Love Me Please, L

Love Me Please, L
Ketakutan Milka



"Milka kita balik kedalam kelas yuk..., bentar lagi jam istrahat akan berakhir" ajak Sasha sembari berdiri


"Okey"


Milka ikut berdiri bertepatan dengan Justin yang lewat dari arah belalang, refleks dia menabrak tubuh kecil Milka yang hampir jatuh, namun tangan kekar dan panjang Justin dengan sigap menahan tubuh itu


Tatapan mata keduanya bertemu, Justin seakan terhipnotis dengan tatapan lembut itu, pesona Milka begitu membuat nya ketagihan dan tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini.


"Mimpi apa aku semalam. hingga bisa menyentuh dan menatap bidadari pujaan ku ini dari jarak yang begitu dekat... Milka kamu begitu cantik"


Justin merasakan detak jantung nya seakan berlomba-lomba ikut berpacu seiring tangannya yang bergetar, hingga sebuah suara menyadarkan kedua nya


"Wah....,, so..sweate" ucap Sasha


"Ma...Ma..maaf" ucap Milka gugup dan canggung, begitu juga Justin yang langsung meninggalkan Milka dan Sasha yang masih mematung, melepas kepergian nya


Aurel dari lantai dua kelas meremas jemarinya kesal menyaksikan semua itu, sudah lama dia menyukai Justin. namun Justin tidak pernah mengabaikan nya.


"Brengxxxx kamu Milka, kamu selalu selangkah diatas ku"


"Sasha aku ke toilet wanita dulu, kamu duluan masuk ke kelas" Milka berjalan meninggalkan Sasha tanpa mendengar jawaban sahabatnya itu


Saat hendak meninggalkan toilet, Milka tiba-tiba panik


karena pintu itu tidak bisa dibuka sama sekali, susah payah dia mencoba membuka namun tetap tidak bisa.


"Tolong...,, tolong...,, siapapun itu tolong aku. bantu aku keluar dari toilet ini" air mata Milka tiba-tiba lolos di kedua pipinya saat lampu toilet wanita itu ikut mati, sehingga ruangan terlihat gelap tanpa cahaya. Milka ketakutan sekali, meringkuk duduk diatas toilet vsambil sesungukkan menangis


Aurel tersenyum puas saat mendapat Notifikasi pesan masuk


"Aurel rencana kita berhasil, Milka pasti sangat ketakutan sekarang" isi pesan yang masuk


Milka penutup ponselnya kembali saat guru masuk ke kelas dan akan memulai pelajaran mereka.


Sasha mulai merasa cemas dan khawatir melihat sahabatnya Milka belum juga balik dari toilet, Sasha mulai curiga saat matanya tidak sengaja melirik Aurel yang terlihat senang dan senyum sendiri memasukkan ponselnya kedalam tas.


"Aurel pasti merencanakan sesuatu yang buruk lagi terhadap Milka, ak harus menolongnya"


Sasha mengirimkan pesan singkat ke ponsel milko, yang kelas mereka berbeda. Sasha mengajak ketemuan di depan toilet wanita. tidak begitu lama pesan dibaca dan dibalas Milko


" Aku sekarang menuju kesana"


Sasha pun meminta izin guru yang tengah mengerang kan pelajaran.


"Bu...,, Sasha izin keluar sebentar"


"Silahkan Sasha, tapi jangan lama-lama, seperti Milka dari tadi belum balik juga" ucap Bu Meri


"Ya Bu" ucap Sasha belari keluar menuju toilet, nampak Milko tengah sibuk ingin mendobrak pintu


"Kak Milko" Sasha berlari dan berdiri di depan Milko


"Sasha aku yakin sekali Milka berkurung didalam, dan sepertinya seseorang dengan sengaja melakukan itu" ucap Milko yang langsung mendobrak pintu dengan kasar


Milka kaget dan mengangkat kepalanya saat melihat pintu terbuka dan lampu kembali menyala.


"Kak Milko, aku takut sekali kak" berlari memeluk kakaknya dengan terisak-isak menangis


"Tenang Milka, jamu tidak perlu takut lagi, kakak dan Sasha selalu bersama mu" Milko mengusap punggung kembaran nya yang kata orang-orang tidak terlalu mirip dengan nya