Love Me Please, L

Love Me Please, L
Kecocokan Darah Niko dan Milka



Setelah memastikan keadaan aman terkendali, Cellin dan Niko berhasil menyusup keruang dokter yang menangani Milka.


"Siapa kalian" ucap dokter kaget


"Tolong selamatkan nyawa Milka, darah saya cocok dengan nya" ucap Niko


"Tapi kalian siapa ?


"Kami berdua orang tua kandung Milka" Niko melempar segepok uang kehadapan dokter


"Apaan ini" dokter menatap bingung kerah kedua orang itu


"Uang untuk tutup mulut, dan merahasiakan pada orang diluaran sana, terutama keluarga Alexa" bentak Niko


"Maaf saya tidak bisa melanggar sumpah saya, sebagai seorang dokter dengan menerima uang ini" dokter berdiri


"Ingat dokter saya bisa melakukan apa saja, termasuk keluarga Juang, dan hal itu bisa juga aku lakukan kepada keluarga mu" ancaman Niko


Dokter tercekat, mau tidak mau dia akhir nya membawa Niko ke salah satu ruangan, dan melakukan ters untuk transfusi darah. setelah dinyatakan cocok darah Niko dan Milka. maka dokter pun melakukan tugasnya.


"Dokter ambil darahku sebanyak yang Milka butuhkan" ucap Niko kata yang terucap begitu saja dari mulut nya.


Cellin menatap wajah Niko, seakan tidak percaya kata itu terlontar dari pria yang dia pikir tidak mempunyai hati dan perasaan itu.


"Terimakasih Niko, ternyata kamu juga sangat menyayangi putri kita" ucap Cellin


Niko memalingkan wajahnya, mendengar penuturan Cellin itu. sambil bertanya-tanya pada hari nuraninya. tentang apa yang telah didapatnya selama ini atas dendam yang tidak beralasan itu.


Kecelakaan yang dialami Milka membuat nya cukup banyak kehilangan darah, sehingga Niko harus rela memberikan banyak darah dalam tubuhnya untuk sang Putri.


Niko memejamkan mata, saat darah dalam tubuhnya diambil


"Kenapa dengan diriku,, aku merasa begitu peduli dengan anak kandung ku yang aku buang dan sengaja aku tukar dengan keluarga Alexa, sebagai pembalasan dendam ku.


Semula aku berfikir dengan menukar bayi kami, aku akan membuang bayi Alexa jauh-jauh, atau memberikan nya pada pemulung miskin. tapi tidak aku lakukan. malah aku membesarkan nya melalui pengasuh. meskipun tidak memberikannya kasih sayang. tapi aku memberikan materi berapun dia inginkan dan mencukupi semua kebutuhan Aurel.


Kenapa dengan ku, apa yang harus aku lakukan selanjutnya, pada mereka. hingga tanpa sadar Niko tertidur


"Niko cepat bangun kita harus segera meninggalkan tempat ini" Cellin menggoyang pelan tubuh Niko


Niko membuka matanya perlahan


"Bagaimana dengan Milka"


"Dokter telah memberikan darah mu kepada nya, aku sempat menguping kondisi Milka sudah mulai stabil sekarang" ucap Cellin menatap Kasian melihat kondisi Niko yang terlihat lemah, karena kehilangan banyak darah juga


"Kepala ku pusing Cellin" Niko memperjelas penglihatan nya yang tersa berkunang-kunang


"Minum obat mu ini. dokter memberinya tadi, cepat Niko kita pindah kerumah sakit lain saja. aku tidak ingin Lee mengetahui semua dan menyakiti mu dengan kondisi seperti ini"


Cellin menyuapi Niko makanan, setelah itu memberikan nya obat untuk diminum.


"Aku kedinginan Cellin" mengatupkan kedua tangan


Cellin mengambil kursi roda, dan menyelimuti tubuh Niko dengan selimut Rumah Sakit, mereka kabur melalui pintu belakang Rumah Sakit.


"Tunggu Niko, aku ambil mobil dulu" Cellin pergi meninggalkan Niko yang terlihat lemah, menyandarkan disandaran kursi roda itu.


Tidak terlalu lama Cellin kembali


"Ayo cepetan Niko, sebelum orang-orang curiga melihat kita"


Cell menidurkan Niko di jok belakang mobil, dan melajukan nya kerumah sakit besar lain. untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.