Magic

Magic
Taman Usha



Aruna baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Kini dia sedang menunggu Davina yang sedang merias Ushi. Aruna menunggu Davina di taman. Taman yang sangat luas dan indah. Ada berbagai macam bunga tumbuh disana, salah satunya bunga mawar merah. Bunga kesukaan Aruna. Rasanya tidak puas menikmati pemandangan itu.


"Aruna..." panggilan seseorang mengagetkan Aruna yang sedang menghirup wangi bunga mawar itu. Aruna berdiri dan membalikkan tubuhnya. Melihat siapa gerangan yang memanggilnya.



"Ardiaz..." ucap Aruna pelan.


Ardiaz mendekat ke arah Aruna.


"Kamu kenapa disini?" tanya Ardiaz.


"Oh.. Ini aku sedang menunggu Davina" jawab Aruna. Aruna melihat sekeliling, takut Arsenio tiba-tiba datang dan salah paham. Walau selama ini Arsenio tidak pernah menunjukkan kalau dia cemburu tapi Aruna hanya menjaga perasaan suaminya itu. Bagaimanapun juga mereka adalah suami istri.


"Kamu pasti takut dilihat Arsenio ya?" tanya Ardiaz yang seolah paham apa yang ada dipikiran Aruna.


Aruna pun menganggukkan kepalanya.


"Aku paham. Kalau aku jadi dia pasti aku akan cemburu juga melihat istriku bersama pria lain" ucap Ardiaz mengerti.


"Aku hanya ingin bicara sebentar, bisakah?" tanya Ardiaz penuh mohon.


Aruna pun menganggukkan kepalanya.


Di taman bunga itu hanya ada mereka berdua.


"Tapi berdiri ya, aku tidak mau ada yang salah paham" ucap Aruna.


Ardiaz pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Aku hanya ingin bertanya, apakah kamu bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Ardiaz. Dia menyayangi Aruna dan sampai sekarang dia belum tau rasa sayang seperti apa yang dia rasakan.


Yang jelas dia sakit hati melihat Aruna bersama pria lain tapi dia juga bahagia karena Aruna terlihat baik-baik saja dan menikmati pernikahan itu.


Aruna menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Deg.


Ardiaz kembali disadarkan dengan kenyataan kalau di dalam rahim Aruna sudah ada anak Arsenio di sana.


"Syukurlah. Aku juga berharap semoga Arsenio bisa menerima kekuatan yang kamu miliki" ucap Ardiaz pula.


Jujur itu yang Ardiaz takutkan. Dia takut Arsenio akan sangat marah ketika tau kalau Aruna memiliki zanna.


"Kalau kamu memerlukan bantuan ku, jangan segan untuk menghubungi ku" pinta Ardiaz kemudian.


Aruna mengangguk.


"Terima kasih Diaz, aku akan selalu mengingat kebaikan mu" ucap Aruna.


Saat mereka sedang berbincang, saat itu juga Arsenio yang memang sedang memcari keberadaan Aruna melihat keadaan itu.


Darahnya sudah mendidih melihat Ardiaz berani mendekati istrinya lagi. Padahal waktu ini Arsenio sudah memberikan mereka berdua waktu untuk berbicara, tapi sekarang mereka kembali bertemu.


"Aruna" teriak Arsenio sambil berjalan mendekat. Kakinya sangat lebar ketika berjalan.


Aruna kaget tentu saja. Tapi dia tidak melakukan apapun, dia harus tetap terlihat tenang agar suaminya itu tidak marah.


Aruna mendekat pada suaminya.


"Nio, aku disini menunggu Davina, tidak sengaja bertemu Ardiaz" Aruna langsung menjelaskan agar Arsenio tidak salah paham.


Susah payah Arsenio meredam amarahnya. Dia bukan marah pada Aruna, tapi pada Ardiaz. Sudah jelas-jelas Aruna adalah wanita bersuami tapu dia tetap mengajak berbicara berdua. Tentu saja akan menimbulkan fitnah bagi yang melihat. Apalagi sudah banyak yang tau kalau Aruna adalah istri dari Arsenio.


Arsenio takut akan ada gosip tidak enak bila ada yang melihat Ardiaz dan Aruna bicara berdua saja.


Bersambung...