
"Tuan, saya mohon lepaskan saya!" tangan Clasy sudah sekuat tenaga memukul dan menarik tangan Max, namun tidak berguna sama sekali.
Max tersenyum iblis. "Apa yang saya dapatkan jika melepaskan mu?" tanya Max. Seorang asisten pebisnis tentunya harus dapat imbalan disetiap transaksi yang dilakukannya. Rugi? Hal yang tidak pernah dialami asisten pria itu.
"Saya tidak memiliki apapun Tuan selain diri saya sendiri. Saya tidak memiliki uang ataupun harta apapun yang bisa saya berikan pada anda," jelas Clasy sambil memukul kuat tangan yang mencengangkan rahangnya.
Bug
Clasy dilemparkan dengan kasar ke lantai. Bukan merasa sakit karena pukulan wanita itu. Namun, hatinya merasa tidak tega melihat wajah kesakitan wanita yang diklaim penghianat oleh adik tuannya. Wajahnya tetap datar menatap wanita yang terbatuk dan sedang tersungkur itu.
Max berbalik dan menatap kearah jendela. "Jelaskan! Siapa yang kau telepon satu jam sebelum keberangkatan nyonya ke pesta waktu itu," Max berbicara tanpa berbalik melihat ekspresi wanita dibelakangnya.
"Uhuk...uhuk. Itu telepon dari ayah saya Tuan. Ayah saya menelepon karena sedang berada di rumah sakit dan akan melakukan pemeriksaan rutin," Clasy menjelaskan dengan keadaan terbatuk.
Max berbalik meneliti ekspresi wanita yang masih duduk di lantai. Max menatap lekat wajah Clasy. Wanita itu, wajahnya biasa saja. Tidak ada rasa ketakutan, gugup atau semacamnya.
**
Diruang penyiksaan Levi sedang berdiri tegap dihadapan pria yang ternyata adalah salah satu penghianat di mansion ini.
"Siapa namamu?" tanyanya dengan tatapan tajam. Pengawal yang sedang diikat dilantai tidak buka suara malah menangis seperti banci.
BUG
Levi melayangkan bogeman mentah ke wajah pria itu. Pengawal yang tadinya sudah memuntahkan darah, kini bibirnya robek. Darah segar keluar dari mulut pria itu.
"Siksa dia, tapi jangan sampai mati. Kakakku yang akan menghabisi nyawanya sesuai permintaan darinya."
Levi kembali mencengkeram rahang pria itu dengan kuat. "Aku sudah memberikan penawaran untuk mengampuni nyawamu tadi. But, kau lebih memilih kakak iblis ku untuk menghabisi nyawamu," ucapnya menghempaskan rahang pengawal itu hingga tersungkur ke lantai.
Sedangkan di kamar Rhadika pria itu mulai tidak nyaman dengan aktivitas wanita yang sedang duduk diperutnya.
"Kenapa kau mengikat tangan ku Baby?"
"Agar aku lebih leluasa melakukan rencana ku Sayang."Setelah memastikan ikatan itu tidak akan bisa lepas, wanita itu menunduk dan mendekat ke telinga pria itu.
"Terimalah pembalasan ku Sayang karena sudah membohongi tentang penembakan dipesta. Ah, dan satu lagi, kau menyuruh Levi juga mengerjai ku tadi malam," ucap Ros sensual dan menggigit kecil dan lembut telinga prianya.
Dika tersenyum melihat tingkah liar istrinya. "I waiting for that," batin Dika dalam hati. (Aku menunggunya).
Wanita itu turun dari ranjang dan pergi keruang walk in closet. Setelah beberapa menit dia keluar dengan pakaian seksinya. Berjalan keluar dan menatap suaminya yang berbaring dengan keadaan tangan terikat kuat.
Rose bersandar di depan pintu walk in closet dan menghadap sang suami. Belahan dada rendah, tulang selangka mulus, bahkan paha hingga pinggul padatnya terekspos sempurna. Pria mana yang tahan jika melihat wanita yang dicintainya sudah seksi dan menggoda seperti itu?
"Bagaimana menurut mu Sayang. Apakah cocok?" tanya Ros sensual sambil meraba bagian tulang selangka yang sedang terekspos.
Dika mengeram disana melihat pakaian seksi istrinya. "Sial, hanya melihat itu saja darah ku sudah mulai mendidih," batinnya melihat istri kecilnya.
Ros berjalan kearah tempat tidur ala-ala model terseksi sejagat raya. Melenggak-lenggok kan pinggulnya berjalan kearah ranjang. Kemudian naik merangkak keatas perut sixpack suaminya.
Meraba halus rahang suaminya sambil menunduk menjelajahi dada bidang pria dibawahnya nya. Bongkahan kembar miliknya yang sangat putih dan lembut terpampang menggantung didepan wajah Dika.
Dika mengeram, napasnya mulai tidak beraturan melihat betapa seksinya istri kecil yang sedang bermain diatasnya. Dia berusaha melepaskan ikatan tangannya, namun dasi itu bukanlah kualitas murahan yang bisa di putuskan secara mudah.
