
"Papi pulang" Lee tersenyum bahagia menghampiri keluarga kecilnya yang tengah tersenyum menyambut kepulangan nya dari luar kota.
"Papi kenapa lama sekali ke luar kota nya, biasa pergi paling dua atau tiga hari, sekarang seminggu" Celetuk sibungsu Milka
"Papi sedang ada proyek baru Sayang" Jawa Lee duduk ditengah-tengah anak istri nya
"Oya pi kita makan yuk,, mami udah Masakin makanan kesukaan papi untuk menyambut kepulangan papi" ujar Alexa mengandeng mesra lengan Lee
"Duh mesranya yang lagi kangen- kangenan" ledek kedua anak kembarnya yang suka usil
Mereka menikmati makan dengan penuh kebahagiaan dan canda tawa kedua Putra putri mereka.
Ditempat lain Aurel melamun di balkon apartemen, pikiran nya masih menerawang tentang mimpinya.
"Kenapa aku mimpiin maminya similka Brengxxxx itu, dan perasaan ku begitu tentram melihat tatapan mata nya, yang memberikan ku kehangatan dan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah aku dapatkan"
Aurel menyeka air matanya yang lolos begitu saja, Tuti yang memperhatikan tingkah gadis itu dari belakang ikut menyeka air matanya, dia juga merasakan kesedihan seperti yang dirasakan Aurel. perlahan dia mendekat dan mengelus pelan punggung Aurel.
"Bibi" ucap Aurel memeluk erat tubuh Tuti dan menumpahkan segala tangis nya di bahu wanita paruh baya itu
"Sabar ya Non, bibi akan selalu bersama mu" membalas pelukan Aurel
Suara deringan ponsel membuat Aurel melepaskan pelukannya, dan menyeka kedua belah pipinya dengan punggung telapak tangan nya.
"Hallo Azka ada apa ?
"Ngapain kerumah cewek itu ? Aurel menurut kan keningnya bingung
"Emang dasar ya kamu cewek pulupa, masih muda juga...." Celetuk Azka
"Jangan berbelit-belit, cepat katakan ada apa hingga kamu belain nelpon minta ketemuan di Rumah tuhc cewek" Aurel meninggikan nada suaranya
"Hey Tuan Putri Aurelia kita belajar kelompok di sana, masih ingat kan dengan tugas yang diberikan ibu Mery, jangan bilang jika kamu juga melupakan hal itu" bentak Azka tidak kalah sewot dibandingkan Aurel
Aurel memukul jidatnya pelan saat pikiran nya kembali nyambung, mengingat saat ini Mery menerangkan di depan kelas dan membagi mereka menjadi beberapa kelompok, saat itu Aurel setuju saja karena ingin mengerjai kembali Milka dan mengajak kedua sahabat nya untuk ikut bergabung masuk ke kelompok Milka.
Semula Aurel berfikir belajar kelompok dilakukan diluar sekolah dan itu bukan dirumah nya Milka, dia tidak mengikuti selanjutnya hasil keputusan yang memilih dirumah Milka, karena keasyikan memikirkan rencana untuk mengerjai Milka kembali.
"Hey ... Aurel kenapa bengong, cepat bersiap" Azka kembali bersuara
"I...iya bawel loe jdi laki " Aurel menutup panggilan nya
"Malas rasanya untuk ketemu lagi sama tuch Milka, tapi aku harus bagaimana...ini tugas penting dan nilai ku juga drop dimata pelajaran itu. Duh... pusing-pusing.... Aurel menangkup wajah nya ke bantalan sofa.
Tapi jika aku datang ke rumahnya Milka pasti aku bisa ketemu tuch..sama maminya yang cantik dan baik itu. rasanya aku ingin sekali memiliki mami yang sama dengan maminya Milka, apa aku culik saja ya mami Milka itu dan membawanya untuk tinggal di sini.
Aurel tersenyum sendiri mengingat pikiran bodoh dan ide gila nya menculik Alexa tersebut.
"Ya aku harus segera bersiap untuk ketemu Sama mami ku" langsung kembali bersemangat masuk menuju kamar mandi dan bersiap. Aurel sangat senang sekali memangil dan menyebut kata mami yang di tujukan kepada Alexa.