
Alexa menarik tangan Lee untuk memasuki butik mewah khusus pakaian pengantin itu. seorang pelayan wanita berjalan mendekati mereka menawarkan serta menunjukkan beberapa pakaian pengantin model rancangan terbaru mereka dari desainer ternama pemilik butik itu.
"Aku pengen coba mode yang ini" tunjuk Alexa ke salah satu patung boneka yang sangat cantik mengenakan baju pengantin warna cream muda.
"Boleh silakan" ajak pelayan itu membawa Alexa ke ruang ganti
Sementara Lee menunggu di ruang khusus yang sudah disediakan, tiba-tiba mata nya membuat sempurna dengan kedua alis tebal yang menyatu takjub melihat Alexa melangkah ke arah Lee dengan pakaian pengantin yang begitu menarik dan cantik bak seorang putri.
"Lee aku cocok nggak memakai pakaian ini" Alexa membalik badannya di desa Lee yang masih menatap takjub.
"Ca.... cantik, banget Alexa" Lee tergagap
"Tuan dan Nona juga bisa kami foto-foto dengan pakaian pengantin itu" ucap pelayan
"Tapi kami baru mencoba" ucap Alexa
"Tidak apa-apa" ini bentuk dalam satu pelayanan kami kepada pelanggan, dan Nona juga bisa nantinya Shara di media sosial.
Mereka juga membantu Lee mengenakan jas hitam dengan desain yang sangat elegan sangat cocok dengan gaun yang dikenakan Alexa.
"Ayo mas senyum nya yang lepas ya" ucap sang fotografer
Lee Akirnya menuruti saja, melihat Alexa yang begitu senang hari ini berada di sampingnya. Lee juga mengabadikan beberapa momen itu dengan kamera ponsel mereka masing-masing.
Rian mengantar Minnie dan ibunya sampai teras Rumah sederhana itu, Bi Uty paham melihat gelagat Rian dan Minnie yang terlihat ingin membicarakan sesuatu yang penting.
"Nak Rian, Minnie ibu istrahat dulu di kamar ya, kalian ngobrol - ngobrol saja, dan terimakasih telah mengantarkan kami Pulang" ucap Bi Uty melangkah masuk
Minnie mengangguk dan mengikuti langkah Rian, mereka duduk bersebelahan sambil menatap bintang yang bersinar cerah di antara sinar rembulan.
"Minnie aku sudah mengambil keputusan, untuk melepaskan Alexa dari hidupku" Rian mengusap kasar wajah nya. untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusan yang diambil nya sudah tepat.
Minnie hanya diam mendengar penjelasan Rian, dia bingung antara bahagia dan sedih saat ini. bahagia karena merasa tidak ada penghalang lagi jika mereka memutuskan untuk bersama. Sedih melihat Rian yang terlihat kacau dan terpukul.
"Mas Rian dulu aku juga sangat mencintai kak Lee, tapi melihat dia bahagia bersama Alexa aku juga melepaskan rasa yang sejak lama aku pendam, tanpa dia tahu" ucap Minnie
Rian memegang tangan Minnie, sambil memberikan kekuatan pada hati masing-masing, untuk melepaskan apa yang mereka harapkan dan cinta yang selama ini mereka rasakan.
Minnie memejamkan matanya, diikuti Rian dan membuka mata secara perlahan-lahan
"Wajah siapa yang terlintas dalam benak mu ketika memejamkan mata ? tanya Rian menatap lekat wajah Minnie
Dengan ragu dan perasaan malu Minnie menjawab
"Wajah tampan kak Rian" ucap Minnie menunduk
"Kalau mas Rian wajah siapa" melirik sekilas penuh harap
" Wajah kamu Minnie, dan aku tidak melihat bayangan wajah Alexa lagi dalam pikiran ku" tersenyum ke arah Minnie
Minnie tidak bisa membendung perasaan bahagia nya, detak jantung nya seakan ikut berpacu berlomba-lomba seiring tangan yang gemetar dalam genggaman Rian.
"Minnie aku tahu ini terlalu cepat buat kita, tapi aku akan memulai semuanya bersamaan mu. dan mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah aku lakukan"