Mafia Boss Little Wife

Mafia Boss Little Wife
Part 68



Seorang wanita sedang duduk bersolek didepan kaca besar. Dibelakangnya ada seorang pria yang baru saja bangun dari tidurnya. Terlihat dada pria itu masih telanjang sempurna.


"Apa hari ini kau akan bertemu dengan adikmu?" tanya pria itu mulai buka suara. Wanita disana tersenyum mendengar pertanyaan partner ranjangnya.


"Ya benar. Bagaimana menurutmu? Apa aku pintar?" tanya wanita itu membalikkan kursi menghadap pria yang di ranjang.


Dengan perlahan si pria mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam pakaian minim bahan wanita didepannya.


Tangannya menjelajah sebentar dan meraskan sensasi kenyal itu dengan cara memijat pelan benda besar disana.


"Mmmm, Thomas, berhentilah, atau aku nanti tidak akan jadi pergi untuk menemui adikku," wanita itu sudah menahan suara mende sahnya karena gerakan tangan sensual pria yang sedang didadanya.


"Tenang saja Kaylen. Aku hanya sebentar," ucap pria menggerakkan tangannya sekali lagi lalu tangannya ditarik kembali. Pria itu sangat merindukan melakukan kegiatan panas yang bisa membawa dirinya ke atas angin. Namun saat ini dia hanya dilayani bagian bawah saja.


Luka bekas tembakan dan sayatan itu belum sepenuhnya mengering meskipun sudah ditangani oleh medis terbaik yang mereka bayar.


"Kau memang sangat nikmat Kaylen. Tapi, Ah aku jadi memiliki keinginan besar untuk menikmati adikmu. Aku penasaran apakah adik kecil mu itu memiliki sura yang merdu jika dia bekerja diatas ku" seru pria yang dipanggil Thomas oleh Kaylen.


"Apa kau tidak cukup dengan aku saja? Aku selalu bisa menyaingi dan menemani mu hingga kau merasakan pelepasan sampai berulang-ulang," seru Kaylen.


Thomas tersenyum mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan Kaylen. Dia beranjak dari hadapan Kaylen menuju kaca transparan yang menunjukkan keindahan negara yang ditempatinya sekarang.


"Listen, kau adalah wanita yang ku bayar. Kau hanyalah sebatas partner ranjang ku. Dan ingat sebagai salah satu j*a*ang yang sudah ku bayar, kau harus tau batasan mu. Kau ku kubayar lebih dari pemuas ku yang lain karena aku membutuhkan informasi. Jadi kau tidak perlu menasehati ku," ucap Thomas.


Dia mengatakan fakta sesuai apa adanya. Dia tidak ingin wanita yang sedang dibelakangnya berharap lebih. Mana mungkin dia akan jatuh dalam dekapan seorang wanita malam. Dan satu lagi, menurutnya wanita hanyalah sumber masalah.


Kaylen merasa harga dirinya sekarang sudah habis di injak-injak oleh pria yang membayarnya. Tapi Kaylen berusaha memperkuat mentalnya. Ini jalan yang dia pilih untuk menjadi wanita penghasil uang dengan cara mengangkang dibawah pria-pria kaya.


"Benar apa yang kau katakan." Kaylen bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Thomas. "Jangan marah Sayang, aku hanya bercanda tadi," seru Kaylen memeluk perut telanjang Thomas dari belakang.


Kaylen tidak mau menjadi miskin seperti ditempat asalnya. Saat di Indonesia, ketika Rosaline dibawa oleh Rhadika, perusahaan mereka dihancurkan dan ditendang begitu saja. Akibatnya, Kaylen sendiri harus bekerja mati-matian hanya untuk sesuap nasi. Dia tidak ingin lagi seperti itu.


Keputusan Kaylen sudah bulat ketika menerima pesan dari seseorang yang menawarkan uang banyak padanya dengan bekerja sebagai wanita pemuas. Apa salahnya? Dia juga sudah biasa melakukan itu saat usaha ayahnya baik-baik saja. Tapi di tempat asalnya dia hanya mendapat tarif yang murah. Tentu saja orang yang selalu gila harta dan uang akan lebih tertarik pada tarif yang mahal.


