
Tenggelam dalam pikirannya tanpa sadar zanna sudah membawa mereka tepat di depan penginapan yang Ardiaz tadi sampaikan.
Tubuh Arsenio rasanya bergetar, dia sangat takut hal buruk terjadi pada istrinya.
Davina menepuk pundak saudara kembarnya itu. Dia sangat paham apa yang dirasakan Arsenio.
"Tenanglah Nio, semuanya pasti baik-baik saja" hibur Davina.
Saat masuk ke dalam penginapan pimpinan team elang ternyata sudah menunggu mereka.
"Silahkan" ucap Dorez kapten team Elang.
Arsenio tidak menyangka kalau kedatangannya sudah diketahui Dorez.
Siapa dia sebenarnya? Batin Arsenio bertanya-tanya.
Dorez kemudian mengantar Arsenio dan Davina menuju ke ruangan dimana Aruna berada.
Begitu pintu dibuka terlihat Aruna yang sedang tertidur.
Dada Arsenio berdegup begitu kencangnya. Dia langsung berlari menghampiri istrinya. Arsenio berhambur kepelukan Aruna yang masih memjamkan matanya.
"Sayang...aku Rindu" ucap Arsenio sambil mencium kening istrinya dengan penuh perasaan.
Belum ada 24 jam berpisah sudah membuat Arsenio tersiksa seperti ini.
"Ada apa sebenarnya?" Davina yang bertanya oada Dorez karena Arsenio masih belum bisa mengontrol perasaannya yang baru saja bertemu istrinya tercinta.
"Sebenarnya..." Dorez pun memulai ceritanya.
Jadi saat Mario berhasil kabur dari penjara bawah tanah, dia langsung mencari tau keberadaan pencuri zanna itu.
Karena Mario tiba di rumah Aruna sekitar jam 9 pagi, kemungkinan dia mendapatkan tumpangan dari seseorang.
Saat sampai di rumah Aruna , Mario langsung masuk dan mengacak-acak rumah itu. Aruna yang memang sudah mengetahui wajah Mario dari data yang diberikan Davina dulu langsung berlari keluar rumah ketika melihat Mario.
Dia tidak ingin tertangkap oleh Mario. Dengan zanna yang Aruna miliki dia kemudian bersembunyi di salah satu rumah warga.
Mario geram karena kehilangan Aruna, dia kemudian mencari Aruna dan menyebarkan berita kalau pencuri zanna telah ketemu dan sekarang kembali buron.
Merasa tidak aman Aruna terpaksa keluar dari persembunyiannya dan mencari tempat baru. Dalam keadaan hamil Aruna tidak bisa berlari dan menggunakan zanna nya terlalu banyak dan saat itu juga Mario berhasil menemukannya.
Aruna sudah ketakutan, dalam ketakutannya itu untung saja team Elang datang dan langsung menyelamatkan Aruna. Mereka pun langsung menangkap Mario dan membawanya ke tempat yang aman.
Rupaya team elang diperintahkan langsung oleh Usha untuk menyembunyikan Aruna di kota Laiz. Hal itu untuk memberikan efek jera juga untuk Arsenio bahwa dia tidak boleh sombong dengan kekuatan yang dia miliki. Aruna pun dibuat tertidur agar tidak bisa menghubungi Arsenio.
Sumpah demi apapun Arsenio tidak bermaksud sombong, dia hanya ingin menunjukkan kalau Aruna tidak bersalah. Bukan bermaksud menunjukkan kalau dia bisa hidup tanpa bantuan ayahnya. Tapi Usha berpikiran lain. Dia mengira Arsenio tamak dan menganggap kalau kekuatan yang Arsenio miliki bisa untuk melindungi dia dan istrinya dan tidak akan bergantung lagi pada Usha.
Arsenio yang mendengar cerita itu menjadi sangat marah. Ternyata Ayahnya sengaja menyembunyikan istrinya padahal beliau tau Aruna dimana.
Davina pun sama terkejutnya.
"Kenapa Ayah begitu?" tanya Davina pada Dorez.
"Maaf nona dan tuan, saran saya datanglah langsung kepada Usha dan meminta maaf. Percayalah beliau tidak mungkin menyakiti nona Aruna" ucap Dorez mengungkapkan pendapatnya.
Arsenio menatap istrinya yang masih tertidur.
"Aku tidak mau kehilangan mu Aruna. Aku tidak sanggup" ucap Arsenio dalam hati.
Bersambung...