
Pagi sekali Rian berkunjung ke Rumah Alexa, takut Alexa bakalan ngambek. karena Rian lupa menghubungi dan mengangkat panggilan nya.
"Selamat pagi Kakek" sapa Rian saat melihat Kakek tengah membersihkan taman bonsai hiasnya.
"Pagi juga Rian" ucap Kakek duduk dikorsi taman
"Kek hari ini aku ingin mengajak Alexa jalan-jalan" Rian bersuara dengan hati-hati, sambil melirik Kakek menunggu reaksi nya
"Boleh, Kakek percaya pada mu Rian dan tolong jaga cucu Kakek" ucap Kakek berdiri Melanjutkan kembali hobinya merawat dan koleksi tanaman hias.
"Tentu saja kek" ucap Rian pamit menemui Alexa
Semenjak pernah tinggal di rumahnya Lee dulu, sekarang Alexa sudah mulai membiasakan diri melakukan pekerjaan Rumah, yang ringan seperti membersihkan kamar sendiri, dan belajar memasak sayuran. yang biasanya dulu dikerjakan oleh semua pelayan nya.
Rian melangkah masuk ke dalam Rumah besar Alexa, seorang pelayan datang menghampiri Rian " Maaf Tuan muda, Nona Alexa kami sedang memasak sayuran didapur " ucap pelayan itu
"Apa memasak ? Rian bingung sekaligus merasa senang dengan perubahan sikap Alexa itu. tanpa aba-aba Rian berjalan dengan langkah panjang menuju dapur
Nampak Alexa tengah membelakangi sambil mengaduk sayur, Rian berjalan pelan dan ..."aaagghh lepas" teriak Alexa yang kaget karena Rian memeluknya secara tiba-tiba.
"Sayang kamu kok tau bahwa calon suami kesayangan mu ini belum sarapan" goda Rian sambil mengeratkan pelukannya.
Alexa membalikkan tubuhnya, dan menarik tangan Rian menuju meja makan "Sekarang duduk manis disini, aku akan menyiapkan sarapan untukmu" sambil memasang kan celemek dileher Rian
"Okey sayang aku sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan mu" ucap Rian memperhatikan punggung Alexa yang menjauh
"Tarra....ini hidangan spesial nya" Alexa menaruh di depan Rian dan mengambil sedikit nasi dan menyuapi Rian dengan antusias, menunggu reaksi nya Setelah itu.
Timbul niat iseng melihat ekspresi tidak sabar Alexa " Mmmm " dan kembali mengunyah, lalu berhenti seperti memikirkan sesuatu, dan melanjutkan nya kembali.
"Bagaimana dengan masakan ku apa rasanya enak ? Akirnya a bertanya karena expresi yang ditunjukkan Rian membuat nya bingung.
"Masakan kamu enak sekali sayang... serius. aku tidak menyangka bahwa kamu bisa masak se enak Ini" Rian berkata sungguh-sungguh.
"Uuhhukkk.... Uhukkk " Rian tersedak, segera menyambar air dalam gelas dan meneguk hingga habis. Selera makan Rian tiba-tiba hilang dan menaruh kembali sebaiknya.
"Kenapa tidak dihabiskan Rian ? Alexa merasa iba melihat makanan nya masih tersisa banyak.
"Sayang hari ini kita jalan-jalan yuk" ajak Rian mengalihkan perhatian Alexa
"Okey aku bersiap dulu" berlari menuju kamar lantai dua
Hari ini Alexa merasa bahagia karena Rian mengajaknya ke tempat-tempat yang sering mereka kunjungi berdua dulu. Rian seperti ingin memutar kembali memori ingatan Alexa tentang masa indah pacaran mereka dulu.
Tanpa mereka berdua ketahui Airin mengikuti secara diam-diam, perjalanan mereka dan muncul di hadapan Alexa ketika Rian hendak memasang kan cincin berlian berukiran nama Alexa. yang merupakan Cicin yang sama beberapa tahun silam.
"Tunggu Rian, kamu harus memberi tahu Alexa tentang Putri kecil kita, sebelum kalian mengikat janji setia kalian" ucap Airin sambil tersenyum sinis
Rian tercekat mulutnya seakan terkunci, tidak menyangka Airin akan menghancurkan k harapan nya, Rian menatap tajam ke arah Airin.
"Apa maksudnya semua ini ? Alexa menatap merek a secara bergantian
"Alexa perlu kamu ketahui aku sudah mempunyai seorang purti, anaknya Rian" Airin tertawa merasa menang satu langkah dari Alexa
"Alexa maafkan aku, aku tidak tahu sama sekali saat dia menjebak ku sampai hamil anak ku" ucap Rian tertunduk
"Kamu tidak salah Rian, aku telah memaafkan mu. tapi beri aku waktu untuk memikirkan semua ini" sambil berlalu meninggalkan Rian yang tertunduk lemas
"Tunggu Alexa" Rian mencoba mencegah langkah Alexa
Air mata Alexa tiumpah, dia tidak sanggup mengeluarkan kata-kata lagi, dengan Bahasa isyarat dia meminta Rian agar tidak menghalangi langkah nya.
Alexa menangis dan terus melangkah kan kakinya tanpa arah, dia benar-benar merasa kecewa.