"Aku akan pergi. Lukaku masih belum sembuh total. Cari informasi tentang kegiatan adikmu. Dan jika bisa cari tau tentang hubungannya dengan suaminya. Cari lebih spesifik," perintah pria itu lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


Kaylen kembali memoles wajahnya dengan make up. Dia akan tampil secantik mungkin agar tidak kalah cantik dari adiknya nanti.


"Meskipun wanita kecil itu sudah bersanding dengan orang kaya, aku tidak ingin kalah darinya." Kaylen berbicara sendiri.


Kaylen juga berharap akan menemukan mangsa baru. Tidak ada yang melarangnya bukan? "Aku akan memiliki duniaku sendiri," seru Kaylen beranjak dan mengambil tas mahalnya.


**


Dimarkas Klan Black Sky, semua orang terus saja mencari keberadaan wanita yang yang sudah menghilang mulai dari satu jam yang lalu.


Levi disana mengusap wajahnya kasar. Dia sangat khwatir dengan keadaan kakak iparnya sekarang. Dia merasa bersalah karena tidak menemani wanita kecil itu.


Begitu juga dengan Dika, dia sudah hampir putus asa akan keberadaan istrinya. Dia sangat khawatir sama seperti Levi, bagaimana jika kejadian sebelumnya terulang kembali. Meskipun wanita itu sudah tersenyum dan bertingkah seperti biasanya, namun mental wanita itu dapat dipastikan belum pulih seperti sebelumnya.


Tapi, entah mengapa, satu kejadian melintas di pikiran nya saat ini. Dika langsung berlari cepat ke arah kandang Mocci.


Tebakannya benar, wanita itu disembunyikan Mocci di dalam pelukannya. Mocci menyembunyikan Ros dengan membelakangi pintu kandangnya. Hal ini terulang ketika Ros baru mengenal Mocca dan tidur bersama.


Dika memperhatikan kandang itu, terurus dengan baik dan bersih tanpa kotoran. Dika menghela napas melihat wanita itu.ang ada beberapa pengawal yang memiliki jadwal tertentu untuk mengurus Mocci. Bahkan Mocci sudah diajari beberapa hal, jadi kandang itu kotor mungkin hanya sebatas bulunya yang rontok.


Semua orang sibuk mencari keberadaan Ros, sedangkan yang dicari sedang menikmati tidurnya menyelami alam mimpi.


Dika mengangkat istrinya kedalam dekapannya. Wanita itu tidak terusik sama sekali, pantas saja saat namanya di teriaki oleh orang-orang, wanita itu tidak merespon atau terusik sama sekali.


"Kelinci kecil ini, bagaimana kamu bisa aman jika suara keras yang memanggil mu tida kau dengar. Tapi jika bagian hantu saja, kau paling heboh," seru Dika berbicara pada wanita didekapannya yang sedang tidur.


Levi yang jauh disana melihat kakak nya menggendong seseorang dia langsung berlari menuju Kakaknya.


"Kakak, apa itu kakak ipar." Levi berteriak sambil berlari. Dia tidak sabaran ingin mengetahui siapa yang berada didekapan kakaknya.


"Kak, ada apa dengan kakak ipar? Apa ada yang menyakitinya? Dibagian mana saja? Apa perlu aku memanggil Darren sja?" Levi segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.


"Dia sedang tidur bodoh. Gunakan otak kecilmu! Pakai mata besar mu itu!"


"Tidur?" "Ya, dia tidur bersama dengan Mocci," jelas Dika.


Levi menarik napasnya dengan dalam. "God, tolong beri kesabaran pada anak muda ini," batin Levi mengelus dadanya.


Tiba-tiba Ros mengerjapkan matanya perlahan. Bulu mata lentiknya terlihat bergerak sesuai dengan kedipan mata bulatnya.


Dia menggeliat sebentar lalu duduk. "Dimana Mocci," tanya Ros pada dua orang pria didepannya.


