Love Me Please, L

Love Me Please, L
Part Dua " Kebencian Aurel)



"Dasar cewek sok pintar, sok cantik awas kamu" umpet Aurel kembali duduk di kursi nya


"Sabar Aurel, kita harus bermain licik untuk mengalahkan dan menjatuhkan si Milka" uca Azka salah satu teman baik Aurel dikelas itu


"Caranya" menatap ke arah Azka


Azka mendekati Aurel dan membisikkan sesuatu ke kuping nya, yang membuat Aurel tersenyum senang yakin sekali bahwa usaha nya untuk menjatuhkan Milka kali ini akan berhasil


Anye teman sebangku Aurel ikut menimpali


"Aurel sebenarnya Milka punya salah apa sich sama kamu, hingga kamu segitu membenci anak itu ?


"Aku benci semua tentang cewek itu, kepintaran nya, serta kasih sayang kedua orang tua nya yang tidak pernah aku dapatkan" ucap Aurel merasakan dadanya tiba-tiba sesak


"Tapi kenapa cuma Milka yang kamu benci padahal masih banyak teman-teman yang lain yang hidup nya seperti Milka" Anye masih penasaran melihat kebencian Aurel tidak pernah berubah


Aurel tercekat mendengar penuturan Anye sambil mencerna kata-kata sahabatnya itu


"Aku sebenarnya juga bingung, entah kenapa setiap melihat Milka dan kembaran yang tidak mirip itu datang ke sekolah diantarkan oleh maminya, rasa cemburu dan iri begitu membuat ku tersiksa, apalagi melihat kemesraan dan kasih sayang maminya yang terlihat begitu tulus yang tidak pernah aku rasakan dan dapatkan selama ini.


Semenjak terlahir dan tumbuh sebesar ini aku hanya mengenal Tuti sebagai pengasuh ku yang setia merawat dan membesarkan ku, sementara mamiku, aku tidak pernah bertemu dengan nya, dan papi yang tidak pernah memperdulikan ku, meskipun dia selalu memerikan materi yang lebih" tiba-tiba air mata lolos dikedua pipinya


"Aurel kamu kenapa bengong" Anye menyentuh pundak Aurel dari arah belakang


Aurel spontan menyeka air matanya, berpura-pura ceria kembali, dia tidak ingin Anye melihat kegundahan dan air mata nya itu


"Aku nggak papa kok"


"Kita ke kantin sekolah yuk" ajak Aurel


Dikantin Aurel dan kedua sahabat nya berjalan angkuh, ditambah lagi saat Mata nya melirik Milka dan Sasha sedang menikmati makanan nya.


"Hey... minggir ini meja kami" menatap tajam tidak suka kearah Milka dan Sasha


Dengan tampang penuh kemarahan Sasha berdiri menghadang mereka bertiga


"Hey cewek kecentilan dan kamu cowok yang nggak jelas, ngaca donk... Milka aja yang anak bangsawan dan kepala yayasan sekolah ini saja tidak sesombong dan seangkuh kalian bertiga"


Membuat seisi ruangan kantin itu meneriaki mereka bertiga


"HHuuuuu.....,, HHuuuuu...,,


Aurel melonggos kesal pergi meninggalkan kantin sekolah, dan membatalkan niatnya mereka untuk makan.


"Milka kenapa kamu hanya diam saja dan tidak pernah menanggapi mereka" ucap Sasha kesal dan mengempeskan kasar bokongnya duduk kembali di samping Milka


"Tidak perlu Sasha, bagiku tidak penting melayani mereka. ntar mereka sadar sendiri dan merasa malu atas perbuatan mereka" sambil kembali menyapa makanan nya


"Milka lihat tuh cowok tertampan sekolah kita, selain kakak kembarmu itu Milko" Sasha salah tingkah sendiri saat Justin melewati meja mereka


Milka tidak menghiraukan celotehan sahabat baiknya itu, karena dia sendiri sudah mengenal Justin dengan baik yang merupakan salah satu anak sahabat dari maminya


Justin memilih duduk tidak terlalu jauh dari posisi Milka, agar dia bisa dengan leluasa menatap wajah cantik natural itu


"Milka sampai kapan kamu akan membuka pintu hatimu untuk ku, sudah lama aku begitu mencintaimu dan memendam perasaan ini" gumam Justin sambil menatap Milka yang sama sekali tidak pernah mau menerima dan membalas cintanya