Mafia Boss Little Wife

Mafia Boss Little Wife
Part 98



Levi dan Felice di perusahaan Ax Company sedang berjuang untuk mempertahankan nilai saham yang makin menurun dari waktu ke waktu.


Ada seseorang yang sedang bermain dengan data perusahaan dan membocorkan data perusahaan Ax Company. Tidak terlalu besar, namun informasi sepuluh persen saja bisa menurunkan nilai sebuah perusahaan jika dibiarkan di kelola oleh pihak yang salah.


Levi sedang berkutat dengan laptop milik kakaknya. Disana informasi mudah di dapatkan karena benda yang berbentuk seperti buku itu adalah alat tercanggih yang di miliki oleh perusahaan mereka.


"Felice, aku sudah mengirim file ke email mu tentang identitas yang meretas data perusahaan. Kirimkan ke dapartemen IT dan suruh mereka dalam tiga puluh menit membawa laporannya pada ku!" perintah Levi.


Dengan cepat Felice pergi dari tempat itu dan menuju dapartemen IT. Merekalah penanggung jawab perusahaan saat ini.


Max? Dia sedang berada di markas untuk mengelola markas. Salah satu dari casino mereka di serang oleh pihak tidak di kenal.


Seharusnya Max yang berada di perusahaan dan Levi yang berada di markas bukan? Namun perintah Rhadika adalah mutlak demi meningkatkan keahlian adik-adiknya di situasi darurat seperti ini.


Max di markas di bantu oleh Clasy. Seiring dengan berjalannya waktu, Max mulai mengajak Clasy ke markas atas perintah dari Rhadika.


Setelah melihat pengorbanan Clasy selama ini, Max mengungkapkan bahwa rasa curiga Levi sebelumnya adalah hanya asumsi saja dan tidak benar terjadi. Oleh karena itu Dika meminta Max agar lebih mengajari Clasy.


Seperti saat ini, saat salah satu casino cabang hiburan dari klan Ghost Lion di serang entah siapa. Membuat kerugian finansial yang lumayan untuk casino itu.


Clasy di bawa dengan menggunakan penutup wajah agar tidak di ketahui orang identitasnya. Di tempat casino yang di datangi oleh Clasy dan Max bersama dengan anggota lainnya sudah tidak berbentuk. Darah mengalir di mana-mana.


"Tetap di belakang ku," seru Max menatap ke arah Clasy yang sedang memegang senjata laras panjang ditangannya. Clasy mengangguk dan mengikuti Max dari belakang.


Para musuh berdatangan dan menyerang ke arah pria dan wanita itu. Bahkan Clasy tidak di berikan oleh Max untuk menembak dan selalu saja melindungi Clasy.


Melihat beberapa peluru secara serentak ke arah mereka, Max langsung mendorong Clasy ke salah satu sudut tiang dan benda yang berdiri tegak itu menjadi sasaran peluru.


"Tuan, kenapa anda tidak memberikan saya kesempatan? Bagiamana bisa saya bisa tambah kuat jika selalu di lindungi seperti anak kecil," seru Clasy kesal karena selalu di lindungi. Bibir wanita itu terlihat mengerucut.


Max yang melihat ocehan wanita didepannya langsung berbalik. Dia tidak bisa menahan senyuman tipisnya yang tidak ingin di tunjukkan pada wanita yang belakangan ini menemani hari-harinya.


"Aku melakukannya karna aku tau kau belum mampu," jawab Max membelakangi Clasy. "Bagaimana tuan tau kalau aku mampu atau tidak?" tanya Clasy. Tiba-tiba dari arah belakang ada satu peluru yang mengarah ke arah Max.


Dengan sigap Clasy mendorong Max dengan tubuhnya sambil memuntahkan timah panasnya ke arah si musuh. Clasy jatuh dalam pelukan Max. Sadar akan apa yang barusan terjadi, Clasy tersenyum smirk.


"Sudah ku katakan aku bisa tuan Max," senyum Clasy terbit begitu saja ketika dia sudah menunjukkan kehebatannya dengan insting yang di milikinya barusan. Namun Clasy tidak sadar dengan posisi dirinya saat ini.


"Maaf Tuan," ucap Clasy. Kesombongannya yang tadi hilang entah ke mana. Kemudian mereka berdua bangkit dan menjalankan misi kembali. Saat berjalan, Clasy tidak sengaja menginjak tangan salah satu mayat.


Karena merasa kaget, Clasy langsung mengarahkan senjatanya ke arah mayat tersebut. "Ck, hati-hati!" ucap Max karena melihat Clasy kaget.


Max berjalan didepan, sedangkan dirinya masih setia mengamati simbol yang ada di tangan pria yang sedang tergeletak di kakinya. Dia tersenyum sinis dan mengikuti langkah Max yang sudah agak jauh di depannya.


**


"Ck, kenapa wajah mu seperti itu? Sudah ku katakan kau hanya seperti ku sebagai pelampiasan," seru Maura enteng.


"Kau lihat, betapa sayangnya Rhadika pada putrinya." Maura semakin melempar gas ke dalam kobaran api.


Ros yang awalnya sudah sejak tadi berusaha menahan rasa sakit hatinya kini tidak terbendung lagi. Dia terlihat menggenggam pinggiran kursi sebagai rasa pelampiasan.


Bagaimana tidak, dia melihat suaminya dengan penuh bahagia mengangkat gadis itu ke pelukannya. Gadis itu juga tampak sangat menyayangi Rhadika.


"Hoho, jangan merasa sebagai pelakor Rosaline. Kau itu bukan pelakor, tapi kau adalah jembatan Rhadika mendapatkan kebahagiannya bersama Lili," ucap Maura agar menjatuhkan saingannya beberapa waktu ini agar semakin jatuh.


Ros melepaskan pegangannya, dia memasukkan tangannya ke dalam sweater kebesaran miliknya. Dia mengepalkan tangannya sekuat mungkin. Dia tidak akan terlihat lemah di depan lawannya. Dia berbalik sebentar dan menghapus air matanya.


Dia berbalik ke arah Maura. Di balik maskernya Ros tertawa. Dan hal itu sukses membuat Maura merasa heran.


"Bagaimana wanita ini masih bisa tersenyum? Bukankah seharusnya dia menangis atau bunuh diri saja. Bukankah hati wanita ini begitu lemah?" Beberapa pertanyaan muncul di hati Maura.


"Maura... Maura, kau pikir aku selemah itu?" tanya Ros. "Kau pikir aku akan berlari menabrakkan diri ku pada mobil yang sedang melaju kencang. Kau pikir aku akan melompat dari jurang untuk bunuh diri?" Ros menjeda ucapannya sebentar.


"Kau pikir aku itu wanita lemah seperti yang kau pikirkan? Of course not," seru Ros. Kemudian dia berbalik dan meninggalkan Maura yang sedang kebingungan di sana.


Ros yang sudah berbalik langsung tumpah air matanya. Dia memukul-mukul dadanya yang begitu sesak tapi tidak karena sesak nafas. Setelah melihat dia hilang dari pandangan Maura, dia keluar dari restoran itu.


Dia berjalan entah sudah seberapa jauh sambil meratapi nasibnya. Saat ini dia sudah berada di jalanan sepi yang dikelilingi pohon. Tanpa pikir panjang, ketika melihat sebuah mobil di pinggiran itu berhenti dalam keadaan menyala, dia langsung memasuki mobil tersebut.


Jangan lupa like nya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘


Horasโœ‹