.


"Ayo kita tidur, besok kita harus bersiap jalan-jalan. Kamu harus mendandaniku. Titik" kata Harmony sedikit memaksa.


Aruna hanya terkekeh saja.


"Tentu, aku akan membuatmu menjadi gadis paling cantik besok" sahut Aruna.


Harmony hanya tertawa saja.


Mereka kembali bergosip padahal awalnya mereka sudah sepakat untuk tidur.


Entah di pukul berapa mereka baru tertidur. Lama tidak bertemu membuat mereka saling curhat dan lupa waktu.


Bersambung