Love Me Please, L

Love Me Please, L
Pagi Harinya



Paginya Alexa terbangun dan berteriak-teriak sekencang-kencangnya, membuat Minnie yang tidur di sebelah nya terlonjak kaget dan langsung terduduk.


"Diam kamu brengxxxx" ucap Minnie sewot


"Siapa kamu ? dimana aku berada sekarang ? apa kamu yang sudah menculik ku ??? Alexa mengajukan pertanyaan bertubi-tubi sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar kecil dan sempit itu. sehingga membuat Minnie melongo bingung menjawabnya.


"Kenapa bengong ? jawab pertanyaan ku... berapa banyak uang yang kamu butuhkan ? bentak Alexa kembali.


"Hey Tuan Putri kesiangan, sadar diri dong ? Sudah numpang belagu lagi. hey tidak semua dapat kamu ukur dengan uangmu di bumi ini" bentak Minnie


"Apa kamu bilang numpang ??? tanya Alexa sambil menautkan kedua alisnya


"Iya, kalau bukan karena kebaikan Kakakku Lee, mungkin sekarang kamu sudah jadi santapan para predaktot Sek itu" Minnie mencoba mengingat kejadian semalam pada Alexa.


Alexa mencoba mengingat secara perlahan kejadian kemaren, dia datang ke Club Malam dan memesan minuman, dan seseorang seperti wajah Rian Cinta masa lalu nya datang, dan membawa Alexa pergi, namun langkah mereka dicegat seorang lelaki seperti Lee. setelah itu Alexa tidak ingat apa-apa lagi.


"Mana Lee? Alexa mencoba mengendalikan emosi nya melihat tingkah dan sikap Minnie.


"Cari aja sendiri" jawab Minnie sambil menenggelamkan tubuhnya kembali ke dalam selimut, melanjutkan tidur dan menyambung mimpi indahnya tidur dipangkuan Lee.


Alexa berdiri sambil menghentakkan kakinya kesal, seumur hidupnya baru kali ini dia menginjak kakinya di kamar sempit dan seorang wanita yang masih dibawah nya berani melawan.


Alexa melihat sekeliling mencari keberadaan kamar Lee, mata nya tertuju pada Kamar utama, tapi nampak lelaki tua keluar dari sana seperti bersiap untuk berangkat kerja. berarti itu bukan kamar nya Lee ucapnya dalam hati, dan berjalan menuju salah satu Ruangan nampak kamar kecil disudut nya.


Tanpa pikir panjang lagi Alexa langsung membuka pintu, Lee yang habis mandi dan hanya mengunakankan handuk kecil untuk menutupi bagian sensitif nya kaget dengan suara pintu yang terbuka tiba-tiba. alhasil handuk yang terpasang asal itu ikut terlepas dengan sempurna nya, menampilkan sesuatu yang dibawah pusar Lee tertunduk lesu dan malu malu untuk berdiri.


Alexa kembali berteriak histeris sambil menutup wajahnya "dasar lelaki mesum" sambil menunjuk Lee yang terbengong dan syok. tanpa sadar Alexa kembali melihat belalai Lee yang tadi malu malu sekarang mulai terbangun secara perlahan.


Lee berjalan dengan santai nya menutup pintu kamar. Lee melihat sekilas suara mobil pakde yang sudah berangkat kerja bersama bi uty, sementara Minnie tidak akan terbangun dengan suara Alexa barusan. Lee ingin mengerjai Alexa.


Melihat tingkah Lee yang menutup pintu kamar, Alexa mundur beberapa langkah, hingga kakinya tertahan dipan kecil dibelakang nya


"mau apa kamu ? dengan suara bergetar dan wajah ketakutan, yang pertama kali terpancar dari wajah cantik Alexa.


Lee terus berjalan mendekati Alexa sambil tersenyum jahil, sehingga Alexa kehilangan keseimbangan dan terjatuh diatas dipan kecil itu, tanpa komando Lee menindih tubuh Alexa "berteriak lah sayang..., disini tidak ada yang akan menolong mu, karena kamu yang telah masuk kekamar ku" bisik Lee yang membuat Alexa kegelian dan mendorong kasar tubuh Lee.


"Cepat kenakan kembali pakaianmu, segera antarkan aku pulang" perintah Alexa tanpa peduli kesakitan Lee yang terjatuh akibat dorongan kasarnya tadi. serta bekas memar dan bengkak akibat pukulan kemaren.


"Oya aku juga tidak tertarik dengan belalaimu yang tidak sesuai dengan ukuran kriteria ku" sambil melongos keluar kamar


Lee tersenyum dengan penuturan Alexa "kita lihat saja nanti, kamu pasti tergila-gila dengan belalaiku jika sempat mencicipi nya" dan mengenakan kembali pakaiannya.