
"Selamat sore Ushi, perkenalkan nama saya Aruna . Staff baru Urora." kata Aruna memperkenalkan diri sambil membungkukkan badan tanda penghormatan. Selama berbicara dengan Ushi ataupun Usha memang diwajibkan untuk membungkukkan badan. Tidak boleh memandang wajah.
"Sudah berapa lama kamu bekerja disini?" tanya Ushi kemudian.
"Tiga bulan Ushi" jawab Aruna sopan.
"Wah..ternyata aku belum pernah bertemu. Padahal sudah cukup lama kamu bekerja disini. Apakah urora khusus yang harus menangani Dania dan Wendy ya? " ucap sang Ushi menyebutkan nama-nama anggota keluarga Usha.
"Benar Ushi" jawab Aruna kembali menunduk.
"Sayang... Kamu kenapa disini?" sebuah suara asing terdengar di telinga Aruna. Dia tidak berani menoleh karena Ushi masih disana. Jadi dia harus membungkuk.
"Ini aku sedang berbicara dengan staff urora yang baru" jawab Ushi.
Ternyata yang bertanya itu adalah Usha. Aruna ingin sekali melihat wajah pemimpinnya itu. Tapi tentu saja dia tidak memiliki keberanian.
Tapi...
Tanpa di duga, Usha mendekat dan mencekal tangan Aruna dengan kencang.
"Siapa kamu?" tanya Usha dengan suara meninggi.
Hal itu tentu saja membuat pengikut Usha dan Ushi menjadi kebingungan.
Pertama kalinya Usha terlihat marah pada seseorang.
"Jawab!" bentak Usha karena Aruna tidak menjawab. Aruna sudah sangat ketakutan. Disebelahnya Davina pun sama dengannya. Mereka berdua begitu ketakutan.
Arsenio yang melihat itu dengan berani melepas cekalan tangan Usha.
"Dia istriku Ayah" ucap Arsenio sambil menyembunyikan Aruna dibelakang punggungnya.
Ayah?.
Semua orang yang ada disana tercengang dengan kata-kata yang keluar dari mulut Arsenio. Begitu juga Ardiaz. Dia yang juga ada disana mendengar jelas apa yang Arsenio katakan.
"Ternyata benar dugaanku. Arsenio adalah anak dari Usha yang selama ini disembunyikan" batin Ardiaz.
Tanpa sengaja tadi Ardiaz melihat tanda lahir berbentuk bintang di tangan kiri Arsenio. Biasanya dia akan menutupi tanda lahir itu dengan selop tangan atau baju berlengan panjang. Tapi tadi dengan jelas Ardiaz melihatnya karena jarak mereka begitu dekat.
"Apa maksudmu Nio?" bentak Usha.
"Kamu tau dia siapa?" tanya Usha geram.
Arsenio pun mengangangguk.
"Kamu tau tapi kamu malah menikahinya?" bentak Usha emosi.
Arsenio tetap menyembunyikan Aruna dibelakang punggungnya. Aruna sudah menangis dengan terisak. Dia sangat takut sekali.
Apakah Usha tau kalau dirinya memiliki zanna? Itulah yang ada dalam benak Aruna.
Davina yang kebingungan kemudian mendekati Usha.
"Ada apa ayah? Apa yang terjadi dengan Aruna?" desak Davina.
Kembali terdengar riuh semua yang ada disana. Fakta baru lagi kalau ternyata Davina juga adalah anak dari Usha mereka.
Ushi kemudian mengelus lengan suaminya meminta penjelasan.
"Dia pemilik zanna itu" jawab Usha yang seketika membuat semua orang tercengang.
"Bagaimana Ayah bisa tau? Dia teman ku Ayah" tuntut Davina.
"Ayah bisa merasakannya. Ayah tau siapa saja yang memiliki zanna. Karena aura orang yang memiliki zanna akan berwana biru" jelas Usha.
Kini perhatian semua orang tertuju pada Aruna dan Arsenio. Mereka tentu tidak bisa melihat aura yang ada pada diri Aruna. Hanya Usha lah yang memiliki kemampuan itu.
"Cepat tangkap dia" perintah Usha pada anak buahnya.
"Jangan ada yang berani mendekat" pikik Arsenio.
"Dimana akal sehatmu Nio?" tanya Usha tak habis pikir.
"Aruna tidak bersalah Ayah. Berikan kami kesempatan untuk membuktikannya" mohon Arsenio.
Ardiaz yang melihat itu menjadi merasa tertampar. Dulu dia tidak bisa melindungi Aruna seperti apa yang Arsenio lakukan sekarang. Dia malah menurut saja apa yang ayahnya perintahkan.
Bersambung...