
Alexa meninggalkan ruangan rapat yang diikuti Lee, mereka memasuki ruangan kerja Alexa yang luas dan mewah, serta terlihat bersih dan rapi ruangan itu terasa begitu nyaman untuk ditempati.
Alexa menduduki Korsi kebesaran nya, yang sudah begitu lama tidak digunakan. sementara Lee masih berdiri mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dia begitu mengagumi nya.
"Ternyata disaat seperti ini otak mu bisa diandalkan juga ya" ucap Alexa seakan mencemooh dan gengsi mengakui kelebihan Lee yang telah menolong nya.
"Hanya itu" ujar Lee
"Jadi apa mau mu ? Alexa berdiri maju mendekati Lee yang mundur beberapa langkah ke belakang, Alexa mendekat tubuh nya membuat Lee kebingungan karena langkah nya sudah tertumpu pada sofa.
Diruangan rapat Niko begitu gelisah termasuk Airin, rencana mereka gagal total, dengan konsekuensi mengembalikan seluruh kerugian perusahaan atas kesalahan mereka berdua, Kakek Juang tidak menuntut mereka dengan masalah ini, mengingat mereka masih termasuk kerabat Juang dan jasa orang tua mereka yang telah banyak membantu Perusahaan selama ini.
Setelah rapat selesai Niko mencoba menemui Alexa diruangan nya, saat membuka pintu mata nya langsung membulat sempurna. menyaksikan pemandangan yang menurutnya mustahil, seorang Alexa mendekat kan tubuhnya kearah Lee yang sedang lebih mendapat serangan mendadak itu.
"Alexa apa yang kamu lakukan ? bentak Niko merasa cemburu, karena selain ingin menguasai harta Alexa, Niko juga menginginkan Alexa menjadi pendamping nya. meski pun itu sudah menjadi sulit karena Kakek telah mengetahui niat jahat nya.
"Apa padulimu ? jawab Alexa angkuh berjalan hendak kembali ke kursinya.
Niko yang tidak terima perlakuan Alexa itu, melayang kan pukulan keras kewajah Lee, namun dengan sigap Alexa mengarah kan tinju nya tepat mengenai hidung Niko, sehingga mengeluarkan darah segar karena goresan cincin berlian Alexa yang mempunyai desain yang unik.
"Berani nya kamu Alexa memukul ku" bentak Niko dengan wajah memerah dan geram.
"Kamu yang mulai duluan Nik ! apa tujuan mu ingin menyakiti Asisten ku ? Alexa tidak kalah geram
"Alexa aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" Lee Ingi mengubur Alexa yang masih terlihat kesal
"Kemana ?
"Kamu lihat saja nanti" Lee tersenyum dan memutar kemudi menuju tempat yang akan mereka tuju. saat hampir sampai di tempat yang dituju Lee menutup mata Alexa mengunakan sapu tangan dan mengiringi nya memasuki suatu tempat. yang terdengar ribut dan orang.
"Sekarang buka matamu" perintah Lee
Perlahan Alexa membuka matanya, dan memandang ke sekeliling nya, sebuah pasar malam yang indah dan terletak tidak jauh dari lokasi pantai, dihiasi pesta kembang api yang bertaburan di angkasa. Alexa terlonjak bahagia ini pengalaman pertama baginya ditengah-tengah masyarakat biasa.
"Kita naik keatas sana yuk" ajak Alexa sambil menarik tangan Lee menuju kapal raksasa yang berputar-putar kencang menguji adrenalin orang-orang yang menaikinya sambil berteriak-teriak histeris karena merasa perut mereka yang kembang kempis.
"Tunggu apa kamu yakin mau menaikinya" Lee merasa ragu
Alexa mengangguk mantap, Lee memesan tiket untuk mereka berdua. dan menaiki kapal itu mereka duduk bersebelahan dan memasang pengaman yang telah disediakan. terdengar aba aba dari mereka
dan ... Lee tidak tahan dengan putaran yang semakin lama semakin cepat, sementara Alexa tertawa senang dia begitu menikmati, Lee merasa tubuhnya pusing dan berpegang pada tubuh Alexa. dia benar-benar tidak tahan lagi dan memberi kode agar diberhentikan namun tidak ada yang mengira teriakan Lee.
Setelah selesai dan berhenti Lee tertunduk lemas, Alexa dengan semangat nya menertawakan Lee, mereka menuruni tempat itu Lee berjalan lemas dengan terpaksa Alexa memapahnya dan mendudukkannya. disebuah korsi panjang sementara Alexa memesan aneka gulali berbagai warna yang lucu dan minuman untuk Lee.
Lee merebahkan tubuhnya di korsi panjang itu, sambil menatap bintang yang berkilau di langit malam yang indah, dan menikmati senyum kebahagiaan Alexa. yang terus terpancar dari wajah cantik nya.