Magic

Magic
Sejak kapan?



Selamat Membaca ❤️


..


“Kamu masih tidak percaya?” tanya Arsenio sambil menatap lekat manik mata coklat milik Aruna.


Aruna menggelengkan kepalanya.


Dia kini menyadari kalau Arsenio dan Davina memang memiliki kemiripan. Selain wajah mereka juga memiliki tanda lahir yang sama di belakang leher. Sejak menikah Aruna sudah sering melihat tanda lahir itu tapi lagi-lagi dia tidak kepikiran kalau Arsenio dan Davina adalah saudara kandung.


“Kenapa kamu cepat sekali percaya?” tanya Arsenio kemudian.


“Wajah kalian sangat mirip dan kalian juga memiliki tanda lahir di tempat yang sama” jawab Aruna.


“Tempat yang sering kamu cium kan?” goda Arsenio.


Davina yang mendengar itu langsung menutup telinganya.


“Mulai lagi” dumelnya dalam hati.



Satu Minggu kemudian.


Aruna, Arsenio dan Davina sudah tiba di lokasi pertemuan mereka dengan Baron, Yuanda dan Harmony. Selama tinggal di asrama Harmony tidak diperkenankan membawa wizz. Jadi dia lost kontak dengan teman-temannya. Baron dan Yuanda walau mereka kapan saja bisa menggunakan wizz miliknya tapi tugas akhir membuat mereka tidak sempat saling menghubungi. Jadi ketika ada senggang seperti ini Baron selalu mengajak kumpul teman-temannya. Dia juga sangat rindu dengan wajah manis Aruna.


Baron, Yuanda dan Harmony sudah datang lebih dulu. Merek duduk di salah satu tempat yang di depannya terdapat pemandangan laut. Salah satu restoran milik keluarga Baron ini memang memiliki fasilitas dan view yang bagus.


Saat masuk ke dalam Restoran , Davina berjalan lebih dulu dan dibelakangnya Arsenio berjalan sambil merangkul istrinya. Pemandangan itu jelas saja membuat ketiganya membelalakan mata heran sekaligus tidak percaya.


Bagaimana bisa Davina berjalan lebih dulu, sedangkan di belakangnya malah Aruna dan Arsenio saling merangkul.


“Apa yang terjadi selama dua bulan ini? Apakah ada hal penting yang sudah aku lewatkan?” tanya Baron menuntut penjelasan.


Davina mendekati Baron.


“Apa maksud pertanyaanmu adalah ada hubungan apa antara Arsenio dan Aruna?” tanya Davina yang langsung diangguki bukan hanya oleh Baron tapi juga Harmony dan Yuanda yang sama penasaran.


“Ternyata mereka dari dulu saling mencintai” jawaban yang sengaja dikarang Davina atas perintah Arsenio tentu saja. Davina sendiri tidak tau tentang kekuatan yang dimiliki Aruna.


“Apa?” kata mereka hampir bersamaan.


Baron sampai memijit keningnya yang mendadak pening.


“Bagaimana bisa?” tanya Baron pula.


Bukan menjawab Arsenio malah menarikkan kursi untuk istrinya. Perhatian kecil itu pun tak luput dari penglihatan mereka.


“Sejak kapan? Sejak kapan mereka saling mencintai?.


Itulah pertanyaan yang ada di ketiga orang tersebut.


“Karena mereka saling mencintai” Davina kembali yang menjawab. Sedangkan Aruna hanya menundukkan kepalanya. Dia takut salah bicara. Ini belum tentang pernikahan, kalau mereka tau Aruna menikah diam-diam bagaimana ya?.


“Lalu kamu?” Yuanda yang kini bertanya. Harmony sendiri sudah kehabisan kata-kata. Dia masih belum bisa mempercayai semuanya. Tapi memang mereka tidak ada kontak selama ini karena kesibukan masing-masing.


“Apa kalian juga sama seperti Aruna?. Dulu dia juga berpikiran kalau aku dan Arsenio ada apa-apa” jawab Davina. Dia berkata dulu, padahal yang sebenarnya adalah baru minggu lalu Aruna mengutarakannya.


Baron merasakan sakit hati mendengar kabar ini. Tapi melihat Aruna yang tersenyum ketika berbicara dengan Arsenio membuatnya mencoba berbesar hati.


Bersambung...