
"Badanku terasa begitu remuk dan sakit, mata ini seakan enggan untuk dibuka kembali...Ya Tuhan mungkin ini adalah hukuman atas kesalahan masa lalu ku yang kelam dan penuh dosa.
Aku tidak pantas untuk disebut sebagai seorang wanita dan ibu untuk putri Milka, aku wanita serakah demi uang aku rela menukar Putri ku yang tidak berdosa.
Milka sayang....ibu seperti mendengar suara dan tangisan mu, kamu memanggilku ibu dan mau memaafkan kesalahan ku, ibu berharap ini kenyataan nak dan ibu tidak bermimpi dengan kehadiran mu ini"
Tangan celiin bergerak, membuat Milka tersenyum senang...
"Ibu...ibu. ... bangun" ucap Milka Melihat Alexa yang berdiri disampingnya.
"Aku panggilkan dokter dulu" ucap Lee
Cellin berusaha membuka matanya, sambil tersenyum senang karena orang pertama yang dilihat nya adalah Milka.
"Milka....A... Anakku" air matanya membasahi pipi Cellin
"Syukurlah ibu sudah siuman" Milka tersenyum kearah Cellin
Tidak lama dokter datang memeriksa kondisi Cellin
"Syukurlah kondisi Nyonya Cellin sudah sangat stabil, tinggal menunggu pemulihan saja" ucap dokter
Selama Cellin masih dirawat, Milka dengan setia mendampingi nya. sekarang Milka sudah ikhlas menerima kenyataan hidup nya, begitupun Aurel sesekali dia juga datang mengunjungi Cellin dirumah sakit.
Hubungan Milka dan Aurel pun sudah sangat membaik, termasuk dengan para teman-teman nya yang lain. Alexa dan Lee merupakan orang tua yang bijak, karena tidak pernah membeda-bedakan Milka dan Aurel, begitu pun sebaliknya Milko yang bersikap adil terhadap kedua adiknya.
"Milka setelah ibu sembuh nanti, apa kamu mau menemani Ibu tinggal dirumah neneknya" tanya Cellin penuh harap
"Milka mau sekali Bu" ucap Milka antusias
Cellin menitikkan air mata huru dan bahagia nya
"Terimakasih sayang, ibu sangat bahagia dan senang sekali" mereka pun berpelukan.
Alexa mengusap air matanya dengan tangan gemetar, karena sesuatu yang ditakutinya terjadi juga. Milka akan pergi meninggalkan nya.
"Mami tidak perlu sedih, meskipun Milka memutuskan tinggal dan ikut ibu, tapi Milka akan tetap menjadi anak mami dan akan tetap terus mengunjungi mami kerumah ini" Milka membujuk Alexa yang masih enggan berpisah darinya
Milka menggangguk mantan
"Tentu mi, karena mami adalah orang tua terbaik Milka" mereka pun berpelukan dan mengantarkan Milka menuju mobil yang mengantarkan nya kerumah Cellin yang sederhana. namun Milka merasa nyaman dan tenang menempatinya.
Tiba masanya mereka menamatkan pendidikan masing-masing, Aurel dan Milko memutuskan melanjutkan kuliah mereka ke luar negeri, sementara Milka lebih memilih tetap berada di dalam negeri, dia tidak tega meninggalkan Cellin sendirian. Sementara kondisi kesehatan Cellin sering sakit-sakitan semenjak tragedi kecelakaan itu.
Alexa mendatangi Milka mereka berpelukan lama sekali, saling melepaskan rindu.
"Benar kamu tidak ingin mengikuti kak Milko yang kuliah di Amerika sayang" bujuk Alexa yang masih berharap pendidikan terbaik buat Milka
"Tidak mi, Kasian ibu sendirian disini" ucap Milka
"Kalau Cellin tidak keberatan, dia bisa tinggal bareng mami di Rumah kita"
"Ngak usahlah mi, lagian Milka betah kok menempuh pendidikan di negeri kita ini"
"Baiklah nak, jika itu terbaik menurut mu...Mami akan selalu mendoakan mu"
Begitulah ending cerita kisah Milka dan Milko, dimana beberapa tahun berikutnya mereka dipertemukan kembali. namun perasaan yang hadir diantara Milko dan Milka bukan persaan sebagai saudara lagi.
Melainkan perasaan yang ingin memiliki satu sama lainnya, sehingga dengan dukungan kedua orangtuanya mereka memutuskan untuk menikah dan hidup bahagia.
Aurel lebih memilih menggapai mimpi indahnya sebagai desainer sukses, dan masih sendiri karena Aurel belum menemukan pasangan hidupnya.
ayo.....reader semua ada yang jomblo nggak...???
buruan daftar buat pendamping Aurel......(Kita tamatin ya cerita ini, dan terimakasih buat yang baca karya kedua Author ini)
...THE END...
novel terbaru author