Magic

Magic
Ciuman Pertamaku



“Arsen… kenapa kamu masuk? Aku mau mandi” kata Aruna gugup.


Arsenio tersenyum jahat dan semakin mendekat pada Aruna hingga Aruna terdesak ke dinding.


“Memangnya kenapa kalau kamu mau mandi? Aku kan suamimu”jawab Arsenio sambil menyeringai. Aruna gugup segugup gugupnya. Aruna yang belum pernah berpacaran seumur hidupnya merasa begitu ketakutan diperlakukan seperti ini oleh Arsenio. Tubuh mereka sudah menempel , hanya pakaian yang menjadi pemisah diantara mereka berdua.


Aruna pun merasakan ada sesuatu dari bagian tubuh Arsenio yang telah bangun. Walau dia minim pengalaman, tapi dia cukup tau tentang ini.


Glek. Aruna menelan ludahnya kasar. Sepertinya dia sudah bisa menebak Arsenio akan melakukan apa.


Arsenio semakin mendekat dengan mencium bibir Aruna dengan sedikit lu ma tan. Mata Aruna kian membola ketika Arsenio melakukan itu.


“Ciuman pertamaku” batin Aruna.


Walau tidak mendapat balasan dari Aruna karena memang dia tidak bisa, Arsenio tetap mencium dengan lembut seolah mengajarkan bagaimana cara berciuman pada Aruna.


Puas mencium bibir kenyal milik Aruna, perlahan Arsenio mulai mengecup perlahan ceruk leher hingga meninggalkan bukti cinta disana. Tapi apa bisa dikatakan bukti cinta? Karena pernikahan mereka sendiri bukan dilandasi rasa cinta. Mungkin lebih tepatnya tanda nafsu.


Selain bibirnya yang nakal, tangannya pun tak tinggal diam. Satu tangannya mengunci pergerakan Aruna sedangkan tangan yang lain dengan lihai melepaskan pakaian milik Aruna. Kembali bibir mungil Aruna dia cium agar Aruna tidak bisa mengeluarkan protesnya.


Dalam sekejap saja pakaian Aruna sudah beterbangan entah kemana. Menyisakan penutup inti tubuhnya saja.


Aruna berhasil melepas cekalan tangan Arsenio dan menahan tangan itu yang hendak membuka menutup atasnya.


Arsenio tidak peduli, dengan keahlian bela dirinya. Dengan sangat gampang Arsenio menahan pergerakan Aruna. Apalagi tubuh Aruna begitu kurus. Aruna hendak menggunakan kekuatan zannanya tapi entah kenapa dia merasa lemas sekali. Dia pun pasrah Arsenio akan melakukan apa.Toh mereka sudah resmi menjadi suami istri.


Merasa sudah tidak ada perlawanan dari Aruna. Arsenio langsung menggendong tubuh Aruna menuju ranjang mereka.


Klik.


Dalam satu tarikan saja, penutup atas tubuh Aruna sudah terbuka. Menyisakan pemandangan indah yang baru pertama kali Arsenio lihat seumur hidupnya. Hasrat primitif tubuh nya mulai bereaksi. Dia memandangi tubuh istrinya dengan tatapan mata lapar. Padahal harusnya mereka mandi terlebih dahulu, tapi sepertinya Arsenio sudah tidak bisa menahannya lagi.


Arsenio kembali menghadiahi ciuman pada bibir merah alami milik Aruna. Aruna yang berada dibawah kuasa Arsenio pun hanya bisa pasrah. Aruna tidak mengerti apa yang dia rasakan, yang jelas dia seperti tidak ingin berhenti. Dengan naluri alamiahnya dia mulai membalas perlakuan Arsenio. Melihat itu Arsenio semakin menggebu-gebu. Mereka mulai berciuman dengan banyak gaya. Sambil tangan Arsenio bermain di depan buah melon besar milik Aruna. Sepertinya buah melon itu akan menjadi bagian favoritnya.


Tidak puas hanya me re mas. Arsenio mulai menghisapnya kuat-kuat. Aruna membusungkan dadanya berharap mendapatkan perlakuan lebih. Dalam hati dia mengutuki dirinya yang seperti ini. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sama inginnya.


Arsenio bagaikan bayi yang kehausan. Kedua buah melon itu dia mainkan bergantian. 


Suara lenguhan terdengar dari bibir Aruna. Dia merasakan nikmat yang luar biasa. 


“Ahhh….” mendengar itu nafas Arsenio kian memburu. Dia pun mulai melakukan penyatuan dengan perlahan-lahan. Untuk ukuran yang baru pertama kali bisa dikatakan mereka berdua termasuk kategori profesional. Naluri mereka bekerja dengan baik. Aruna pun heran dia tidak merasakan sakit sama sekali. Yang ada hanya rasa nikmat dan ingin lagi dan lagi.


Bersambung...