Magic

Magic
Serangan mendadak



Kota Galen mendadak tidak aman lagi. Qabil kota Galen yang tak lain adalah Ayah dari Andrea telah melakulan penggelapan dana yang harusnya diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan.


Beberapa hari lalu ada kebakaran di salah satu pabrik parfum terbesar di kota Galen. Akibat dari kebakaran tersebut hampir seribu kepala keluarha kehilangan lapangan pekerjaan.


Oleh karena itu, Usha memberikan bantuan uang tunai untuk masyarakat yang terkena dampak dari kebakaran tersebut.


Tapi dengan begitu tamaknya, Qabil Galen mengggelapkan dana tersebut Berita penggelapan itu mencuat karena laporan dari Ayah Ardiaz. Beliau tidak terima dengan perbuatan tercela dari Qabil Galen.


Ayah Ardiaz pun melaporkan berita tersebut kepada Usha. Tak lama setelahnya Qabil kota Galen pun ditangkap oleh Team Elang.


Masyarakat yang mendengar berita ini menjadi brutal dan mulai melakulan demo dimana-mana.


Mereka menuntuk keadilan dan penurunan jabatan Qabil Galen tersebut.


Demo dan berbagai serangan terjadi hampir diseluruh wilayah di Galen bahkan hingga di dekat ruko milik Arsenio.


Arsenio tidak ingin terjadi sesuatu pada Aruna. Dengan sigap dia menjaga di depan dan memohon dengan sangat pada Aruna untuk tidak keluar.


Semakin lama pasukan demo semakin membabi buta hingga Usha mengirimkan pengawal mulai dari team utama, team elang dan team yang lainnya untuk menghentikan aksi demo brutal tersebut agar tidak sampai jatuh korban.


Entah bagaimana caranya hingga jumlah pendemo samakin banyak dan semakin gencar untuk merusak fasilitas yang ada disana. Para pendemo juga menyerang semua pengawal dengan membabi buta yang tentu kalah jumlah.


Mereka menuntut keadilan atas apa yang sudah Qabil mereka perbuat. Bukan tanpa alasan mereka seperti itu, ternyata sudah dari lama Qabil Galen melakukan penggelapan dana ini. Bantuan yang harusnya di salurkan untuk masyarakat yang membutuhkan malah digunakan untuk keperluan pribadi.


Karena jumlah pendemo yang begitu banyak membuat para abdi negara ini begitu kewalahan. Bahkan Dorez pun juga ikut kewalahan.


Melihat itu Arsenio tergerak hatinya untuk membantu. Dia mengeluarkan kemampuan beladirinya. Arsenio harus melawan tanpa membuat pendemo itu terluka. Itulah mengapa para pengawal susah melakukannya. Memberi ganjaran tanpa melukai. Hal itu tentu sangat tidak mudah.


Dengan gerakan cepat seperti melompat dengan gerakan kaki melayang dan mendorong tubuh dengan cepat, Arsenio terlihat seperti sedang terbang dan mulai membekukan lawan menggunakan serangan titik beku. Artinya bila gerakan itu mengenai uluhati pendemo maka mereka otomatis tidak bisa bergerak. Kemampuan bela diri ini memang hanya dimiliki oleh Arsenio seorang.


Dengan cepat dan gesit Arsenio mulai melumpuhkan para pendemo tanpa melukai mereka. Para pengawal juga membantu menangkap korban agar mempermudah Arsenio melakukan serangan titik beku.


Ardiaz yang melihat bagaimana piawainya Arsenio dalam seni bela diri membuatnya kagum sekaligus iri di saat bersamaan.


"Dia memang sangat hebat" puji Ardiaz tulus.


Atas bantuan Arsenio, para pendemo akhirnya bisa di ringkuk. Dia pun juga menggunakan zanna yang dia miliki untuk membuat tali mengitari para pelaku yang membuat merrka tidak bisa keluar dari sana.


Arsenio menepuk pundak Ardiaz saat tugasnye telah selesai.


"Aku serahkan semua padamu" ucap Arsenio dan berlalu begitu saja.


"Terima kasih Arsen" teriak Ardiaz karena Arsenio sudah pergi menjauh.


Bersambung...