Ditambah istrinya yang sedang bermain diperut kotak-kotaknya, tenaganya seperti terserap habis. Dia lemah sekarang, seperti orang yang diserap habis energi nya hingga tak berdaya.
"Memang benar, kaulah bos nya dirumah ini Sayang. Kau bisa memerintahkan siapapun untuk melakukan apapun kemauan mu. But, sekarang akulah ratunya. Kau berada dibawah kendali ku," ucap Ros. Bibir nya tertarik keatas seakan mengejek pria dibawahnya.
"Baby, jangan sampai aku bisa melepaskan tali ini dan menghabisi mu sampai tidak bisa berjalan," ucap Dika dengan wajah yang memerah berusaha menahan gairahnya.
"Ouh, aku takut," ucap Ros dengan wajah dibuat setakut mungkin. Dia menunduk dan mencium lembut rahang suaminya. "Lakukan jika kau mampu Sayang. Aku menunggunya," ucap Ros dengan suara menantang seakan dia lah the winner(pemenangnya).
Ros kembali melakukan aktivitasnya. pinggulnya terekspos sempurna, tulang selangka putihnya seakan menantang untuk disesap.
Menyusuri satu persatu perut kotak-kotak suaminya, tangan mungilnya mencubit pelan, mencium lembut m mbuat pria disana gelisah merasakan sentuhan sensualnya.
"Ah, Baby, milikku sudah tidak tahan. Lakukan Baby," Dika menatap sayu kearah istrinya. Gairah sudah sepenuhnya memenuhi kepalanya.
Ros tersenyum sinis. Ia memundurkan pinggulnya kearah junior suaminya yang sudah menegang namun tetap terbungkus aman.
"Tidak semudah itu Sayang. Belum setimpal dengan yang kau lakukan padaku." Ros merasakan sesuatu sedang membengkak dan mengeras dibawah duduknya.
Menggoyang pinggulnya disana dengan pelan dan lembut. Ros tersenyum melihat wajah frustasi suaminya.
"Ah, ini sangat menyenangkan dan nikmat," ucap Ros menunduk menampakkan gunung kembarnya didepan wajah suaminya. Dengan sengaja wanita seksi itu menggesekkan bongkahan kembarnya kedada bidang suaminya.
Benda kenyal yang menyentuh dada bidang pria membuatnya semakin frustasi. Dika sedang berusaha mati-matian melepaskan ikatan disana. Gairahnya sudah diambang batas, namun sialnya ikut itu seperti lebih kencang menahan tangannya.
Ketika Ros sedang asyik mengesek-gesekkan bongkahan kembarnya, Dika membalikkan posisi meskipun tangannya terikat kuat.
Dengan rakus dia menyesap benda kenyal yang sedang terokspos didepannya.
"Emmm, ahhh," Ros mend*esah karena ulah rakus suaminya.
Melihat Dika mulai menggerakkan kakinya untuk mengungkung tubuh kecilnya, dengan gerakan cepat Ros mendorong dan berguling kearah samping.
Sukses, dia berhasil terlepas dari orang yang ingin mengungkung nya. Dika berbalik dan duduk bersandar di ranjang. Wajahnya memerah pertanda frustasi menahan gairah yang sudah beranda di puncak ubun-ubun.
Terlihat wanita seksi itu tersenyum penuh kemenangan. "Rasanya sangat lapa," ucap wanita seksi itu sambil memegang perutnya. "Aku ingin ke dapur, sepertinya pakaian ini tidak terlalu buruk," seru Ros memandangi gaun seksinya.
"Mungkin paman Vill disana, Odion, bahkan pengawal lain. Boleh juga," seru Ros seperti sedang memikirkan sesuatu sambil melirik pria yang ada diranjang.
"Jangan berani ke dapur dengan pakaian seperti itu," Dika berucap gelisah sambil berusaha membuka dasi yang sedang mengikat kedua tangannya.
"Kenap Sayang. Gaun ini sangat cantik," sangat cocok." Ros tersenyum puas.
"Selangkah saja kau berani menginjakkan kaki mu keluar dari kamar ini, aku benar-benar tidak akan mengampuni mu. Sebesar apa pun usahamu untuk memintaku berhenti nanti, aku tidak akan menurutinya," seru Dika dengan wajah serius.
"Benarkah, bagaimana jika aku keluar sekarang?" Ros tersenyum tipis seakan mengatakan "Kau kalah suamiku."
Sebenarnya dia juga tidak berani keluar dari kamar ini. Bukan tipenya untuk mengumbar tubuhnya pada laki-laki yang bukan suaminya. Dia hanya akting saja untuk membalas ulah suaminya.
Ros memegang gagang pintu, sebentar berbalik dan tersenyum tipis mengedipkan sebelah mata jernihnya, memandang mengejek pria di ranjang sana.
Ros tidak sadar bahwa dasi itu satu persatu sudah terlepas dari tangan kanan pria itu. Tangan pria itu segera menarik kasar semua dasi ditangan kirinya.
"I got you Baby girl," ucap pria itu tersenyum smirk.
LIKE, KOMEN, SAMA FAVORITNYA MAK AGAR SELALU MENDAPATKAN NOTIFIKASI UPDATENYA๐๐๐๐๐
Horas๐