Love Me Please, L

Love Me Please, L
Kamar Baru



Setelah kebenaran itu semua terungkap, Alexa mengajak Aurel untuk tinggal bersama dengan nya dirumah besar peninggalan Opa Juang. kebahagiaan Alexa dan Lee terasa begitu lengkap. dengan hadirnya Aurel ditengah-tengah keluarga mereka.


"Ayok sayang mami akan menunjukkan kamar tidur mu" ajak Alexa membimbing sebelah tangan Aurel menuju lantai dua.


Aurel menatap takjub Rumah bak istana itu, tidak pernah terbayang kan oleh akan tinggal disini. dia masih memandang ke sekeliling ruangan dilantai dua, dan tidak menyadari jika mereka sudah sampai didepan pintu kamar


"Cekklek....." pintu terbuka lebar, Aurel hampir saja berteriak histeris melihat penampilan kamar barunya itu, yang terdapat sebuah ranjang yang empuk. didepan nya juga terpampang televisi ukuran besar juga sofa dan perabotan lain yang terlihat masih baru.


"Bagaimana sayang apa kamu menyukai kamar ini, atau ada yang perlu ditambah kan atau diganti" ucap Alexa menatap sayang buah hati nya yang sudah lama terpisah itu


"Suka sekali mi, tapi Aurel masih penasaran dengan kamar utama yang didepan itu" ucap Aurel yang sebenarnya ingin mengetahui posisi kamar Milka


"Ooo itu kamar nya Milka sayang"


"Boleh ngak mi jika Aurel lihat kamar itu" memasang wajah imutnya


"Tentu saja boleh sayang, karena mulai sekarang Milka itu saudara mu" ucap Alexa


Aurel membalikkan badannya berjalan menuju kamar Milka, yang diikuti Alexa dari belakang.


Mata Aurel membulat menyaksikan kemewahan kamar Milka, meskipun tidak jauh beda dengan kamar yang diberikan Alexa untuk nya.


"Beruntung sekali hidupmu Milka, dapat menikmati sesuatu yang mesti nya menjadi hak ku. hidup mu disini bak putri raja dengan kasih sayang kedua orang tua ku, sementara aku semenjak bayi hidup berbanding terbalik dengan mu. dari kecil hanya pengasuh yang menjagaku. dan aku yang selalu menatap sedih teman-teman ku yang selalu diantar kan kedua orang tua nya jika kesekolah.


Okey Milka mulai sekarang aku akan membalikkan keadaan kita, aku ingin kamu juga merasakan apa yang aku rasakan dulu. aku akan merebut kembali apa yang menjadi hak ku selama ini" Aurel tersenyum sinis menata foto Milka yang terpajang di sudut ruangan kamar mewah itu.


"Mami gimana ya...aku merasa nyaman sekali dan sangat menyukai kamar ini" ucap Aurel dengan tampang memelas nya


Alexa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, Alexa bingung harus bagaimana, karena kamar ini kesukaan Milka yang dirancang khusus arsitek ternama Luar Negeri.


Namun dia juga tidak kuasa menolak permintaan Putri nya yang tidak pernah mendapat kan kasih sayang dari nya selama ini. Akirnya Alexa mengangkat bahunya pasrah


Aurel langsung menghambur memeluk Alexa senang " terimakasih banyak mi... Aurel bahagia sekali"


"Papi pulang" suara bariton Lee mengagetkan kedua nya yang tengah berpelukan, yang diikuti Milko dari belakang


"Papi" sapa Lee mencium punggung tangan nya


"Anak papi" Lee membawa Aurel kedalam pelukannya


"Kak Milko" sapa Aurel


Milko terlihat serba salah melihat wanita yang dibenci nya karena sering membuat Milka celaka, ternyata saudara kandungnya sendiri


"I...iya adikku" merengkuh bahu Aurel tersenyum


"Aurel papi punya kejutan untuk mu"


"Kejutan" ucap Aurel bingung


"Tuch lihat siapa yang papi ajak untuk tinggal di sini"


"Bi Tuty" ucap Aurel dengan mata berbinar-binar senang, melihat wanita paruh baya yang mengasuh dan menemaninya selama ini.


"Nona Aurel" mereka saling berpelukan bahagia


"Ya sudah mami papi istrahat dulu, karena sore nanti harus kerumah sakit jemput Milka, kamu mau ikut ngak Nak" tanya Alexa


"Mau mi" jawab Aurel antusias