
Seorang wanita terlihat marah-marah di depan seorang gadis remaja. Namun gadis itu santai saja sambil memakan Snack yang berada didepannya. Dengan sengaja dia menggunakan handset bluetooth kecil.
Meskipun dia tidak mendengarkan apapun melalui handset itu, tapi dia pura-pura tidak mendengar wanita yang marah-marah tidak jelas di depannya.
"Apa kau mendengarkan aku?" teriak wanita itu. Dia melihat ke arah telinga putrinya dan benar saja sesuai dugaannya.
Dengan kasar wanita itu mengambil paksa handset yang berada di telinga anaknya. Dia melempar sembarangan benda kembar itu.
"Apa?" tanya gadis itu menatap santai ke arah wanita yang sedang berdiri di depannya. "Jika orang tua bicara, dengarkan. Berlakulah seperti gadis pada umumnya, jangan bersikap seperti seorang gadis pembangkang seperti ini!"
"Pembangkang?" Bagaimana dengan mu? Excuse me, apa anda bisa koreksi diri. Look at your self, before you talking about another people?" jawab gadis itu. (Lihat dirimu dulu sebelum membicarakan orang lain) Wajah datar dan cueknya tetap setia menemani kekacauan saat ini.
"Sopan sedikit pada mommy mu Aurora?" teriak wanita itu kembali. mendengar kata mommy, gadis itu tersenyum tipis.
"Mommy? Sejak kapan?" gadis itu terkekeh mendengar kata mommy yang keluar dari mulut wanita itu.
"Apa kau sedikit saja tidak menganggap ku sebagai orang tua mu? Bahkan aku mempertaruhkan nyawaku untuk mengandung mu. Apa ini balasan mu?" tanya wanita itu.
"Apa aku pernah meminta mu untuk melahirkan aku? Apa aku pernah memohon untuk tumbuh di rahim mu? Aku tau kau punya jawaban yang pasti. Dan satu lagi, balasan kata mu? Aku tumbuh dibawah naungan ku sendiri, usahaku sendiri. Jadi tidak perlu mengungkit hal-hal yang membuat ku murka dan mengusir mu dari rumah ku!" peringat gadis itu.
Wanita dewasa disana langsung diam. "Aku menyesal melahirkan seorang manusia sepertimu!" ucap wanita itu.
"Dan aku menyesal dilahirkan dari rahim seorang wanita tidak bertanggung jawab seperti mu!" jawab gadis itu tidak kalah sengit.
Namun dia tetap santai, tidak seperti wanita yang berada didepannya yang sudah bergaya entah seperti apa.
"Kau... Terserah apa yang ingin kau katakan. satu minggu atau dua Minggu lagi kita akan ke Spanyol untuk bertemu dengan Dady mu," jelas wanita itu.
"Apa tidak cukup kau menghancurkan rumah tangga pria-pria di negara ini. Apa kau belum menemukan kepuasan mu menjadi seorang wanita dewasa?" Gadis itu mendongak melihat wanita yang berada didepannya. Tatapannya sudah berubah menjadi jijik.
"Apa salahnya bertemu dengan daddy mu. Dan kau tidak perlu tau tentang orang dewasa. Cukup jalani kehidupan mu sesuai alur."
"Jelas salah. Dady sudah menikah, dia bahkan bahagia tanpa mu. Jadi untuk apa kau datang ke sana." Gadis itu heran melihat sikap wanita dewasa di depannya yang tidak ada puas-puas nya mengganggu rumah tangga orang.
"Itu bukan urusanmu. Ingat satu atau dua minggu lagi" wanita itu mengingat kan putrinya lagi.
"Satu bulan atau tidak sama sekali," ujar gadis itu berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Wanita dewasa disana hanya bisa menghela napas.
Gadis itu terlihat memasuki kamar dan menatap foto seorang pria di dinding kamarnya. "Uncle, sebentar lagi kita akan bertemu," ucap wanita itu tersenyum. Entah mengapa, melihat wajah pria di sana wajah wanita itu langsung bahagia.
"And you mommy Ros, i'm sorry. But i really want to call daddy to your husband. I'm sorry," ucap wanita itu sambil mengusap wajah cantik istri daddynya.
