Mafia Boss Little Wife

Mafia Boss Little Wife
Part 56



Darah di bibir Ros sudah mulai terlihat lebih banyak. Darah dari tangannya juga sudah mulai menetes ke lantai. Atasan nya sudah mulai berantakan. Ros berusaha untuk tetap membuka matanya.


Para pria itu mulai menatap nyalang kearah Ros, membuat wanita yang sudah mulai diambang gairah itu semakin merasa jijik pada dirinya sendiri karena akan dijamah oleh pria yang paling menjijikkan menurutnya.


"Kita akan melakukan nya secara bergilir. Jadi harus sabar" ucap pria A sambil tertawa.


"Yah benar, dimulai dari dua orang saja. Bagaimana, deal!" tanya pria B dan diangguki setuju oleh pengawal lainnya.


Dua orang pria yang masih memakai setelan lengkap maju berjalan menuju Ros. Wanita itu mulai beringsut mundur ke sudut ruangan ketika melihat kedua pria baj*ingan itu mendekat.


"Aku mohon, selamat kan aku. Aku benar-benar hanya ingin menjadi milikmu seutuhnya," batin Ros berharap dalam hati agar suaminya datang tepat waktu.


Prinsip pernikahan seorang Rosaline Browns adalah hanya akan menikah satu kali dan hanya akan memadu kasih bersama pria yang sudah dicintainya sekarang. Berharap tidak akan berubah dan akan bertahan hingga maut memisahkan mereka. Itulah harapannya saat dia mulai jatuh dalam hati suaminya.


Sedangkan di sebuah kamar dengan tamaran lampu yang sangat redup, seorang wanita sedang mengangkang di bawah seorang pria.


Pria itu memacu sesuka hati dan tanpa aba-aba dan tempo yang tak tentu. Sedangkan wanita dibawahnya sudah mengerang nikmat dan sudah basah beberapa kali.


Namun pria diatasnya tidak merasa lelah sedikitpun, melainkan bertambah semangat memacu miliknya untuk memasuki wanita dibawahnya. Dia tidak bersuara sedikit pun dan hanya berpacu dalam diam.


"Ahh...ahhh... I'm tired Rhadika. Can you stop.. ah..ahh ep. Ki...ta akan me..ah... lakukan nya lagi setelah beris...ah tirahat sejenak," seru wanita yang sudah lelah ditunggangi oleh pria idamannya disela-sela desahannya.


Dengan kasar pria itu semakin gencar menggoyangkan pinggulnya karena sudah semakin dekat dengan pelepasannya.


Pria muda yang sejak tadi duduk di sofa memakai handset untuk mendengar lagu Agnes Monica yang adalah fans kakak iparnya mulai merasa bosan.


Dia penasaran siapa wanita itu dan mengapa Kakak iparnya begitu menyukai artis Indonesia itu. Benar saja, saat mendengar suara nya terdengar menantang dan kadang sangat merdu. Namun pada akhirnya Levi bisa juga dengan kegiatan seperti itu.


Setelah melepaskan handset itu, dia langsung mendengar suara-suara yang paling dibencinya ketika ingin ke kamar kakaknya saat di mansion. "Bukankah itu seperti suara kelinci kecil Kakak ketika berci...."


"Ah...ah... faster," seru wanita yang sedang berada di ujung gairah itu. Decitan percintaan mereka membuat Levi tidak tahan. Apalagi wanita itu adalah wanita paling menjijikkan yang di suruh kakaknya untuk dibawa ke markas.


"Can you stopped breng*sek," teriak Levi tidak terima mendengar suara itu. Bagaimana dia seorang pria muda yang masih berumur 17 tahun mendengar hal seperti itu. Apalagi dia masih belum bisa mendapatkan cintanya dan belum mencicipi hal semacam itu.


Kakaknya selalu saja mengatakan kepada Levi bahwa itu sangat nikmat dan menyarankan Levi untuk mencobanya. Dan Levi selalu berdecih mendengar itu. Bagaimana seorang kakak mengajari adiknya untuk melakukan hal seperti itu sebelum menikah. Kadang Levi heran melihat sikap kakak nya itu.


**


Digudang tempat Ros disekap, Ros bertahan dengan kesadarannya yang tak seberapa. Dia melihat sekitarnya, dan tidak menemukan apapun untuk dijadikan alat perlawanan. Dia mulai takut karena tidak bisa melakukan perlawanan, namun secara sekilas dia melihat sesuatu dipinggang pria yang sedang mendekat dengannya.


Ros berhenti bergerak dan menetap ditempat nya. "Kenapa wanita cantik, apakah kamu sudah pasrah dan ingin kami jamah dan puaskan? ucap pria A.


