
Levi di dalam ring mengakui kekuatan dan tehnik pria dewasa yang adalah lawan mainnya, lumayan. Basic dari pria itu benar-benar di kuasai dari dasar.
Levi memang sempat terkena beberapa pukulan, dan itu meninggalkan bekas yang lumayan. MMA adalah perpaduan dari semua jenis bela diri, jadi jelas pertandingan ini bisa di katakan sadis.
Lawan Levi juga adalah seorang pria dewasa yang sudah lama bergelut di dunia bawah. Jadi bisa dipastikan, jika Levi terluka adalah hal wajar. Wajah Levi terlihat ada yang sudah sobek tepat di pipi sebelah kanannya. Darah segar mengalir dari pipi pria muda itu.
Memang kewalahan, namun menurut Levi pria di depannya adalah lawan yang seimbang. Dunia luar juga tau bahwa permainan ini akan sangat sengit karena pertandingan ini antar sesama ketua mafia.
Saat ini Ros mendengar pertandingan itu melalui ponselnya. Dia semakin geram ketika lagi-lagi adik iparnya ingin terkena pukulan. Dia melupakan semua perkataan Maura yang ingin menjatuhkannya. Untuk apa? Life always have a challenge and suprise, right? So enjoy!! Itulah kalimat pendukung yang ada di hati Ros.
Sesampainya di markas MMA, Ros di arahkan Odion langsung ke arena tempat pertandingan itu. Odion tidak bisa membantah ketika ponselnya diambil paksa oleh Ros. Dia mengancam Odion akan memecatnya jika melawan.
Tentu saja Odion memberikan ponselnya, namun masalah di pecat Odion tidak terlalu memikirkan hal itu, dia tau ancaman sang nyonya hanya alibi saja karena tidak bisa mengambil paksa ponselnya.
Dia juga tidak sempat memberikan info ke pada tuannya, hingga kedatangan mereka tidak di kabarkan ke sini karena perkara ponsel yang di tahan sang nyonya.
Dika yang melihat ada segerombolan berpakaian serba hitam dengan lambang awan hitam di leher para pengawal itu merasa heran. Begitu juga dengan Max yang sedang duduk di tempat khusus orang VVIP.
"Aku merasa familiar dengan wanita itu," batin Dika. Saat itu wajah Ros tertutupi seluruhnya, menggunakan masker hitam, celana kebesaran warna hitam, sweater warna hitam, topi warna hitam, bahkan kacamata pun warna hitam. Jadi orang-orang sangat sulit untuk mendefinisikan wanita yang sedang menggunakan pakaian tertutup itu.
Ros tampak mendekati ring pertandingan MMA dimana adik iparnya sudah terluka di sana karena ulah lawannya.
"Levi, sekali lagi wajahmu terluka akan ku tendang kau dari rumah ku," teriak Ros di tengah-tengah pertandingan itu ketika semua orang sedang serius menyaksikan pertandingan yang menegangkan itu.
Pusat perhatian orang-orang tiba-tiba mengarah pada Rosaline, terutama Rhadika dan Max. Levi yang awalnya ingin meninju lawannya tiba-tiba terpeleset dan ingin jatuh karena mendengar suara yang begitu familiar untuknya.
"Kakak ipar?" batin Levi.
"Wanita kecil itu, kenapa bisa ada disini?" tanya Dika ke asisten Max. Tentu saja asisten Max tidak bisa menjawab apa-apa karena dia pun tidak mendapatkan info sama sekali.
Sedangkan para penonton pertandingan itu sudah bisa menebak siapa yang berani mengancam pria yang sudah di klaim mereka adalah ketua Black Sky.
Seperti sebelumnya setelah mereka mendengar isu tentang ketua Black Sky yang sudah menikah, jadi mereka bisa menyimpulkan bahwa wanita itu adalah istri dari wanita yang sedang menggunakan pakaian tertutup serba hitam itu.
Tepat saat itu juga babak ronde ke dua di hentikan. Levi langsung turun dari ring dan menuju Kakak iparnya.
"Apa yang Kakak ipar lakukan di sini," tanya Levi. Dia heran melihat keberanian wanita itu, bagaimana bisa seseorang yang selalu menghindar dari acara pertandingannya tiba-tiba bisa datang dan menampakkan diri dan menjadi salah satu supporternya.
Levi langsung membawa kakak iparnya ke salah satu ruangan dimana kakaknya juga sudah berada di sana.
"Baby, sejak kapan kau datang ke sini? Kenapa tidak memberitahu ku lebih dulu?" tanya Dika setelah melihat orang yang di tunggu-tunggu sudah datang.