**
Di negara Spanyol, tepatnya di sebuah ruangan rumah sakit, seorang wanita baru saja terusik dengan cahaya matahari pagi yang menerpa wajahnya. Dia sekarang merasa ada keadaan yang familiar di rasakannya.
Perutnya seperti tertimpa sesuatu. Ini adalah kebiasaan tidur suaminya, Ros langsung mengalihkan pandangannya ke arah samping. Dan benar saja, suami yang ditunggu-tunggu nya berada di sampingnya. Tenyata mimpinya semalam adalah kenyataan.
Ros langsung memukul dada suaminya berulang-ulang. Dia benci ketika suaminya datang tapi tidak membangunkannya. Bahkan dia merasa hal ciuman tadi malam adalah khayalannya semata, tapi faktanya adalah itu real.
Pria yang terusik dengan pukulan di dadanya langsung bangun. "Baby, why?" tanya Dika setelah berhasil menangkap tangan mungil istrinya.
Ros memaksa tangannya untuk dilepaskan. Air matanya kembali menetes dan lama kelamaan menjadi sebuah Isak tangis. "Kenapa Baby, hmm?" tanya Dika lagi sambil menghapus air mata istrinya.
"Kau jahat padaku, kau jahat," seru Ros kembali memukul dada suaminya. Dika pasrah dan membiarkan istrinya melakukan apapun yang dia mau.
"Kenapa kau pergi di saat aku membutuhkan mu. Kau terus saja seperti itu, selalu meninggalkan aku saat aku membutuhkan mu," seru Ros. Tangannya sudah mulai dikondisikan dan tidak lagi memukul dada suaminya.
"Saat itu aku benar-benar membutuhkan donor darah untuk mu Baby. Dan donor darah itu berasal dari musuhku. Jadi mau tidak mau harus aku yang kesana."
"Kenapa tidak Levi atau Max saja?" tanya Ros. Dia benar-benar butuh penjelasan. "Apa dia tidak memberi tahu mu bahwa perut nya juga terluka?" Ros menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau tentang luka Levi.
"Perutnya terluka lumayan dalam, jadi Levi tidak bisa menggantikan posisi ku. Dan Max, aku tidak mengizinkan nya sendiri, dia sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri. Tidak mungkin aku membiarkan nya berjuang demi masalah pribadiku sendiri," jawab Dika.
Ros yang masih sesenggukan kembali bertanya. "Levi mengatakan kau memberikan surat kekuasaan atas nama klan dan perusahaan pada musuh mu. Apa ku memberikan nya? Kenapa kau bodoh!" seru Ros.
Dika sempat merasa tersinggung dengan kata bodoh yang keluar dari mulut istrinya. Baru kali ada seorang manusia yang mengatakan pemilik perusahaan Ax Company yang sudah memiliki cabang di mana-mana dikatakan orang bodoh. Namun apa boleh buat wanita di depannya adalah wanita spesial di hatinya.
"Jangan tinggalkan aku lagi," seru Ros mempererat genggaman tangannya di punggung sang suami. Dika mencium kepala istrinya. "Hati-hati Baby, nanti luka di kepala mu terbuka kembali."
Ros abai dan terus memeluk erat suaminya.
**
Clasy yang berada di salah satu kamar pelayan mansion Browns sedang bersiap-siap untuk pergi ke apartemen pria yang adalah rekan kerjanya. Semalam dengan penuh perjuangan dia akhirnya bisa mengirim pesan pada Max dan menanyakan alamat apartemen itu.
Dia terlalu antusias hingga ia lupa bahwa pakaian yang digunakan sudah termasuk berlebihan jika ingin menjenguk atau hanya sekedar menanyakan kabar seseorang.
Tulang selangkanya terekspos sempurna, tapi tidak sampai pada buah dadanya. Setelah yang digunakan oleh Clasy adalah kameja corp sederhana namun elegan dengan kancing bagian atas yang terbuka dan perut ratanya terekspos.
Dengan semangat empat lima, Clasy berjalan keluar dari kamarnya. "Clasy, kau mau kemana? Apakah kau sudah izin?" Seorang pria paruh baya datang menghentikan langkah Clasy.
"Sudah Paman, saya sudah izin kepada Tuan kemarin saat di rumah sakit," jawab Clasy tersenyum ramah.