"Tenanglah wanita cantik, kami akan melakukannya dengan pelan lembut dan akan membawa mu melayang merasakan kenikmatan duniawi yang tiada tara," ucap pria B.


"Yah, mendekatlah. Aku menginginkan sentuhan kalian," ucap Ros. Sebenarnya dia sangat jijik mengatakan hal itu. Namun demi keh


Kedua pria itu mendekat dan dengan sekuat tenaga Ros meraih pinggang si pria A.


DOR DOR


Dua peluru menembus jantung pria A dan mata pria B. Pengawal lainnya merasa kaget dan menolong sipria B.


Dengan pandangan yang mulai buram, Ros mengarahkan pistol ke arah pria yang ada disana dalam keadaan duduk bersandar di sudut.


"Mundur! Aku bilang mundur," teriak Ros berusaha mengangkat pistol itu. Semua pria disana mulai mundur.


Sebuah moncong pistol tiba-tiba diarahkan ke kepala samping Ros. "Letakkan pistol nya atau peluru akan langsung menembus kepala mu," seru pria yang ternyata adalah salah satu pengawal Maura.


Karena pandangan Ros yang sudah mulai buram, dia tidak memperhatikan ada seseorang menyelip diantara pria itu tadi.


Dengan pasrah Ros meletakkan senjata itu. Pria yang lain mulai mendekat dan menatap penuh naf*su kearah Ros. Wanita itu hanya pasrah dan sepenuhnya pasrah akan keadaan.


"Sedikit saja kau bergerak dan melawan. Habislah kau!" seru pria yang disamping Ros tetap menodongkan senjata ditangannya.


Pria yang satu sudah menyentuh bagian leher Ros. Wanita itu diam tidak memberontak. Kesadaran nya sudah mulai diluar kemampuannya untuk bertahan.


BRAK


Tiba-tiba pintu gudang itu ditendang dengan keras. Pria dengan berperawakan tinggi dengan wajah merah dan tajam terlihat marah melihat pria yang sedang mem gang leher wanitanya. Seluruh orang digudang itu melihat siapa yang datang, termasuk Rosaline.


**


Dia tersenyum lalu ambruk di lantai.


Dor


Satu peluru bersarang di kepala pria yang berada disamping wanitanya. Semua orang langsung mengeluarkan peluru masing-masing. Dengan sigap Dika mengeluarkan timah panasnya dan berguling dengan cepat ke arah dinding.


Max ambil alih untuk mengurus beberapa pria di bagian sebelah kanan. Sedangkan Dika fokus ke pada pria yang dengan berani menyentuh wanita nya. Meskipun beberapa peluru hampir mengenai dirinya, namun dengan sigap dia selalu bisa menghindar.


Max meratakan semua manusia sampah yang berani ingin menggilir sang nyonya. Pengawal lain juga dengan bringas meninju dan menembak musuh.


Semua pengawal Maura dibabat habis oleh klan Black Sky yang ikut andil dalam misi itu.


KRETAK


Terdengar suara tulang yang patah di ruangan itu.


BUG


Bogeman mentah kembali melayang di perutnya. Pria yang berani menyentuh Ros tadi tangannya patah ditambah darah keluar dari mulutnya.


"Tuan, nyonya butuh bantuan anda sekarang. Kita akan mengurus baj*ingan itu nanti," seru Max berusaha meredakan amarah tuannya. Jurus yang tepat adalah mengandalkan keadaan nyonya muda mereka.


"Bawa dia ke markas. Aku tidak ingin ada yang menyiksanya. Aku sendiri yang akan menghabisi nya nanti."


Dika mengangkat tubuh istrinya ke dalam dekapan nya. Dia berjalan cepat disusul oleh Max. Dengan sigap Max membuka pintu mobil untuk tuan nya dan segera memasuki mobil.


Perjalanan ketempat ini benar-benar membutuhkan waktu. Ros tiba-tiba bergerak dan menggeliat tak karuan di pelukan sang suami.


"Baby tenang lah, Levi akan mengobati mu di rumah," seru Dika. "Bertahanlah!" Dika beharap istrinya bisa menahan gairah akibat obat perangsang itu.


Namun ucapan itu tak dihiraukan oleh sang wanita. Ros mulai meraba-raba dengan halus dada suaminya. Mencium bahkan menyesap lebih dalam. Tangannya bergerilya kesana kemari hingga kebagian inti Dika.


"Max cari hotel terdekat. Istriku mendapatkan dosis yang tinggi," seru Dika berusaha menahan tangan istrinya yang mulai membuka pakaiannya. Dika melepaskan jas formalnya dan membalut tubuh sang istri agar tidak melakukan hal-hal seperti tadi.


Jangan lupa likenya ๐Ÿ˜Š


Horas๐Ÿ‘