Love Me Please, L

Love Me Please, L
Kehilangan



Rian terbangun sambil memegang kepala yang masih terasa pusing, mengedarkan pandangannya keseliling kamar yang terasa Asing baginya


"Aku berada dimana sekarang ? mencoba untuk bangkit dan berjalan ke kamar mandi membasuh muka di Westlife. Rian memperhatikan wajah nya di kaca kamar mandi itu, terlihat kusut dan kacau. kembali Rian membasuh muka nya mencoba mengumpulkan kesadarannya kembali sambil mengingat kejadian semalam.


Segera Rian merogoh kantong celana, baju serta jacket yang dikenakan nya, namun tidak menemukan Cicin Berlian berukiran nama Alexa itu.


"Aaahh,, brengxxxx kemana perginya Cicin itu" berjalan ke luar kamar sambil mengunakan jacket kembali.


Rian mendatangi meja resepsionis dan meminta rekaman CCTV tentang kejadian semalam, mereka mengantarkan Rian kesebuah Ruangan kecil dan memutarnya.


Nampak Rian dipapah dua orang lelaki penjaga keamanan Club dan mengantarkan nya kekamar khusus disediakan bagi tamu yang tengah mabuk berat dan tidak sadar kan diri.


"Coba kalian putar rekaman diruangan tempat aku minum" Rian penasaran dan yakin seseorang telah mengambil Cicin Berlian itu.


Rian menyipit kan matanya memperjelas penglihatan. di layar monitor nampak seorang gadis melewati nya, Rian pun merangkul dan mencium gadis itu yang berusaha melepaskan diri namun karena cahaya yang temaram Rian tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu, seperti nya gadis itu pergi dan memasukkan sesuatu ke kantong jacket nya.


"Benar sekali wanita itu telah mencuri Cicin Berlian ku" teriak Rian


"Coba kalian perjelas wajah wanita itu" Perintah Rian sambil berdiri berjalan mondar-mandir menahan emosi


"Sudah mas, namun hasilnya tetap sama samar " ucap petugas yang terus me zoom tepat di wajah gadis itu.


Rian meremas kepalanya "Hidup ku hancur gara-gara wanita sialan itu, Airin tunggu pembalasan ku" ucap Rian penuh dendam berjalan meninggalkan lokasi Club menuju ke Apartement nya.


"Cepat kalian selidiki tentang Niko dan Airin, segera laporkan kepada ku" perintah Rian sambil merebahkan kembali tubuhnya diranjang dan menatap wajah cantik Alexa yang terpampang di layar wallpaper ponselnya.


"Sebentar lagi Alexa kita akan bersatu, aku akan membongkar kebusukan Airin, dan tidak akan ada lagi yang memisahkan kita" mencium dalam foto Alexa.


Sementara Airin terbangun sambil meringis masih pusing, ini baru


pertama kali bagi nya, mabuk berat. berjalan terseok-seok menuju bactub dan berendam di sana. Airin merebahkan kepalanya di bibir bactub sambil memejamkan mata mencoba meringankan beban pikiran nya yang terasa begitu berat.


Cukup lama Airin berendam hingga suara deringan ponsel mengagetkan nya " Hallo Minnie ada apa ?


"Nona Airin maaf ya menganggu tidur nya ? terdengar suara Minnie dari seberang sana


"Ada apa Minnie, jangan berbelit-belit aku lagi mandi" bentak Airin


"Nona aku cuma mengingat kan siang nanti kita ada meeting, pagi aku langsung pulang saja tidak enak mengganggu tidur Nona yang masih pulas"


"Maksudmu ? Airin lupa kejadian semalam, menelpon Minnie minta dijemput ke Club.


"Semalam Nona mabuk berat, meneleponku minta diantar pulang, karena sudah terlalu larut aku nginap di riumah Nona" ucap Minnie karena sudah yang Airin pasti tidak ingat kejadian itu


"Terima kasih ya Minnie, kamu memang Asisten yang bisa diandalkan" Airin memutuskan panggilan dan melanjutkan mandinya yang tertunda.