Magic

Magic
Bertemu Ardiaz



Setelah makan-makan mereka ber enam berjalan-jalan di pantai. Harmony menatap Aruna seolah bertanya tentang hubungannya dengan Arsenio. Senyum yang terlihat dari wajah Aruna membuat Harmony yakin kalau Aruna memang benar mencintai Arsenio.


"Aku senang mendengarnya. Semoga kamu bahagia selalu Aruna" kata Harmony sambil memeluk sahabat baiknya itu.


"Terima kasih Harmony, Dari dulu kamu selalu membantu ku. Kamu memang sahabat terbaikku" balas Aruna. Daviba yang mendengar semua itu langsung menyilangkan tangan di depan dada.


"Jadi aku bukan teman terbaikmu?" tuntut Davina. Aruna terkekeh. Dia melepas pelukannya pada Harmony kemudian membawa Davina dan Harmony kepelukannya.


"Kalian adalah segalanya buatku" jawab Aruna.


Mereka saling pandang kemudian tertawa bersama.


Dibelakang mereka, Baron dan Arsenio berjalan beriringan.


"Aku senang melihat Aruna bisa tersenyum kembali. Terima kasih Arsen karena sudah membuat Aruna bisa tersenyum kembali" kata Baron tulus.


"Tentu saja, itu sudah tugasku" jawab Arsenio datar.


Arsenio kemudian menarik Aruna untuk berjalan bersama. Mereka berjalan paling belakang persis seperti pasangan yang dimabuk cinta.


Arsenio bahkan tanpa malu-malu mengangkat tubuh Aruna. Menggendongnya seperti anak kecil.



"Ternyata mereka memang saling mencintai" batin Baron sendu.


Davina yang melihat perubahan raut wajah Baron kini menyadari kalau ternyata selama ini Baron menaruh hati pada Aruna.


"Mereka sweet banget" seru Harmony tidak menyangka.


"Aku bahkan sering melihat lebih dari itu" sahut Davina memberenggut


"Benarkah?" tanya Harmony tidak percaya.


Davina pun mengangguk.


"Ciuman?" tabak Harmony sambil menyatukan kedua tangannya. Seolah tangannya adalah simbul orang ciuman.


Davina kembali mengangguk.


"Astaga" ujar Harmony sambil menutup mulut tidak percaya.


"Dulu malah aku pikir kamu itu pacarnya Arsenio" imbuh Harmony.


Davina hanya tertawa saja.


"Kamu sama saja seperti Aruna. Dia sampai cemburu" sahut Davina terkekeh. Yuanda pun ikut menguping pembicaraan mereka. Dia sama herannya dengan Harmony.


"Bagaimana kalau mereka tau kalau Nio dan Aruna susah menikah ya?" batin Davina.


Davina bergidik ngeri membayangkannya.


...


Tak jauh dari tempat mereka bermain-main. Ada beberapa pemuda yang sepertinya abdi negara sama seperti Arsenio. Tapi bedanya mereka memakai seragam berwarna hitam. Dan salah satu pria itu menatap sendu pada pasangan suami istri yang sedang bermesraan itu. Dia adalah Ardiaz.


"Aruna..." ucapnya lirih.


"Apa mereka pacaran?" tanyanya dalam hati.


Salah satu pemuda itu ternyata mengenali Arsenio yang merupakan Kaptennya sendiri. Abdi negara yang juga sekaligus menjadi pengawal Usha itu merupakan anak buah dari Arsenio. Ardiaz sendiri baru ikut bergabung dan belum tau siapa kapten mereka.


"Kamu kenal?" tanya Ardiaz.


"Dia kapten kita" jawab pemuda itu pula.


"Benarkah?" tanya Ardiaz tidak percaya.


Pemuda itu pun mengangguk.


"Ternyata tuan Aesenio dan istrinya bisa se romangis itu" ujar Pemuda itu lagi.


"Istri?" tanya Ardiaz sedikit berteriak saking terkejutnya.0


"Pelankan suaramu" tegur pemuda itu. Kita sebut saja namanya Marco.


"Iya, itu istri beliau. Mereka baru menikah sekitar dua bulan lalu" jawab Marco pula.


Memang pernikahan Arsenio tidak dia tutupi, tapi dia juga tidak memberitahu semua orang. Hanya orang yang bertanya saja dia beritau. Itulah Arsenio. Orangnya sangat tertutup.


Ardiaz merasakan hatinya begitu sakit.


"Arunaku... Ternyata kamu sudah menjadi istri orang lain" batin Ardiaz nelangsa.


Pasukan pengawal itu kemudian menghanpiri Arsenio termasuk Ardiaz. Bagaimanapun mereka harus sopan saat bertemu kapten mereka.


"Selamat siang tuan" sapa mereka hormat.


Aruna yang bergelayut manja merasa malu, langsung saja dia melepas belitan tangannya.


"Selamat siang, silahkan lanjutkan tugas kalian" sahut Arsenio.


Mereka pun mengangguk hormat. Perhatian Arsenio kemudian tertuju pada salah satu pengawal itu yang tidak lain adalah Ardiaz.


Aruna pun kini melihat Ardiaz secara langsung.


"Ardiaz.. Lama tidak bertemu " kata Arsenio sambil mengulurkan tangannya. Para pengawal yang hendak berlalu menghentikan langkahnya setelah mendengar kata salam dari kapten mereka untuk Ardiaz.


"Yang lain bisa kembali bertugas , biar Ardiaz disini bersamaku" ujar Arsenio memberi perintah.


Pengawal itu pun meninggalkan Arsenio dan Ardiaz disana.


"Apa kabar?" tanya Arsenio masih mengulurkan tangannya yang belum menerima balasan juga.


Ardiaz yang awalnya syok kemudian membalas uluran tangan tersebut.


"Aku baik, senang bertemu dengan mu" jawab Ardiaz.


"Apa kabar Aruna?" tanya Ardiaz yang hendak menyalami Aruna. Tapi dengan cepat Arsenio menghalau tangan tersebut.


Harmony dan ketiga temannya menyaksikan sendiri bagaimana posesifnya Arsenio pada Aruna.


"Akan ada perang dunia ketiga" celetuk Yuanda.


Davina yang mendengar itu pun tidak bisa menahan tawanya.


"Ssstt.." tegus Baron sambil menempelkan telunjuk dibibirnya sendiri.


"Kena agi deh aku" batin Davina sebal.


Bersambung...