
Sudah banyak perubahan yang ditunjukkan Airin selama beberapa bulan ini dipenjara berbeda dengan Niko yang masih menyimpan kebencian yang mendalam terhadap Rian dan keluarga Alexa, namun Nilo tidak bisa berbuat banyak karena selain posisi yang sedang dalam penjara, termasuk tindakannya sekarang telah diawasi terus.
Semula keluarga besar Airin yang menetap di Luar Negeri syok mengetahui berita tentang permasalahan yang menimpa Airin, mereka tidak menyangka sama sekali bahwa Airin tega berbuat demikian kepada sahabatnya sendiri.
Termasuk mengenai Putri kecil yang bernama Clara anaknya bersama Rian, Airin selama ini benar-benar pintar menyembunyikan semua itu, namun bagaimana pun juga kedua orang tua Airin, berusaha tegar dan sabar untuk menerima kenyataan pahit itu, dan mencoba memaafkan.
Hari ini kedua orang tua Airin termasuk kakaknya pulang kembali ke tanah air, mereka akan meminta pihak Alexa untuk berdamai, serta memberikan jaminan untuk kesebelasannya
"Maaf kan Airin ma" menangis bersimpuh di depan ke-dua orang tua dan kakaknya
"Semua ini tidak sepenuhnya salah mu nak, kami juga bersalah memberikan kepercayaan dan meninggalkan mu sendiri di Indonesia, sehingga kami tidak bisa memantau mu dan mengetahui permasalahan mu nak" ucap Mama yang ikut menangis memeluk
"Tolong keluarkan Airin dari tempat ini ma, pa. Airin janji akan berubah dan menjadi mami yang baik buat Clara"
Hati Airin rasanya begitu perih mengingat Putri kecil nya, selama dipenjara mereka berdua tidak pernah bertemu lagi. ini juga termasuk permintaan Airin agar anaknya tidak melihat kondisi terburuk nya saat ini
"Iya nak, selepas dari sini kami akan menemui pihak keluarga Alexa, mudah-mudahan saja mereka mau berdamai dan membebaskan mu dari tempat ini" ucap papa Airin
"Terima kasih pa" mereka kembali berpelukan sebelum berangkat menuju tempat Alexa.
Selama perjalanan menuju Rumah besar keluarga Juang, terbersit keraguan di pihak Airin mereka takut nanti Kakek bertambah marah dan memperberat hukuman Airin, mengingat banyak nya masalah yang ditimbulkan Putri mereka.
"Maaf Tuan, Nyonya. sekarang ini Kakek dan Nona Alexa berada di rumah sakit, karena kondisi fisik Kakek yang sedang menurun drastis saat ini" ucap kepala Asisten rumah tangga.
"Kakek Sakit" ucap mereka serempak
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju salah satu Rumah Sakit terbesar dan mewah di Jakarta. sambil menenteng beberapa parcel, sebagai buah tangan mereka.
Dari kejauhan nampak Alexa tengah mondar-mandir di depan pintu salah satu Ruangan, dengan langkah panjang mereka menghampiri Alexa.
"Alexa sayang" sapa Mama Airin ramah
"Tante, Om kapan kembali ke tanah air ? Alexa menatap mereka bertiga
"Baru saja nyampe sayang, habis jenguk Airin kami langsung menuju ke sini, Alexa kami sebagai pihak dari keluarga Airin merasa malu dan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas perilaku buruk anak kami" menangis dan memegang kedua tangan Alexa
"Ya Tante aku sudah memaafkan Airin" tersenyum lembut
"Bagaimana kondisi Kakek sekarang" tanya papa Airin
"Belum stabil Om" menunduk sedih
"Kamu yang sabar ya nak" menepuk pelan pundak nya
"Ya om" sambil menunduk lesu
"Nak Alexa sebenarnya tujuan kami kesini selain menjenguk Kakek, kami juga ingin meminta bantuan mu, untuk mencabut tuntutan terhadap Airin, kami tahu nak bahwa sekarang ini waktu nya kurang tepat, tapi kami juga tidak tega melihat putri kami yang begitu tersiksa dan tertekan, dan sekarang dia juga sudah berubah" papa Airin menatap Alexa berharap Alexa akan berbaik hati untuk membantu mereka.
"Baiklah Om, tapi kita tunggu kondisi Kakek stabil dulu. karena bagaimanapun Kakek harus tahu masalah ini" ujar Alexa