
Malam ini Rian begitu cemas dan galau memikirkan sang pujaan hati Alexa, karena telah mengabaikan panggilan telepon nya, sudah beberapa kali Rian mengunjungi Rumah Alexa namun pelayan selalu mengatakan Alexa belum pulang. sementara Kakek sedang dalam perjalanan keluar negeri.
"Alexa kamu kemana ? Rian memukul keras kemudi mobil nya, sambil terus mencari Alexa, hingga sampai ke tempat kediaman Lee.
Dengan tidak sabaran Rian mengetuk pintu "Tokc,..tock...,,
Minnie langsung berlari membuka kan pintu Rumah sambil mengomel, merasa terganggu karena baru akan memulai tidur indahnya.
"Siapa sih malam begini ngedor- ngedor pintu, padahal semua sudah punya kunci cadangan masing-masing"
"Cekklek,, Mata mini membuat sempurna. tidak percaya dengan penglihatan seseorang pria tampan yang malam itu mencumbu nya dalam keadaan mabuk berat.
"Selamat malam, maaf mengganggu benar disini tempat tinggal nya Lee ? Rian beritanya dengan sopan, dan merasa risih juga dengan tatapan serta tingkah Minnie yang terlihat aneh menurut nya.
"B...be..benar mas Tampan" sambil terbata bata dan gugup, Minnie tidak menyangka bakal bertemu dengan Rian dalam keadaan seperti ini
"Boleh saya bertemu dengan Lee" Rian hanya ingin memastikan Lee bersama dengan Alexa saja saat ini
"Oooo kak Lee nya lagi istrahat sedang sakit dua hari ini" ucap Minnie berbohong.
Karena Minnie sudah tahu pria ini kekasih Alexa, berdasarkan cerita kak Lee kemaren dan Cicin Berlian yang diambil nya juga berukiran nama Alexa. Minnie juga mengetahui bahwa Alexa sedang bersama kak Lee sekarang ini. saat ibunya tadi menghubungi Lee yang tidak kunjung pulang.
"Boleh aku melihat nya" ucap Rian karena masih penasaran
"Boleh jawab Minnie" karena merasa beruntung sekali melihat ayah yang sedang tidur miring di sofa menghadapkan wajahnya kesadaran sofa. dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
"Tapi jangan dibangunin ya, Kasian dia beberapa hari ini tidak bisa tidur dengan nyenyak "
Minnie membuka sedikit pintu dan menunjuk sofa yang disudut ruangan dengan televisi yang masih menyala. dan cahaya lampu yang temaram karena sebagian lampu sudah dimatikan Minnie karena tadi nya dia sudah berniat untuk tidur, dan ayah memang suka tidur disofa dengan televisi yang menyala dan akan mati secara otomatis nanti karena waktu menyala nya sudah diatur.
"Oooo itu tadi aku me.... mendengar berita, ya berita nya kurang jelas jadi aku besarin sedikit volume nya" jawab Minnie asal. Minnie melangkah keluar sambil menutup pintu takut ayah membalikkan badannya dan ketentuan, Minnie tidak ingin kak Lee mendapatkan masalah.
"Oya mas ganteng kita belum berkenalan nama ku Minnie" sambil mengulurkan tangan kearah Rian
"Rian" jawanya singkat
"Mas silahkan duduk dulu, kita ngobrol- ngobrol dulu, sambil minum teh panas" tawar Minnie yang ingin mengenal Rian lebih dalam lagi.
"Tidak usah terimakasih, aku permisi dulu" berjalan cepat menuju mobilnya.
Lee dan Alexa menghabiskan malam dengan tidur berpelukan dalam mobil, Lee terbangun merasa tangan sebelah kanan nya terasa kebas. karena menyangga kepala Alexa. Lee melirik jam dipergelangan tangan sudah menunjukkan pukul tiga pagi, perlahan Lee menggoyang bahu Alexa untuk membangunkan nya.
"Alexa bangun nanti Kakek Juang mencemaskan dirimu"
Alexa membuka matanya yang terasa masih ngantuk. melihat sekeliling kelihatan masih gelap.
"Jam berapa sekarang Lee ?
"Sudah pagi, sebaiknya kita pulang saja sekarang takut Kakek mencemaskan mu" ajak Lee ketika melihat Alexa mencoba melanjutkan tidurnya.
"Kakek siang tadi telah berangkat ke Amerika bersama asisten nya untuk cek up, Lee antarkan aku pulang ya" bujuk Alexa sambil melingkarkan tangannya di leher Lee
"Bagaimana dengan motor ku" Lee melirik motor nya masih setia parkir di area taman kota itu
"Nanti aku suruh orang mengantarkan langsung kerumah" bujuk Alexa
Akirnya Lee mengangkat bahu setuju, dan mengambil alih kemudi mobil. sementara Alexa kembali melanjutkan tidurnya sambil memeluk sebelah tangan Lee.