"Baiklah, hati-hati di jalan dan cepat pulang. Meskipun kau adalah pelayan pribadi nyonya, kau tetap sama dengan pelayan lainnya," jelas paman Vill dengan tegas. "Baik Paman," jawab Clasy dan berlalu.
Dia sama sekali tidak tersinggung dengan penjelasan ketua pelayan mansion tempat dia bekerja. Sesuai fakta, bahwa dia memang benar hanya seorang pelayan dan harus mematuhi aturan seorang pelayan.
Kemudian dia berjalan dari pintu mansion hingga gerbang mansion. Cukup melelahkan, tapi kendaraan yang tidak di kenal tidak di perbolehkan lewat dari gerbang utama rumah besar itu.
Clasy memesan ojek online, dia belum punya kendaraan sendiri. Jadi pilihannya jatuh pada kendaraan yang dipesannya melalui aplikasi di ponselnya.
Hampir empat menit di perjalanan, akhirnya Clasy sampai di tempat sesuai dengan alamat yang dikirimkan oleh Max. Clasy sempat merasa heran, bangunan yang ada didepannya bukanlah sebuah apartemen, melainkan seperti sebuah Vila.
Clasy memperhatikan alamat yang dikirim oleh Max dan bertanya kembali pada sang supir. Memang benar ini alamat yang di tuju olehnya.
Setelah ojek online yang di pesannya pergi, Clasy berjalan memasuki gerbang vila dan melihat desain vila ini seperti nuansa alam yang terjaga namun sangat berkelas. Banyak pohon dan rumput-rumput yang memenuhi tiap tanah yang ada disana.
Clasy tertarik dengan suatu danau, kolam, Clasy tidak bisa mendefinisikannya. Clasy terus berjalan, hingga penampakan perairan itu nampak jelas. Batu besar yang mengelilingi perairan itu begitu klasik dan seperti alam yang terjaga.
Tiba-tiba ada yang bergerak di dalam air. Seorang pria nampak keluar dari perairan tersebut. Mata Clasy membola melihat pria yang ada didepannya.
(Anggap aja baru keluar dari air ya gays😊)
Clasy melihat pemandangan tak lazim didepannya. Perut sobek yang dihiasi bintang itu terlihat sangat menarik di bagi Clasy.
Max yang melihat penampilan wanita di depannya terdiam seketika. "Kenapa wanita ini tiba-tiba menjadi menarik?" batin Max.
Kedua manusia yang sama-sama gengsi itu saling menatap dan meneliti tubuh satu sama lain. Namun Max terlebih dahulu sadar akan kebodohannya.
Tidak biasanya Max mudah teralihkan perhatiannya karena seorang wanita. Bahkan saat bekerja pun, wanita-wanita bahkan banyak yang menawarkan tubuhnya pada dirinya dan tidak kalah seksi dan cantiknya dengan wanita-wanita penggoda milik tuannya.
"Ahemmm, apa yang membawa mu ke sini?" tanya Max sambil berdehem mengurangi rasa canggung dia antara keduanya.
Clasy yang mendengar itu spontan berbalik membelakangi Max. Clasy sekarang ingin menggali tanah sebagai tempat persembunyiannya karena saking malunya.
Dia memukul pelan kepalanya. "Bodoh, bodoh, Kenapa kamu bodoh Clasy?" Wanita itu bertanya pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya.
"Tuan, apakah anda bisa menggunakan pakaian anda sebentar? Saya kurang nyaman jika seperti ini," seru Clasy.
Wanita itu tidak sadar jika pria yang dipanggilnya sudah ada tepat di belakangnya. Mendengar tidak ada sahutan, Clasy tiba-tiba berbalik dan mendapati pria bertelanjang dada didepannya.
Spontan Clasy kaget dan hampir terjatuh ke tanah. Namun dengan sigap Max menangkap pinggang ramping wanita di depannya. Clasy yang tidak seimbang dan ingin langsung bergerak di tahan oleh Max. Kini tangan dingin itu sudah berpindah tempat ke bagian pinggang Clasy yang terekspos.
Bagian dada Clasy terekspos bagian-bagian pangkalnya. Namun wanita itu tidak sadar dan hanyut dalam tatapan hangat pria di depannya.
Tatapan Max jatuh pada wajah cantik didepannya. "Apa kau berusaha menggoda ku?"
Jangan lupa like nya 😊👍
Horas 👐