"Dengan santainya kau bertanya Mocci. Sedangkan satu markas heboh hanya untuk mencari keberadaan orang yang enak-enakan tidur." Levi terlihat kesal.


"Heboh? Kenapa?" Ros langsung terang matanya dan berdiri menghadap Levi.


"Kenapa?" Levi langsung naik ke ranjang dan mencekik leher kakak iparnya di ketiaknya. Dia kesal bukan main, rasa khawatirnya tadi ternyata hanya sia-sia.


"Lepaskan bocah besar, Sayang tolong aku." Ros seperti anak yang tertindas dibuat oleh adik iparnya. Tangan kecilnya itu meraih-raih suaminya yang berdiri disana.


Dika bahagia melihat kekompakan ipar itu. Dia ikut bergabung dan melepaskan tangan adiknya dari leher istri kecilnya. Dika membawa Ros kedalam pelukannya dan rebahan dikasur.


Levi juga tidak tinggal diam, dia ikut merebahkan diri dan langsung memeluk kakak iparnya. "Levi sesak. Lepaskan!" Suara Ros sudah tercekat.


"Dika bangkit dan menendang Levi. "Cari istri mu sialan. Jangan memeluk sembarangan istriku."


"Terserah!" jawab Levi.


Akhirnya dua pria dan satu wanita itu tidur disana. Entah mengapa, rasa bahagia dirasakan oleh kedua pria disana. Mereka melupakan seluruh penderitaan dan rasa sakit yang pernah mereka alami.


Kaylen yang sudah berada di restoran salah satu restoran paling terkenal di Spanyol merasa sangat kesal. Bagaiman tidak? Dia sudah menunggu selama satu jam, tapi orang yang ditunggu belum juga datang.


Bahkan uang yang didapatkan pagi ini sudah habis karena membooking beberapa meja untuk hanya menggali informasi dari adiknya. Dia tidak sanggup untuk membooking satu ruangan private.


Agar berkelas dan tidak merasa kalah dari adiknya, Kaylen meminta bertemu di salah satu restoran paling terbaik di spanyol, los montes de galicia nama restoran mahal itu. Dia tidak ingin terlihat miskin didepan adiknya.



Kaylen terus melihat ponselnya. "Baiklah satu jam lagi," seru Kaylen pada dirinya sendiri.


**


Pukul dua siang seorang wanita tiba-tiba tersentak bangun. Hal itu mengganggi tidur dua orang pria yang ada disebelahnya. Dia melihat jam yang melekat di dinding ruangan.


Matanya melotot tidak percaya.


"Baby, ada apa?" tanya Dika sambil mengerjap-erjapkan matanya begitu juga pria yang saat ini sudah pasti tidak suka dengan sifat kakak iparnya.


"Levi bodoh, kau bodoh. Kenapa kau tidak ingat kalau kita sekarang harus bertemu kak Kaylen. Kita sudah terlambat satu jam dari janji yang kubuat," ucap Ros sambil memukul kepala adik ya yang belum sadar sepenuhnya.


"Sayang, kami bisa pergi sekarang?" tanya Ros pada suaminya. "Hmmm," jawab Dika menunjukkan bibirnya.


Ros yang melihat itu langsung mencium singkat bibir seksi suaminya. Ketika ingin melepas, Dika menahan tengkuk istrinya. Sedangkan Levi yang merasa terabaikan langsung meninggalkan sepasang suami-istri itu.


Sepasang suami istri itu kembali menyesap dan memainkan lidah satu sama lain. Ros yang sudah merasa oksigen di paru-parunya sudah mulai habis, memukul dada suaminya.


Dika melepas tak rela bibir manis istri kecilnya. Nafas keduanya ngos-ngosan seperti baru lari maraton saja.


Dika mengusap pelan bibir istrinya yang basah akibat air liurnya. "Apa kau ingin melanjutkan lebih jauh Baby. Kita bisa membuat anak disini," seru Dika dengan wajah mesumnya.


Jangan lupa like dan hadiahnya๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Horas ๐Ÿ‘