Magic

Magic
Semoga Bertemu



Entah kapan datangnya hujan, Arsenio sama sekali tidak menyadarinya. Bahkan bajunya sudah basah dan tubuhnya diselimuti dingin malam tapi dia masih saja mencari keberadaan istrinya. Seolah hujan bukanlah halangan, tidak peduli akan akibat yang bisa ditimbulkan oleh hujan, yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa bertemu dengan Aruna.


Sepanjang jalan yang dia lewati dia akan bertanya pada siapa saja yang dia temui namun hasilnya nihil.


Kini dia duduk di bawah pohon besar setelah sudah berjam-jam mencari istrinya yang tak kunjung ditemukan.


Arsenio mengambil wizz miliknya, dia mencoba menghubungi istrinya kembali walau tentu akan sangat mustahil. Tapi tidak ada salahnya mencoba.


Saat hendak menghubungi Aruna, panggilan daru Davina kembali terdengar. Arsenio pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Bagaimana apa Aruna sudah ketemu?" tanya Davina.


Tanpa salam dia langsung bertanya karena sudah sangat khawatir dengan keadaan Aruna.


Arsenio pun menggeleng sebagai jawaban.


"Belum, aku sudah mencari diseluruh wilayah yang ada di Galen tapi Aruna belum juga aku temukan" jawab Arsenio pasrah.


Davina yang mendengar itu kembali menangis.


"Aku akan kesana, aku akan membantumu mencari Aruna. Tidak peduli ayah dan Ibu menentangnya" ucap Davina menggebu.


"Dimana kamu sekarang?" lanjutnya.


"Aku ada di desa wanina" jawab Arsenio. Sebenarnya dia tidak ingin Davina terkena masalah tapi dia juga perlu bantuan adiknya untuk mencari keberadaan Aruna.


"Tunggu aku disana" ucap Davina kemudian mengakhiri panggilannya.


Davina keluar dari kamarnya tak peduli tatapan tidak bersahabat dari Ayahnya yang dia lewati di ruang keluarga. Tanpa meminta ijin di naik ke Ayglo miliknya dan menghilang menggunakan zanna menuju desa Wanina di kota Galen.


Usha yang berada diruang keluarga hanya bisa menghela nafas begitu pula Ushi. Ushi elus lengan suaminya seolah ikut merasakan apa yang Usha rasakan.


Usha kembali menghela nafas panjang.


"Alasannya sudah jelas. Karena dia mencintai gadis itu" sahut Usha lirih.


"Aku yakin Aruna tidak mungkin pencuri zanna itu" ucap Ushi pula.


Usha tidak berucap apapun, hanya helaan nafas berat yang terdengar.


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada cucu kita?" Ushi rasanya ikut khawatir mengingat ada nyawa tak berdosa yang tumbuh di rahim Aruna.


"Semua akan baik-baik saja" jawab Usha dan langsung berdiri dari duduknya. Dia tidak mengucapkan apapun lagi dan langsung pergu meninggalkan istrinya yang masih menuntut jawaban.


Apapun kesalahan yang Aruna dan Arsenio lakukan tapi anak yang ada di dalam kandungan Aruna tidak bersalah.


Ushi kembali menghela nafas berkali-kali. Andai saja Arsenio tidak gegabah dan langsung menikah dengan Aruna semua ini pasti tidak akan terjadi.


Usha tidak mungkin melakukan hal buruk pada orang tidak bersalah.


Harusnya Arsenio langsung menceritakan yang terjadi, kalau Aruna memang terbukti tidak bersalah, Usha tidak mungkin menghalangi pernikahan mereka.


Tapi Usha tidak tau kalau Arsenio melakukan itu karena menurutnya Aruna mencintai orang lain, jadi rahasia itu Arsenio gunakan untuk mendesak Aruna untuk menyetujui pernikahan itu. Walau awalnya pernikahan itu dimulai dengan keterpaksaan tapu akhirnya timbul cinta di antara keduanya.


Siapa sangka Arsenio yang berbicara terkadang ketus dan blak blakan ternyata sudah menaruh hati sejak lama dengan Aruna.


Begitu juga dengan Aruna, siapa sangka dia yang dari awal menaruh hati pada Ardiaz ternyata juga diam-diam mencintai Arsenio karena kebersamaannya selama ini. Walau ketus tapi Arsenio begitu perhatian padanya itulah yang membuat rasa itu lama-lama menjadi tumbuh di hati Aruna.


Bersambung..