Magic

Magic
Satu kesempatan



Para pengawal sudah hendak mendekat ke arah Aruna, tapi untuk pertama kali Arsenio menggunakan zanna miliknya untuk melawan pengawal itu.


Para pengawal menjadi diam di tempat dan tidak bisa bergerak.


Usha menjadi geram.


"Apa yang sudah kamu lakukan?" maki nya.


Arsenio memundurkan langkahnya perlahan dengan Aruna tetap dia genggam erat dibelakang punggungnya.


"Beri kami satu kesempatan. Akan kami buktikan kalau ini hanya salah paham. Bukan Aruna yang mencuri buku itu dan dengan diam-diam memiliki zanna ayah. Lihatlah berapa usia Aruna sekarang?" Arsenio berusaha menjelaskan semua dengan perlahan untuk meyakinkan Usha kalau Aruna tidaklah bersalah.


"Tetap saja dia salah. Dia sudah menutupi kemampuan yang dia miliki. Andai dia dari awal mengakuinya tidak mungkin kita harus berpisah dalam waktu lama" hardik Usha.


"Kamu dan adikmu yang menjadi korban disini. Apa kamu lupa?" imbuh Usha frustasi.


"Ayah benar, tapu cobalah mengerti posisi istriku ayah. Dia hanya gadis yatim piatu, mana mungkin dia punya keberanian untuk menyerahkan dirinya bila sudah jelaa hukuman apa yang akan ayah berikan" Arsenio terus membela istrinya di depan Usha.


"Nio... Lepaskan dia nak. Ayahmu tidak akan berbuat apa-apa padanya" kini Ushi yang memohon pada Arsenio.


"Tidak bisa bu, Aruna adalah tanggung jawabku. Tidak akan aku biarkan siapapun yang menyakitinya termasuk Ayah. Aku harus melindungi istri dan calon anakku" tolak Arsenio tegas.


"Anak?" pekik Usha dan Ushi hampir bersamaan.


Riuh kembali terdengar disana. Banyak yang menyalahkan sikap Arsenio yang seolah dibutakan cinta.


"Apa yang ada dipikiranmu Nio? Kamu sampai menikah secara diam-diam padahal kedua orang tuamu masih hidup" bentak Usha.


"Beri kami kesempatan Ayah" Arsenio kembali memohon.


Aruna tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya terus menangis. Aruna kini menyadari satu hal kalau Arsenio rela melakukan apapun untuknya. Aruna merasa bahwa dirinya sangat berharga. Pertama kali dia merasakan diperjuangkan seperti ini.


Kini dia semakin yakin kalau cintanya untuk sang suami sudah benar. Walau Arsenio tidak pernah mengucapkan kata cinta tapi Aruna yakin setelah apa yang Arsenio lakukan hari ini sudah menjadi bukti bagaimana perasaan Arsenio yang sesungguhnya.


"Buktikan pada Ayah kalau ucapanmu benar" ucap Usha akhirnya.


Arsenio bernafas lega.


"Terima kasih ayah. Aku akan membawa pelaku sesungguhnya pada Ayah."


Setelah mengatakan itu, Arsenio merangkul istrinya dan menghilang menggunakan zanna yang dia miliki.


Usha kemudian membantu menghilangkan efek zanna yang Arsenio berikan untuk para pengawal.


"Bagaimana ini sayang?" tanya Ushi khawatir.


"Biarkan dia membuktikan ucapannya" putus sang Usha.


"Ayah menunggu penjelasanmu Davina. Apa selama ini kamu tau kalau kakakmu sudah menikah?" tanya Usha menahan emosi.


Davina hanya menunduk. Dia memang bekerja sama dengan Arsenio untuk menutupi pernikahan itu dari kedua orang tuanya. Tapi sumpah demi apapun Davina tidak tau kalau Aruna memiliki kekuatan itu.


"Maaf Ayah. Aku memang tau kalau mereka sudah menikah tapi aku sama sekali tidak tau kalau Aruna memiliki zanna" jawab Davina menunduk.


Tak ingin menjadi bahan tontonan, Usha mengajak putrinya yang baru saja diketahui publik untuk masuk ke ruangannya.


Usha, Ushi dan Davina duduk bertiga di sofa empuk yang ada diruangan tersebut.


"Ceritakan" titah Usha.


"Sebenarnya...." ucap Davina terjeda.


Bersambung...