
Milka mulai resah menunggu kedatangan maminya dirumah sakit, sesekali melirik jam yang tergantung dinding itu yang seakan begitu lambat bergerak nya. Milka sudah dinyatakan sembuh oleh dokter dan sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah.
"Duuuhhh kenapa mami lama banget datang nya" manyun
"Sabar dek...mungkin mami istrahat karena....." Milko menghentikan ucapannya, dia tidak ingin memberitahu Milka masalah mereka yang tertukar dan meninggalnya Niko ayah kandung Milka yang telah mendonorkan nya banyak darah.
"Karena ...apa kak ?"
"Karena mungkin mami masih ketiduran" Milko mengalihkan ucapannya
Milka kembali melirik jam dinding, hingga tanpa sadar tertidur begitu saja. Milko memperbaiki letak selimut Milka. dan menatap wajah cantik perempuan yang tumbuh dan bermain bersama nya itu ternyata bukan saudara kandungnya.
"Kasihan sekali kamu dek, kakak tidak sanggup membayangkan apa reaksi mu terhadap kami nanti. setelah mengetahui kenyataan yang sesungguhnya, dan termasuk kamar tidur kesayanganmu yang selalu membuat mu betah dan berlama-lama mengurung diri didalam nya, sekarang sudah beralih menjadi milik Aurel, kakak juga tidak kuasa melarang Aurel. karena dia selama ini menderita" Milko mengusap rambut Milka yang tertidur pulas
Sorenya Aurel sudah rapi dan terlihat cantik dengan penampilan barunya, serta pakaian mahal dan terbaru yang dipesankan khusus oleh Alexa untuk membuat putri nya itu terlihat sempurna.
Mereka bertiga beriringan berjalan memasuki koridor Rumah Sakit, senyum mengembang disudut bibir Aurel, yang tengah diapit kedua orang tuanya.
"Cekklek" pintu kamar Milka dirawat terbuka lebar
"Mami" teriak Milka kesenangan, tanpa menyadari jika Aurel berdiri di belakang mami nya itu
"Gimana sayang keadaan mu " membelai rambut panjang Milka
"Milka bosan mi ayo kita cepat kembali pulang" merengek manja
"Maksud papi"
Alexa membalik badannya, dan menarik tangan Aurel "Sini nak"
Aurel mendekati Milka sambil tersenyum penuh kemenangan
"Aurel" ucap Milka seakan tidak percaya, ditambah lagi melihat keakraban Aurel dengan kedua orang tuanya
"Ada apa ini mi" Milka masih terlihat bingung
"Sabar dulu sayang...Kamu baru sembuh. nanti waktunya sudah tepat. Mami dan papi akan menjelaskan semua nya kepada mu" ucap Alexa
Milka masih tidak terima, apalagi senyum Aurel seakan mengejek dan ingin merebut perhatian semua orang. sehingga membuat Milka gusar. namun dia masih berusaha untuk menyembunyikan nya, dan memaksakan senyum saat Aurel membantu berdiri dan berjalan pelan meninggalkan rumah sakit yang sudah beberapa hati ditempatinya.
Milka sengaja bergelayut manja di lengan maminya, namun dia kembali kesal saat melihat sikap Aurel yang ikut-ikutan manja. dan tanpa sungkan diperjalanan pulang minta ini dan itu pada papi tanpa ada penolakan dari mereka.
Milka masih curi-curi pandang ke Aurel
"Kenapa orangtuaku membawa Aurel tinggal, dan hadir di tengah-tengah kebahagiaan keluarga kami. aku tidak rela dia merebut kasih sayang mami papi ku serta kak Milko yang ikut-ikutan menuruti kemauan Aurel" bathiin Milka yang langsung buang muka saat matanya bertemu dengan tatapan Aurel
Sampai di Rumah Milka tambah sedih dan tangisnya pecah begitu mengetahui jika Kamar tidur nya, sudah ditempati Aurel serta barang-barang nya sudah dipindahkan juga.
Milka tidak habis pikir dengan sikap mami dan papinya yang tiba-tiba berubah dan menyayangi Aurel. dia berlari menuju kamar kakaknya Milko dan menumpahkan segala tangis nya dipelukan Milko.