
"Aku pulang dulu ya" kata Arsenio berpamitan pulang kemudian mengecup kening Aruna sebelum keluar.
Maira yang melihat itu semakin syok saja.
"Ya Tuhan..." batin Maira dengan keterkejutannya.
Siapa disini yang tidak tau Arsenio? Kapten pelindung Usha yang wara wiri keluar masuk kediaman Usha tanpa harus mengenakan seragam
Dengan keahlian yang dia miliki dengan mudah Usha memberikan kedudukan tinggi padanya. Banyak kasus yang dengan mudah dapat dia pecahkan. Mulai dari kejahatan kecil hingga besar. Padahal usianya masih sangat muda.
Arsenio sekarang diberikan tugas khusus untuk mencari pemilik zanna yang telah menghilang. Oleh karena itu dia bekerja tanpa terikat waktu. Dia juga tidak mengenakan seragam agar tidak ada yang mengenali.
Itulah mengapa dia sangat gampang untuk mengatur waktu kerja karena memang jam kerjanya tidak terikat waktu.
Istilah kerennya, Arsenio bertugas sebagai bagian intelijen negara. Satu-satunya kapten yang tidak terikat waktu kerja hanya Arsenio seorang.
Maira kemudian mengajak Aruna untuk berkeliling di Urora yang dia kelola. Maira adalah orang kepercayaan Ushi yang bertugas untuk mengatur semua-semuanya tentang Urora.
Urora ini hanya khusus melayani keluarga Usha.
Maira juga menceritakan tentang anak-anak daru Usha.
"Biasanya yang kesini adalah Ushi dan sepupu-sepupu Usha" jelas Maira.
Aruna pun mengangguk paham.
Di Urora itu ada 5 karyawan termasuk Aruna. Urora ini sendiri letaknya di halaman belakang kediaman Usha. Jadi setiap hari Ushi dan keluarga Usha lainnya akan datang ke Urora untuk perawatan. Baik itu Spa dan lainnya. Aruna sudah belajar baik tentang itu, jadi kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi.
Gaji bekerja di Urora itu tentu berbeda dengan di Urora biasa, gaji disini setara dengan penghasilan manager di hotel bintang lima
Orang-orang yang dipilih pun tidak sembarangan, kebanyakan adalah yang memang memiliki rekomendasi khusus dari tenaga ahli.
"Aku tidak menyangka ternyata kapten Arsenio sudah menikah. Aku kira dulu pernikahannya pasti akan sangat mewah dan mengundang banyak orang. Sama seperti pernikahan kapten yang lain" kata Maira yang masih diliputi rasa tidak percayanya.
"Tapi ternyata pernikahannya bahkan tidak diketahui banyak orang" lanjutnya.
Aruna pun menganggukkan kepala.
"Aku kenal Arsenio sejak 8 tahun lalu" jawab Aruna tersenyum.
Maira pun menganggukkan kepalanya.
"Dulu Arsenio sering kesini bersama MUA kesayangan Ushi, namanya Davina. Aku kira mereka menjalin kasih" kata Maira yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
Aruna pun tersenyum canggung. Bila mengingat Davina dia merasakan perasaan bersalah yang begitu sangat.
Melihat raut wajah Aruna yang seketika berubah saat Maira menyebutkan nama Davina, Maira langsung saja meminta maaf.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung tentang itu" sesal Maira.
"Tidak apa-apa kak, aku , Davina dan Arsenio memang berteman sejak lama. Tapi aku memang lebih dulu kenal Arsenio dari paada aku mengenal Davina. Aku juga baru tau kalau mereka berteman sudah sejak kecil" jawab Aruna tersenyum.
"Baiklah, kita lupakan itu ya. Mari kita mulai apa saja tugasmu selama disini" kata Maira yang tidak ingin hari pertama Aruna sudah liputi perasaan tidak enak.
Maira mulai menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh Aruna lakukan saat bekerja.
"Kalau Ushi senang dengan riasan yang natural. Kalau Wendy (keponakan usha) lebih suka yang bernuansa pink sedangkan bla bla bla..." Maira menjelaskan tipe makeup yang disukai anggota keluarga Usha.
"Lalu anak beliau kak?" tanya Aruna. Aruna pernah mendengar kalau Usha dan Ushi mempunyai anak , tapi anak tersebut hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja di lingkungan Usha. Sekaranglah kesempatan Aruna bisa tau wajah dari anak beliau.
Maira menghela nafas panjang.
"Selama aku disini, aku tidak pernah melihat anak dari Usha dan Ushi. Tapi katanya mereka tinggal di gedung B" jawab Maira.
"Gedung B itu letaknya tidak jauh dari sini. Tapi hanya orang-orang khusus yang bisa bertemu dengannya, contohnya suamimu" jelas Maira pula.
Aruna pun menganggukkan kepala. Inginnya Aruna bertanya anak dari Usha laki-laki atau perempuan tapi dia urung karena takut terlalu dibilang kepo.
Bersambung...