
Dika langsung berlari kearah wanitanya dengan senyum smirk khas miliknya. Memeluk erat dari belakang.
GREP
"I got you Baby girl," ucapnya menghempaskan nafas hangatnya pada leher putih mulus sang wanita.
Mata wanita yang menjadi sasaran mangsa saat ini melotot kan matanya tak percaya."Habislah aku," batin wanita itu.
Tubuhnya tiba-tiba melayang di udara. Dengan lembut suaminya membaringkan dia di ranjang. Keadaan sekarang tidak menguntungkan wanita itu.
Kedua kakinya sudah mengangkang sempurna dengan tubuh suami tampannya yang berada ditengah kedua pahanya.
"Kau salah Baby girl, menantang suamimu yang adalah seorang bos mafia paling ditakuti! But, if it's my wife, aku akan menerima tantangan mu dengan senang hati," ucapnya kembali mencium lembut dada terekspos milik wanita dibawahnya.
Ros kalah, suaminya tau letak sensitif bagian dirinya. Suara itu memalukan itu pun tidak bisa ditahan oleh wanita itu meskipun sudah menggigit bibirnya.
"Sa...yang ah..em... kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik." Ros berbicara disela-sela cumb*uan suaminya.
"Benarkah Baby. Apa kau ingin membicarakan gaya apa, berapa lama, posisi seperti apa. Atau kau ingin diatas Baby?" seru Dika sambil meraba paha mulus istrinya dengan sensual.
"Maksudku Sayang, tadi aku hanya bercanda. Aku tidak bermaksud menantang mu. Bisakah kita berhenti, maksudku kita makan atau latihan menemb...," ucapan itu terhenti ketika bibirnya sudah dibungkam oleh bibir suaminya.
"Aku tadi sudah mengatakan jika sampai ikatan tanganku bisa lepas, akan kuhabisi kau sampai tidak bisa berjalan! Kau yang lebih dulu menantang bos mafia ini Baby. Sekarang terimalah akibat perbuatan mu." Dika mulai melancarkan aksi yang memang sangat ditunggunya.
Ros pasrah, ucapan suaminya pasti mutlak. Ciuman sensual Dika dimulai dengan menyatukan kedua bibir yang sudah sering saling bertautan itu. Kemudian turun ke leher putih mulus itu.
Bagi Ros, sentuhan itu sangat memabukkan. Setiap inci lehernya diabsen sedetail mungkin oleh suaminya. Turun hingga ke gunung putih mulus nya.
"Kau salah menantang suamimu yang sudah ahli untuk bermain diatas tubuh wanita Baby."
"Ahli?" batin Ros. Namun pikiran itu buyar ketika sang suami dengan tidak sabaran merobek gaun seksinya.
Srek
Baju seksi itu dirobek tak berbentuk lagi. Bongkahan itu terpampang jelas tanpa ada pengahalang. "Ternyata kau sudah mempersiapkan semua nya Baby. Aku tidak perlu berusaha untuk membuka penutup benda favoritku," ucapnya langsung memijat lembut gunung kembar itu.
Namun satu saja yang menjadi favorit Dika, benda padat dan lembut sebelah kanan yang dihiasi oleh tahi lalat. Dia bermain lama disana, mengu*lum, mer*emas, menghisap pucuk pink itu. Bahkan wanita disana sampai marah akibat aksi suaminya.
"Sayang perih, jangan disana terus!"Dika tersenyum simpul. "Apakah itu kode untukku Baby, agar aku langsung pada intinya. Kau memang liar Baby girl." Ros serba salah, niatanya malah dianggap sebagai mesum.
"Dengan senang hati Baby." Ciuman itu turun hingga keperut rata istrinya. Sedangkan tangannya sudah mengusap lembut gua hangat milik istrinya dibawah sana.
Dika akan menyiksa istrinya, dengan menahan sebentar aktivitas inti mereka. Dika memasukkan satu jari nya kedalam gua hangat itu. Selanjutnya dia memasuk dua jarinya kedalam gua hangat itu.
"Ah.. ah... Sayang, jangan mempermainkan Ku. Lakukan cepat, aku sudah tidak tahan!" Ros sudah melakukan pelepasan hingga dua kali, namun suaminya masih setia mempermainkan nya.
