
"Kak Milko ada apa dengan Mami dan Papi, kenapa mereka bisa berubah dan begitu menyayangi Aurel. aku bingung dengan semua ini yang terjadi secara tiba-tiba" Milka menumpahkan segala tangis nya di dada bidang Milko
"Sudahlah dek, kamu sekarang sabar dulu.. karena kakak janji akan menjelaskan semua nya secara perlahan-lahan, jika kondisi mu telah stabil dan siap mendengar apa pun yang akan kakak jelaskan nanti" ucap Milko mencoba memberikan ketenangan dengan mengelus rambut panjang Milka
"Kak Milko tahu sendiri jika selama ini Aurel selalu jahatin Milka, sekarang dia telah masuk ke dalam kehidupan kita dirumah ini"
"Schuutttt.....,, Milko meletakkan jari telunjuk nya dibibir basah Milka
"Dengar ya Milka adikku sayang, kakak janji akan selalu melindungi dan menjamu. dan kamu tidak perlu khawatir lagi" Milko menatap lekat kedua bola mata Milka, seakan memberikan kekuatan dan keyakinan pada adik kesayangannya itu.
Milka hanya mengangguk pelan dan tersenyum membalas ucapan Milko, dan kembali memeluknya, untuk mendapatkan kenyamanan dan ketenangan yang luar biasa dan langsung bisa merubah mood Milka kembali membaik.
"Dek.... sekarang kamu balik istrahat kekamar mu ya," bujuk Milko
"Okey kak" Milka tersenyum ceria, sambil membalikkan tubuhnya menuju kamar tidur nya sendiri
Sampai di kamar Milka kembali teringat sang Mami, karena sudah menjadi kebiasaan mereka Alexa akan datang kekamar Milka untuk sekedar mengucapkan selamat tidur, namun sudah setengah jam menunggu mami juga belum datang kekamar nya, sehingga Milka kembali menangis.
"Sekarang Aurel telah merebut mami dan papi, termasuk kamar tidur kesukaan ku, besok apa lagi yang akan Aurel ambil dariku. apa dia juga akan merebut kasih sayang kak Milko...?"
Tidak... tidak..aku tidak akan rela jika Milka merebut segalanya" Milka kembali menangis, seakan tidak ada lagi air mata yang keluar dari pipi mulusnya. dan tanpa sadar dia tertidur kecapaian dengan kondisi meringkuk pada bantal.
"Aku masih merasa khawatir dengan Milka" gumam Milko berjalan keluar menuju kamar tidur Milka y belum terkunci
"Cekklek....." pintu terbuka pelan
"Milka" ucap Milko berjalan menuju Milka yang tidur meringkuk
Milko menatap wajah cantik yang terlihat sembab, dikedua pipinya masih ada sisa-sisa air mata, Milko membersihkan dengan menyapu lembut dengan jemarinya.
"Kasihan sekali kamu dek"
Milko memperbaiki posisi tidur Milka dan menyelimuti sampai leher, tiba-tiba refleks Milko mencium lama kening Milka. seakan ingin menyampaikan dan mencurahkan rasa sayang yang begitu mendalam kepada sang adik.
Milka mengeliatkan tubuhnya saat bibir Milko masih menyentuh keningnya, Milko tersadar dan kembali menatap sayang Milka.
"Selamat tidur dan mimpi indah sayang...." bisik Milko sambil berjalan dan menutup pintu kamar pelan.
Aurel yang sempat mengintip, merasa iri melihat kedekatan kakaknya dengan Milka. karena Milko selalu bersikap biasa dan terlihat cuek kepadanya meskipun Milko telah mengetahui jika mereka saudara kandung.
"Kak Milko kenapa kamu membedakan kami, perlu kamu tahu kita kembar, namun pemikiran dan kelakuan kita tidak sama, apa sebegitu besar nya pengaruh Milka sebagai adik mu selama ini, tapi kita lihat aja nanti...apa Milka masih bisa tersenyum ketika kebenaran ini terkuak"