Love Me Please, L

Love Me Please, L
Milka Kecelakaan



Milka dengan senang melangkah meninggalkan gedung sekolah, menuju mobil jemputan yang tengah menunggu di parkiran sudut sekolah, tanpa menoleh kanan kiri terlebih dahulu. sebuah motor salah satu teman nya melaju kencang....


"Bruuuaggkk.....tubuh kecil Milka terhempas hingga kepalanya membentur pembatas selokan air. begitupun pemilik motor ikut terhempas jauh bersama motor nya.


"Milka....." teriak sang kakak Milko histeris mengejar adik kembarnya yang sudah tidak sadar kan diri, darah segar mengalir hingga mengenai wajah cantiknya.


"Bangun dek... " Milko panik, orang-orang membantu mengajar Milka menuju ke rumah sakit, termasuk pengendara motor yang menabrak Milka barusan yang ikut terluka parah, Milko membuka helmnya yang ternyata adalah Justin. cowok yang selama ini mengejar cinta Milka.


Di Rumah Alexa memecahkan gelas minum nya, persaan nya tiba-tiba tidak enak dan mulai kwatir, tidak begitu lama ponsel nya berdering. tertera nama Milko


"Hallo Milko ada apa nak, apa sopir pribadi mami belum sampai di sekolah ?


"Su...Sudah mi, tapi Milka mi...dia kecelakaan dan kehilangan banyak darah" ucap Milko sambil menyeka air matanya takut bakal terjadi sesuatu kepada adik kembarnya itu.


"Apa" Alexa syok merasa dunianya ikut berputar


" Mi....mami ngak papa kan ?


Alexa segera menguasai keadaan nya kembali


"Ngak papa sayang, mami segera menuju ke rumah sakit"


Begitupun dengan Cellin dia merasa gelisah dan kwatir, tiba-tiba dia teringat anaknya Milka, tidak begitu lama ponsel Cellin berdering


"Tidak... tidak mungkin anakku pasti baik-baik saja" jawab Cellin dengan Air mata yang tumpah dan merasa takut sekali akan kehilangan Putrinya itu.


"Ingat Cellin kita harus kesana, tanpa seorang pun yang bisa mengenali kita, kalau perlu lakukan penyamaran sebaik mungkin" bentak Niko


"Baiklah akan aku lakukan" Cellin segera memakai dress panjang dan hijap yang disertai cadar, begitu pun Niko memakai topi dan masker, karena tidak ada orang yang akan curiga dengan maker yang digunakan nya, mengingat konflik virus yang masih beredar dikalangan masyarakat.


Mereka berjalan di koridor Rumah Sakit, dan sengaja menjaga jarak saat melihat Lee yang berusaha menenangkan dan membujuk Alexa. yang tidak berhenti menangis, sementara Milko Honda cemas di depan pintu ruangan tempat Milka mendapatkan penanganan.


Tidak lama dokter keluar dan menjelaskan jika kondisi Milka saat ini tengah kritis, jika pihak Rumah Sakit belum menemukan golongan darah yang cocok dengan Milka.


Alexa langsung pingsan saat hasil tes darah Milko dan Lee tidak cocok dengan Milka, sementara Lee langsung menarik jas yang dikenakan dokter dengan emosi.


"Jangan bersandiwara dengan ku dokter, kamu tahu siapa kami dalam sekejap aku bisa menghancurkan posisi mu ini" bentak Lee emosi


"Maaf Tuan, tapi ini kenyataan nya. jika tidak segera mendapatkan darah yang cocok maka nyawa Milka akan menjadi terancam" ucap dokter kesusahan berkata karena Lee semakin mengeratkan pegangannya pada kerah baju dokter yang menangani Milka.


Lee melepaskan pegangannya dan terhenyak disamping istri tercinta yang masih pingsan, dokter menatap ke duanya bingung.


"Cepat cari dan temukan darah yang cocok, dan lakukan juga tes DNA terhadap putriku" ucap Lee seakan tidak mempunyai tenaga lagi untuk berkata.


"Baik Tuan" dokter pun segera bertindak cepat, sementara Alexa ditangani para perawat dan menidurkan nya diruang dokter.