Dika tersenyum disana. "Lakukan apa Baby, katakan dengan jelas." Dika masih setia menarik ulur waktu dan keadaan.
"Tidak semudah itu Baby." Dika langsung menahan istrinya dan memasukkan juniornya ke sarangnya. "Ssshh, masih sempit Baby, masih susah masuk." Ros juga masih merasakan sakit, tapi tidak sesakit saat pertama kalinya.
"Sakit," lirihnya. Dika langsung berhenti dari aktivitas panasnya. Siapa yang tega melihat wajah kesakitan wanita yang disayanginya?
"Kita berhenti saja Baby, hmm," ucapnya mengusap air mata yang keluar dari mata istrinya. Ros menggelengkan kepalanya pertanda tidak ingin berhenti.
Dika mengerti akan kode istrinya.
"Sayang, aku... dalemin yah. Biar kerasa semua, yah," ucap Dika kemudian memasukkan semua juniornya kedalam milik istrinya.
Permainan panas itu baru saja dimulai. Dika memompa di dalam milik istrinya hingga berjam jam dengan gaya berbeda-beda. Bahkan wanita yang sedang menungging itu frustasi karena fantasi ber*cinta liar suaminya.
"Ah... sudah...sudah. Aku sudah lelah!" pintanya pada sang suami yang sedang memasuki miliknya. Sudah lebih dari dua kali suaminya mendapatkan pelepasan namun tetap tidak mau berhenti.
"Aku sampai Baby," ucap pria itu. Setelah pelepasan terakhirnya, dia ambruk dibelahan dada istrinya. Selama 15 menit napas keduanya sudah beraturan, Dika bangkit dan menggendong istrinya.
"Nanti saja mandinya, aku sudah lelah," ucapnya kemudian bersandar di dada bidang suaminya.
"Siapa bilang kita akan mandi Baby. Kita akan mencari sensasi baru didalam bathroom nanti." Wanita yang hampir menutup mata tadi karena kelelahan, kini melotot tak percaya mendengar ucapan suaminya.
Sesuai janji Dika tadi, dia tidak akan berhenti meskipun istrinya sudah berusaha, sebesar apapun itu. "Sayang aku cape, belum lagi ini sudah telat makan pagi," ucap Ros dengan mata yang dibuat semenyedihkan mungkin.
"Satu ronde Baby. Kita akan melakukannya dengan satu ronde saja, jika kau mampu mengimbangi ku. But, jika kau tumbang sebelum akhir. Itu artinya, kita akan melanjutkan kembali," seru Dika dengan senyum smirknya sambil berjalan kearah kamar mandi.
Skakmat, Ros tidak bisa membantah atau pun berkutik lagi. Dipikirannya saat ini harus mampu sampai akhir.
Dan benar saja, suaminya melakukan kembali didbawah guyuran shower. Ros tidak habis pikir, kenapa fantasi berc*inta suaminya begitu liar. Saat ini dia bersandar di ding-ding bathroom dan menghadap suaminya yang sedang bekerja dibagian intinya.
Saat pelepasan terakhir, menerima semburan hangat dirahimnya, kaki Ros bergetar kuat. Dia ambruk didada bidang suaminya.
"Aku lelah. Aku ingin tidur," seru Ros memeluk suaminya sambil menutup mata. Dika tersenyum, "sepertinya sudah cukup aku menghukum wanita kecil ini," batinnya membopong istri kecilnya kedalam bath up.
🌼🌼
Lagi-lagi dialah yang harus membersihkan tubuh istrinya setelah mereka selesai berc*inta. Tapi itu tidak masalah, karena dia bekerja untuk tubuh istri tercintanya.
Dia berhenti sebentar menggosok tubuh istrinya. Bibirnya mencium lembut perut rata istrinya.
"Cepatlah tumbuh my princess," ucapnya mengelus lembut perut istrinya. Yah, Dika memang sangat menginginkan seorang putri seperti istrinya. Jika laki-laki, dia takut tidak akan bisa bersaing nanti.
Setelah selesai membersihkan tubuh istrinya, Dika dengan segera membersihkan tubuhnya sendiri dan bergegas mengangkat istrinya ketempat tidur.
Mereka juga tidur dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benangpun.
Saat pukul 02.00 siang seorang wanita terbangun dari tidurnya karena merasakan sebelah gunung kembarnya disentuh lembut dan basah.