
Lee mengepalkan tangannya emosi dan membuang asal kertas bukti dari hasil tes DNA yang mengatakan bahwa ternyata Milka bukan anak kandungnya bersama Alexa.
"Brengxxxx... Siapa orang yang telah berani menukarkan bayi kami" ucap Lee, sementara Alexa memilih menangis. dia tidak menyangka sama sekali bahwa anak yang dirawat dan disayangi nya hingga remaja ternyata bukan darah dagingnya bersama Lee
"Lalu dimana bayi perempuan ku yang sesungguhnya" ucap Alexa di sela tangisnya
Begitu juga dengan Milko, yang ikutan syok menerima kenyataan jika adik kesayangannya. ternyata bukan lah kembaran nya yang sesungguhnya.
Terlintas indah di memori Milko kenangan indah masa kecilnya hingga remaja bersama Milka, mereka saling menyayangi dan tidak pernah berpisah semenjak kecil.
Milko selalu menjahili Milka, dan Milka akan ngambek dan mengadukan pada mami mereka Alexa. rasanya kebahagiaan Milko lengkap dengan adanya Milka selalu ditengah-tengah mereka.
Milko perlahan mengambil kertas yang dibuang asal papinya barusan. Milko ingin memastikan kembali dan berharap sangat. semoga saja hasilnya salah. namun dia kembali menelan kekecewaan tanpa sadar air mata nya kembali menetes membanjiri wajahnya
"Tidak.... tidak... Milka adalah adik kandung ku" Milko merobek-robek kertas itu
"Iya nak.... Milka akan tetap menjadi adik kandung mu, namun bagaimana pun,, itu kita harus menyelidiki ini semua. Mami dan papi tidak akan tenang sebelum kebenaran terungkap. coba kamu bayangkan jika seandainya adik kembarmu yang sesungguhnya nya hidup menderita, atau bahkan lebih buruk dari yang kita bayangkan. tidak....Milko. mami tidak rela jika darah daging mami yang sesungguhnya hidup menderita di luaran sana" ucap Alexa
"Milko kamu tidak perlu khawatir, meskipun kami menemukan saudara mu yang sebenarnya, kami tidak akan membuang Milka. karena dia juga anak kami, karena kami yang telah membesarkan nya dari bayi dan tumbuh bersama mu" ucap Lee
"Terimakasih mi, semoga adik ku segera ditemukan ya mi" Milko kembali tersenyum
Lee membimbing tangan Alexa berjalan pergi menuju mobil, mereka hendak mencari bukti ke rumah Sakit tempat Alexa Melahirkan anak kembar nya dulu.
Cellin yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan panik melihat Niko, tidak menyadari jika dari arah yang berlawanan ada mobil lain yang melaju dengan kecepatan tinggi juga, sehingga
"Braaaaaggkk...... Braaaaaggkk......,
Orang-orang berkerumum dan berkumpul,
"Cepat tolong...." ucap orang-orang yang berkumpul mengeluarkan Cellin yang terluka parah, serta Niko yang sudah tidak sadarkan diri.
Lee menghentikan mobilnya karena kerumunan orang itu. dan menurunkan kaca mobil nya.
"Maaf pak, apa yang terjadi di depan?" tanya Lee penasaran
"Kecelakaan mobil dek, kayaknya kondisi mereka parah" ucap seorang bapak yang berdiri tidak jauh dari mobil Lee
"Sayang tunggu disini, aku ingin melihat sebentar" ucap Lee berlari turun
Alexa mengangguk pelan mengiyakan ucap suaminya, pikiran nya masih menerawang jauh memikirkan nasib dan dimana anak kandung nya berada.
"Niko" Lee tercekat saat melihat kondisi Niko tidak sadarkan diri dan seorang perempuan yang sudah terluka parah.
Lee kembali masuk ke dalam mobil nya, dan mengikuti arah mobil ambulans yang membawa Niko dan Cellin. serta korban kecelakaan lain.
"Entah kenapa tapi perasaan ku yakin sekali jika Niko terlibat dalam kasus penukaran bayi kita" ucap Lee
"Apa Niko" ucap Alexa tidak percaya
"Ya karena aku merasa dia tidak pernah berubah menjadi baik, sementara Airin tidak pernah kembali lagi semenjak mengikuti keluarganya pindah ke Luar Negeri"