
Cellin menyeka air matanya yang terus mengalir
"Okey...baikkah mama pergi dulu, lusa mama akan datang lagi sayang, sampai kamu mau memberikan mama maaf. walau hanya sedikit sayang" ucap Celllin menyeret langkah kakinya pergi meninggalkan pintu kamar Aurel yang masih terkuncibdari dalam
Tidak ada jawaban yang terdengar, karena Aurel menutup kedua kupingnya mengunakan kedua telapak tanganya. dia seakan tidak mau mendengarkan penjelasan apapun lagi dari Cellin. sebagai wanita yang Aurel tahu telah melahirkanya ke dunia ini.
"Tuti aku titip Aurel ya dan terimakasih. karena kamu telah merawat dan memberikanya kasih sayangmu selama ini" ucap Celiin meningalakan Apartemen
"Tenru Nyonya Cellin, jarena aku menggap Aurel sudah seperti anakku sendiri" jawab Tuti
Lama Aurel menangis hingga tertidur begitu saja, dengan posisi bersandar didepan pintu kamar itu. sambil sesekali masih terdengar isakan tangis dengan mata yang sembab.
Dirumahnya Alexa dan keluarga kecilnya, sedang sibuk bersiap untuk pergi makan malam direstoran Jepang tempat makan Faforite Milka. Lee sengja mengajak semuanya makan diluar, ini salah satu janji Lee untuk menggantikan waktunya yang hilang berkumpul bersama keluarganya mengingat banyaknya kesibukan Lee mengurus Perusagaan besar atas nama Juang Grops.
"Kamu sudah siap sayang" Lee tiba-tiba berdiri di belakang Alexa yang tengah membetulkan riasanya
"Sudah" jawab Alexa yang berdiri, dan terlonjak saat Lee memeluk tubuhnya dari belakang
"Sayang ngapain kamu dandannya lama, karena bagiku tanpa dandanpun kamu sudah terlihat begitu cantik" puji Lee yang membuat hidung Alexa kembang kempis kesenangan.
"Cheeileeee....yang lagi bermesraan" goda Milka dan Milko yang hadir secara bersamaan di depan pintu kamar kedua orang tua mereka. karena merasa kelamaan menunggu.
"Ayo pi lepas pelukanya, malu tuh...diledekin ma anak-anak sendiri" ucap Alexa
"Okey kita berangkat sekarang" ucap Lee memberikan komando
Alexa bahagia sekali menyaksikan gelak tawa putra- putrinya dan suaminya Lee, yang terdengar sesekali ngobrol dan saling ledek kedua anaknya yang membanggakan prestasi mereka masing- masing dihadapan papinya.
"Mami kenapa" Milka mengusap air mata maminya
"Mami Ngak papa kok sayang, cuma mami merasa terharu melihat kebahagian keluarga kecil kita" sambil tersenyum menetap ketiganya
Dirumahnya Cellin dikejutkan dengan kedatangan Niko
"Hay...lama kita tidak bertemu" sapa Cellin
"Mmhhh....,, jangan basa-basi cepat katakan, apa tujuanmu kembali ke negara ini" ucap Niko acuh dan mengabaikan senyum brrsahabat Cellin
"Niko ini negaraku, tentu aku kembali ke sini dan aku sangat rindu untuk menempati rumah peninggalan kedua orang tua ku ini" ucap Cellin berusaha sebaik mungkin agar Niko tidak menyadari tujuan utamanya untuk mengambil dan membawa anaknya kembali yaitu Milka
"Buktikan jika ucapanmu itu benar, dan siap- siaplah menanggung resiko nya nanti, jika kamu berani berbuat atau menghianatiku Cellin" ancam Niko
"Apa kamu meragukanku, kamu bisa menilai sendiri. dan jika aku berniat buruk terhadapmu sudah dari semula aku membongkar rahasia besar ini"
Niko tercekat, kemudian memijid pelipisnya. karena secara tidak langsung perkataan Cellin ada benarnya.
"Okey aku percaya" Niko terseyum menatap Cellin, dan berdiri berjalan mendekati wanita itu. Niko mencoba memeluk dan mencium Cellin namun dengan sigap Cellin meronta dan berjalan menghindari Niko
"Maaf Niko, aku sudah lama tidak melakukan itu lagi, aku sudah tobat"
Niko tersenyum sinis dan meremehkan
"Sok jual mahal kamu, diluaran sana aku bisa mendapatkan seribu gadis dibandingkan kamu, chiiss.....,, Niko pergi meninggalkan rumah Cellin