
Arsenio yang begitu posesif membuat Aruna sedikit heran. Bagaimana perasaan Arsenio padanya pun dia belum begitu paham. Yang Aruna yakini sekarang Arsenio perhatian padanya karena ada darah dagingnya di dalam rahim Aruna.
"Ah.. Maaf aku tidak bermaksud tidak sopan. Aku sudah mendengar kalau kalian sudah menikah. Selamat atas pernikahan kalian" ucap Ardiaz lalu kembali menyalami Arsenio tanpa menyalami Aruna juga.
"Terima kasih" sahut Arsenio, "Sebagai permintaan maaf karena tidak memberitaumu tentang pernikahan kami. Ayo aku traktir kamu makan" tawar Arsenio.
Ardiaz ingin menolak, tapi dia juga ingin tau lebih dalam bagaimana bisa Aruna dan Arsenio sampai menikah. Akhirnya dia pun menyetujuinya. Jadilah mereka ber tujuh kembali berkumpul di restoran milik Baron.
Saat itu juga Arsenio mengumumkan kalau dia dan Aruna sudah menikah.
"Selamat bergabung untuk teman lamaku, Ardiaz. Sudah beberapa tahun ini kita tidak berjumpa. Sekalian aku juga mau mengumumkan perihal penting pada kalian. Maaf bila terkesan mendadak dan tidak terbuka. Sebenarnya aku dan Aruna sudah resmi menikah sejak dua bulan lalu".
Ucapan Arsenio tentu saja membuat semua orang tertegun. Terutama Baron. Baru saja dia dikejutkan dengan hubungan asmara antara Arsenio dan Aruna tapi ternyata ada fakta baru kalau mereka ternyata sudah menikah.
"Sebenarnya ada apa antara kalian? Apa kalian maried by accident?" tuduh Baron. Rasanya tidak masuk akal mereka tiba-tiba menikah.
Aruna tentu saja kebingungan harus menjawab apa, tapi Arsenio terlihat santai-santai saja.
"Memang benar saat ini istriku sedang hamil, tapi tentu saja kami menikah bukan karena itu. Kalian bisa cek sendiri tanggal kami menikah dan usia kandungan Aruna".
Fakta baru yang ternyata Aruna sedang mengandung membuat empat orang itu kaget luar biasa. Apalagi Ardiaz dan Baron.
"Apapun alasannya yang terpenting mereka saling mencintai" Harmony angkat bicara, "Selamat ya atas pernikahan kalian dan juga selamat atas kehamilan Aruna" imbuhnya. Dia bahkan bertepuk tangan saat mengucapkannya.
Yuanda pun ikut memberi selamat. Menurutnya apapun alasannya biarlah itu menjadi urusan mereka berdua. Tapi berbeda dengan Baron dan Ardiaz, mereka masih sangat penasaran dengan semua ini. Nalar mereka belum bisa menerima alasan mendadak pernikahan keduanya. Selain itu ada rasa sakit dan tidak rela juga yang mendasarinya.
"Memang itu alasan kami menikah. Kami memang saling mencintai. Jadi untuk apa harus menunda lagi?" jelas Arsenio percaya diri. Tidak ada raut wajah gugup padanya, Aruna pun sampai heran dengan sikap Arsenio yang menurutnya patut diacungi jempol. Walau Aruna tau alasan itu hanya karangan saja, tapi Aruna cukup senang karena Arsenio mau mengakui kalau dia mencintai Aruna walau hanya berpura-pura saja.
Walau masih merasa janggal Baron akhirnya berusaha menerimanya. Berbeda dengan Ardiaz yang kini berpikiran kalau Aruna menikah dengan Arsenio karena terpaksa.
"Apakah Arsenio sudah tau kalau Aruna memiliki zanna?" batin Ardiaz.
"Ya Tuhan, mungkin saja itu alasan Aruna menerima pinangan Arsenio. Arsenio pasti menikah dengan Aruna untuk memastikan bahwa Aruna tidak akan berbuat macam-macam dengan Zanna nya"
Ardiaz kemudian memberanikan diri untuk berbicara berdua dengan Aruna. Dia meminta ijin pada Arsenio di depan banyak orang.
"Arsenio, bisakah aku bicara berdua dengan Aruna? Ada yang ingin aku tanyakan padanya. Aku mohon" pinta Ardiaz. Tentu saja hal itu menyulut emosi seorang Arsenio. Dia kepalkan tangannya menahan kesal.
Bagaimana mungkin seorang pria meminta ijin berbicara berdua saja dengan istri orang lain?. Arsenio tidak habis pikir dengan pemikiran Ardiaz. Tapi setelah menimbang-nimbang, Arsenio pun mengijinkannya. Dia ingin Aruna dan Ardiaz menyelesaikan perasaan mereka yang pernah tertunda. Agar kedepannya tidak ada lagi perasaan itu lagi.
Bersambung...