
Hari sudah menjelang siang. Arsenio masih mencari tau dimana letak ruang rahasia Usha menahan Mario selama ini.
Ada hal aneh lagi. Padahal Arsenio sudah lama menjadi Kapten, tapi kenapa ayahnya merahasiakan ini? Apa yang sebenarnya Usha tengah rencanakan? Itulah yang ada dipikiran Arsenio saat ini.
Saat mencari kesana kemari ternyata ada alarm darurat berbunyi, menandakan ada tahanan yang kabur.
Para pengawal berlarian mencari titik lokasi yang diduga tempat terakhir tahanan yang kabur.
Tanpa di duga Mario lah yang berhasil kabur. Hal itu bermula saat dia tanpa sengaja mendengar kalau pencuri zanna sudah ditemukan. Sepertinya dia ingin merebut kembali zanna itu.
"Sialan, dia kabur setelah mendengar pencuri zanna sudah ditemukan" ucap Dorez. Kapten team Elang. Rupanya selama ini Mario dibawah pengawasan Dorez. Arsenio sama sekali tidak kepikiran tentang hal itu. Pasalnya Dorez bukanlah Kapten yang memiliki prestasi. Dorez hanyalah kapten yang bertugas khusus untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran kecil seperti kecelakaan lalu lintas. Siapa sangka Usha malah menitipkan Mario disana.
"Apa yang sebenarnya dipikirkan Ayah?" batin Arsenio.
Di saat para pengawal berlain ada yang berceletuk tentang Arsenio dan Aruna.
"Apa disini ada yang menetahui code wizz tuan Nio? Semoga saja Mario tidak berbuat apa-apa pada mereka" ucap salah seorang pengawal.
Deg.
Arsenio yang mendengar itu seketika panik.
Bagaimana jika Mario bisa menemukan Aruna?.
Dengan kecepatan extra, Arsenio berlali keluar menuju Ayglo miliknya. Dia harus sampai ke Galen untuk memastikan keadaan istrinya.
Arsenio mengubungi wizz milik istrinya tapi tidak diangkat.Berulang kali dia menghubungi tapi tidak bisa.
Arsenio benar-benar sangat khawatir.
"Sayang... Kamu baik-baik saja kan?" tanya Arsenio sambil menunggu panggilannya diangkat.
Yang lebih meresahkan lagi ternyata Mario sudah hilang dari semalam tapi pengawal baru menyadarinya.
Tanpa menunggu lama Arsenio langsung menggunakan zanna miliinya menuju rumah kontrakannya di Galen.
Arsenio semakin panik melihat rumahnya yang sudah bisa dia pastikan kalau Mario pasti sudah berhasil menangkat istrinya.
"Aruna... Sayang.. " Arsenio masih berharap kalau Aruna ada dirumah mereka. Dia masuk ke kamar, ke dapur dan semua ruangan yang ada dirumah itu.
Setelah memastikan kalau Aruna tidak ada dirumah, Arsenio kemudian berlari menuju halaman belakang rumahnya tapi lagi-lagi Aruna tidak ada disana.
Tidak tergambarkan bagaimana kacaunya Arsenio saat ini. Dia sudah membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.
"Sayang...kamu dimana?" Arsenio merasakan sesak yang teramat sangat di dadanya. Dia berlari ke luar rumah. Mencari jejak langkah , siapa tau ada petunjuk istrinya di jalan.
Arsenio melihat jejak kaki di pasir pantai. Dia sangat berharap itu adalah sejak kaki istrinya.
"Aruna...."
Arsenio terus memanggil-manggil walau dia tau hal itu sia-sia.
"Dimana kamu sayang?" teriak Arsenio pula.
"Sayang...." Arsenio kembali memanggil istrinya.
Suara ombak yang saling sahut-sahutan menjadi saksi bagaimana gigihnya Arsenio mencari keberadaan Aruna.
Aruna yang sedang hamil muda membuat Arsenio semakin cemas.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka?
Apakah Mario memperlakukan mereka dengan baik?
Bagaimana kalau Mario melukai istrinya agar bisa merebut zanna kembali?
Mengingat syarat berpindahnya zanna adalah dengan membuat pemilik zanna kritis dan saat itu zanna akan berpindah pada orang yang menyentuh tubuh kritis itu.
Bersambung...