
Merasa terus diperhatikan, Davina melayangkan tatapan mata tak suka pada Andrea.
"Ada apa kamu mencari istriku?" ulang Arsenio karena tidak kunjung mendapat jawaban dari Andrea.
"Aku tidak mancari istrimu. Tapi aku mencari Aruna. Pasti gara-gara dia Ardiaz memutuskan hubungan kami" tuduh Andrea.
Arsenio mengepalkan tangannya. Dari dulu Andrea memang tidak berubah. Selalu seenaknya sendiri.
"Aruna adalah istriku. Dan kamu jangan seenaknya menuduh sembarangan. Tanyakan langsung pada Ardiaz kenapa dia mengakhiri hubungam kalian, bukannya malah menuduh orang yang tidak tau apa-pa" bentak Arsenio.
"Istri?" batin Andrea.
"Kamu sudah menikah dengan Aruna? Bagaimana kamu bisa menikah dengan gadis kelas rendah seperti dia?" ada nada mengejek dalam pertanyaannya.
Davina yang mendengar itu sudah ikut naik pitam.
"Hey... Apa maksudmu nona? Jaga bicaramu ya" geram Davina.
"Aku hanya berkata sesuai fakta" elak Andrea.
"Menurutku kau lah yang kelas rendah karena hobby mu hanya merendahkan orang lain" ucap Arsenio geram.
Aruna yang dari tadi menguping akhirnya tidak tahan juga. Dia akan menghadapi Andrea secara langsung.
Aruna turun dari lantai 2 dengan tatapan sinis. Kali ini dia tidak akan mengalah dengan Andrea.
Andrea langsung melihat ke arah tangga begitu menyadari ada yang turun dari sana. Dia kemudian menangkap sosok Aruna yang menatapnya dengan tatapan tak suka.
Aruna yang sekarang ternyata sudah berubah. Dia semakin cantik dan itu membuat Andrea semakin iri.
Arsenio yang menyadari kedatangan Aruna langsung berdiri dan menghampiri istrinya. Dia rangkul pinggang Aruna saat berjalan mendekati Andrea.
"Kan aku sudah bilang jangan kemana-mana" tegur Arsenio saat berjalan mendekati Andrea.
Teguran itu pun di dengar jelas oleh Andrea.
Kini dia malu sendiri mendatangi rumah ini. Ternyata tuduhannya tidak benar. Bahkan Aruna telah menikah.
Arsenio mendudukkan Aruna tepat disebelah Davina dan dia kembali ke tempat duduknya semula.
Andrea yang tadi percaya diri kini terlihat mulai gugup.
"Perlu aku luruskan disini, berakhirnya hubungan mu dengan Ardiaz bukanlah urusan istriku. Selama ini aku diam saja saat kamu berniat tidak baik padanya. Tapi kalau sekarang kamu berani mengganggunya bahkan sampai menyakitinya, kamu akan berhadapan dengan ku" tantang Arsenio.
Tanpa berucap apapun Andrea langsung berdiri dan pergi begitu saja.
"Hey mau kemana kamu, kita belum selesai" panggil Arsenio tapi Andrea sama sekali tidak peduli. Dia pergi begitu saja dari rumah itu.
Davina tidak bisa menahan dirinya, dia langsung tertawa terpingkal-pingkal.
"Ternyata mentalnya lemah sekali. Aku kira tadi dia akan beradu argumen, tau-taunya pergi begitu saja" ledek Davina sambil mengusap lelehan air matanya karena terlalu keras tertawa hingga mengeluarkan air mata.
Aruna menghampiri suaminya dan langsung memeluknya.
"Terima kasih karena sudah membelaku tadi" ucap Aruna yang sudah duduk di atas pangkuan Arsenio. Arsenio mengelus-elus rambut Aruna dan menciumnya dengan gemas.
"Kamu adalah tanggung jawabku.Sesuai janjiku aku akan selalu melindungi mu" setelah mengatakan itu Arsenio langsung membenamkan bibirnya di atas bibir Aruna.
Davina menutup mata dan pergi dari sana.
"Nyebelin banget sih mereka. Pilih-pilih tempat dong kalau mau bermesraan" gerutu Davina sambil memasuki kamarnya.
Bersambung...