Love Me Please, L

Love Me Please, L
Cincin Berlian



Minnie kesulitan memapah tubuh Airin yang sudah teller sambil menceracau tidak jelas, dan tiba-tiba memuntahkan sebagian pakaian Minnie dengan aroma alkohol yang menyengat.


"Dasar nenek Lampir kamu" gerutu Minnie dan merebahkan tubuh atasannya itu diranjang kamarnya.


Minnie berjalan memasuki kamar mandi sambil membersihkan bekas muntah minuman itu, dan memperbaiki riasanya yang sudah acak-acakan. sambil melirik jam dipergelangan tangannya


"Sudah larut malam, bagaimana aku pulang" bingung sambil berjalan mondar-mandir dikamar Airin.


Bibi Uty mengucek mata perlahan sambil melihat ke layar ponselnya yang terus menyala tanda panggilan masuk " siapa yang telah menghubungiku malam begini ? pikir nya heran.


"Minnie, ngapain bocah itu menghubungi ku" berjalan keluar kamar menuju ke lantai dua kamar Minnie. takut terjadi sesuatu atau mungkin Minnie sedang mimpi buruk sehingga minta ditemani tidur oleh ibunya, tanpa mengangkat panggilan masuk itu.


"Kosong kemana perginya anak itu" dan mengangkat ponselnya yang kembali menyala.


"Hallo Minnie kamu dimana nak ? teriak bi uty yang mulai panik


"Ibu tenang dulu aku lagi dirumah bos ku Nona Airin, tadi dia tiba-tiba nelpon minta dijemput ke Club, karena sedang dalam keadaan mabuk berat" ucap Airin jujur karena selama ini belum pernah membohongi ibunya


"Apa Club Malam ? bibi Uty tiba-tiba merasa cemas


"Pokoknya ibu tidak mau kamu masuk ketempat itu lagi " bentak bibi Uty


"Ya bu Minnie janji" sambil melirik Arin yang sudah tertidur pulas


"Apa ibu suruh saja Lee jemput kamu kesana ? atau sebaliknya kamu nginap ? karena ibu tidak akan ngizinin kamu pula sendirian selarut ini !


"Aku akan nginap disini Bu" menutup panggilan


Minnie merebahkan tubuhnya di sofa yang terdapat di kamar Airin, namun matanya sulit sekali untuk di pejamkan. pikiran nya masih terganggu dengan kemesraan Alexa dan Lee tadi. Minnie bangkit dan berjalan memutari Rumah besar dan mewah Airin itu. yang hanya ditempati Airin sendiri dan beberapa orang pelayan dan petugas keamanan, sementara kedua orang tuanya menetap di luar negeri bersama kakak satu satunya.


Mata Minnie terbelalak melihat di pojok ruangan khusus yang kebetulan tidak terkunci, banyak terdapat foto-foto anak perempuan mulai dari perkembangan nya semenjak bayi, disana juga terlihat Airin yang membelai nya sayang.


Disana juga terdapat foto seorang pria tampan, Minnie mendekatkan wajahnya untuk memperjelas penglihatan nya " ternyata benar ini pria yang kutemui di Club tadi, pria brengsek yang telah merampas ciuman pertamaku, dan juga meraba-raba tubuh ku, tapi hubungan mereka berdua ya ?" bathin Minnie


Minnie kembali ke kamar Airin dan melanjutkan tidur nya namun bayangan kejadian di Club tadi berputar-putar sempurna dikepalanya, yang akhirnya membuat Minnie tersenyum bahagia. " Okey pria tampan aku akan mendapatkanmu. karena telah merampas ciuman pertamaku, sesuatu yang berharga yang semula akan aku berikan pada kak Lee seorang" sambil melihat Cicin Berlian yang diambilnya saat Rian sudah teller dan memasang di jari manis nya.


"Wah ini sangat bagus dan pas sekali di jemari tangan ku, pria tampan aku akan menyerahkan Cicin jika kita bertemu kembali, dan kupastikan nama ku yang terukir indah dicicin Berlian ini nantinya" sambil tersenyum bahagia.