Love Me Please, L

Love Me Please, L
Kebebasan Airin



Dengan langkah pasti Alexa kembali masuk bekerja di perusahaan, karena dia tidak ingin menyia-nyiakan amanah Kakek. bersama Lee sang asisten yang selalu setia berada di samping nya.


Alexa menunjuk Asisten Yudha sebagai asisten utama yang akan membantu.k karena dia lebih mengetahui tentang perusahaan dibandingkan Lee dan Alexa sendiri.


Melihat Alexa yang sudah terlihat ceria lagi, keluarga Airin pun mendatangi nya lagi, berharap Alexa membantu membebaskan anaknya.


"Sayang bagaimana kabar mu sekarang" sapa Mama Airin ramah saat mendatangi Alexa kekantor nya


"Sudah sangat baik Tante" tersenyum ramah


"Nak Alexa, Om yakin kamu sudah tahu tujuan kami datang menemui mu disini. dan Om berharap sekali kamu berbesar hati untuk memaafkan kesalahan anak kami itu, sebenarnya kami berdua malu untuk memperlihatkan muka kami dihadapan mu nak " papa Airin berusaha untuk membujuk Alexa agar bersedia mencabut tuntutan terhadap kesalahan Airin


"Baiklah om, aku akan menghubungi pengacara ku, dan mencabut tuntutan itu kembali"


"Terimakasih sekali nak, hati mu memang baik dan tulus. seperti Kakek Juang dulu, selepas ini kami akan mengajak Airin untuk ikut bersama kami tinggal di Luar Negeri. agar kami bisa selalu mengawasi nya" sebelum pergi mereka pun berpelukan


Airin sangat senang sekali bisa menghirup udara kebebasannya, senyum kebahagiaan tidak pernah luput dari bibirnya.


"Ma,pa kita temui Clara ya, aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan nya. aku begitu merindukan nya ma" ucap Airin


"Baiklah Airin, dan semoga saja mereka mau melepas Clara untuk ikut bersama kita Keluar Negeri" ucap Mama


"Iya ma, Airin ingin sekali menghabiskan waktu bersama Clara. dan menebus waktu yang terbuang sia-sia selama ini" menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes


Mobil papa Airin memasuki gerbang utama Rumah Rian, dari kejauhan Airin melihat Clara sedang tertawa senang berlarian bersama Rian, terukir senyuman dibibir Airin


"Alangkah bahagianya Clara, jika seandainya kami bersatu, dan dia memiliki keluarga yang utuh" gumam Airin pelan


Namun senyum indah di bibir nya tiba-tiba memudar, tak kala melihat Minnie datang menghampiri Rian dan Clara, mereka bertiga pun tertawa senang.


"Minnie untuk apa dia berada di rumah Rian, apa hubungan mereka" ujar Airin, namun terdengar oleh mamanya


"Memangnya kamu kenal dengan wanita yang menjadi istri Rian itu?" ucap Mama Airin


"Baru-baru ini nak"


"Ma, dia itu Minnie Asisten pribadi ku dikantor perusahaan Juang dulu" Airin tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalan nya


"Minnie apa kamu Masih menyimpan rasa terhadap Rian, Mama ingin tahu sebelum kita menemuinya, dan jawab Mama dengan jujur"


"Iya ma" Airin menundukan kepala sedih


"Mulai sekarang lupakan dia, Mama tidak ingin kamu membuat kesalahan lagi. biarkan Rian bahagia dengan pilihan nya" ucap Mama yang tiba-tiba ingin membatalkan niatnya untuk bertemu Rian dan cucunya Clara


"Papa sebaiknya kita putar balik saja" ucap Mama


"Jangan ma, Airin begitu merindukan Clara. tolong ma pertemukan kami. Airin janji tidak akan mengganggu kebahagiaan mereka, lagian sebentar lagi kita akan menetap di Luar Negeri" memohon pada kedua orang tuanya


"Baiklah, pegang janjimu Airin, karena kami merasa malu dengan perbuatan mu selama ini" papa berkata dengan sedikit meninggikan nada suaranya


Rian mengendong Clara yang diikuti Minnie, berjalan ke teras utama saat melihat mobil yang sangat dikenalnya berhenti di halaman luas itu.


"Airin"


Minnie dan Rian berkata barengan, saat melihat Airin berjalan dengan angkuh nya, juga diikuti oleh kedua orang tua nya.


"Clara sayang" menghampiri memeluk Clara yang masih dalam gendongan Rian


"Mami" ucap mulut kecil Clara


"Iya sayang, mami sangat merindukanmu" membawa Clara kepelukanya


"Airin kamu sudah bebas" Rian masih tidak percaya dengan penglihatan nya


"Kenapa Rian, kamu kaget'ya melihat ku, Oya selamat atas pernikahan kalian" sambil tersenyum sinis ke arah Minnie