"Tadi aku melihat Levi di pukul oleh lawannya, dan juga tidak menggunakan penutup wajah. Pertandingan macam apa?" tanya Ros kesal sambil melihat wajah adik iparnya di mana di sana tertera luka dengan darah yang sudah mengering.
"Ck, itu hal biasa Kakak ipar," seru Levi.
"Baby, namanya juga pertandingan MMA. Kekerasan lah yang menguasai ring," jelas Dika pada istri kecilnya.
Dika dan Levi awalnya bingung mendengar perkataan wanita yang mereka sayangi, diam bebrapa saat kedua pria itu secara serentak bergerak menuju Ros yang sudah keluar dari pintu.
Dika langsung memeluk istri kecilnya. Dia tau tingkah kekanak-kanakan istrinya, dia tau wanita ini akan melawan si pria lawan Levi. Ros sudah berada dekat dengan tempat istirahat lawan main Levi.
"Sialan, aku akan membunuh mu," teriak Ros sambil meronta-ronta dari pelukan suaminya. "Lepaskan aku, aku akan membalas perbuatan pria itu. Beraninya dia melukai wajah Levi" teriak Ros.
Lagi-lagi wanita itu menjadi pusat perhatian. Sebelumnya ketua klan Black Sky yang di ancam wanita berpakaian serba hitam itu, dan sekarang adalah pemilik Ax Company yaitu pengusaha sukses dari negara Spanyol tengah memeluknya.
Dan yang mereka lihat, Levi yang mereka kira suami si wanita serba hitam malah diam tidak mengatakan apapun, justru pemilik Ax Company yang bukan siapa-siapa lah yang menahan kegilaan wanita itu.
Lawan main Levi bingung mendengar suara wanita yang ingin membunuhnya. Jika hanya karena luka yang di buat di wajah Levi, lukanya lebih parah dan lebih banyak.
"Baby, Kenapa kau seperti ini? Lihat kau jadi pusat perhatian," bisik Dika di telinga istrinya. Ros melihat sekelilingnya dan benar saja dia sudah menjadi pusat perhatian di markas ini.
"Aku tidak peduli, lepaskan aku! Aku akan memberinya pelajaran," seru Ros lagi. Dika sudah angkat tangan begitu juga dengan Levi. Kemudian Clasy yang sejak tadi mengikuti persoalan itu mulai angkat bicara.
"Nyonya, kendalikan emosi anda. Lihat, semua orang melihat ke arah Nyonya. Nanti mereka mengatakan tuan Levi lemah karena membawa-bawa Nyonya dalam perkara pertandingan ini," seru Clasy pelan.
Sebenarnya Ros juga tidak ingin menghiraukan perkataan Clasy, namun dia juga harus bisa mengendalikan emosinya karena jika lama-lama seperti ini akan membuat masalah baru untuk Levi nantinya.
"Ingat, satu saja bertambah, kau tidak di perkenankan pulang ke rumah!" seru Ros lalu masuk kedalam ruangan sebelumnya dan di ikuti oleh Rhadika. Sedangkan Levi, dia harus memulai kembali pertandingan selanjutnya.
Pria muda itu berencana akan menyelesaikan pertandingan ini di babak ke tiga. Dia sudah mengetahui taktik dan tehnik dari lawan mainnya.
Memang sebelumnya dia memberikan sedikit peluang untuk lawannya agar Levi bisa mengetahui segala taktik lawannya.
Bunyi dentingan pertanda permainan akan di mulai kembali. Levi langsung menyerang titik kelemahan pria di depannya secara perlahan.
Sebelum Levi menuju sasaran, dia memberikan waktu sebentar untuk pria di depannya agar tidak mempermalukan lawan mainnya sebagai mantan ketua mafia.
Setelah beberapa pukulan kosong mengarah ke tubuh Levi, pria muda itu langsung melakukan salto dan mengarahkan kakinya ke dada pria didepannya.
BRUK
Pukulan kaki Levi bisa di rasakan oleh lawan mainnya bahwa tulang dadanya retak. Pria itu langsung tumbang dan tidak sadarkan diri. Sesuai janji sebelumnya, Levi tidak menambah luka di wajahnya.
Setelah itu, Levi langsung mengangkat tangannya ke atas pertanda dia lah the winner. Wasit juga ikut serta mengangkat tangan Levi. Sedangkan pria yang sedang pingsan langsung di urus oleh pihak pendukung pria itu.
Levi tersenyum dan berputar sebagai tanda apresiasinya untuk para penonton. Namun tiba-tiba, wajah Levi berubah ketika melihat ada orang yang terlihat familiar di antara kerumunan.
Jangan lupa likenyaπππ
Horas π